CIRI DAJJAL MENURUT NABI, AL QURAN DAN HADITS


Dajjal+mata+satu
Ciri Dajjal Menurut Nabi, Al Quran dan Hadits . Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Ciri-ciri Dajjal

Dajjal Buta sebelah Matanya
Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:
إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية
Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya.seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)

Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :
إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم
dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak,seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :
إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور
Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanyasebelah tidak timbul tidak pula berlubang.Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)
Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)

Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى
Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

Memiliki “Surga” dan “Neraka”

Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار
Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah,dan nerakanya adalah surga ALLah.(HR.Muslim)

Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه
…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan :
ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم
…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)
Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :
يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب
…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)

Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه
Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)
Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال
“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)

Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;
ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى
Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)

Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :
الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان
Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi;dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)
Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda
يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود
Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh pulh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)
Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91)
Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)

Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.
Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .
Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam,kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakansambil menunjuk dengan tingkat ketanah:
هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق
“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)

Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة
“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah(HR.Muslim)
Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه
Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).

Berlindung dari fitnah Dajjal

Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal dengan surat al kahfi dan khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:
اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)
Peringatan !!!
Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya.jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah ahad (tidak mutawatir).karena mereka adalah orang-orang bodoh tentang ilmu hadits. tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. kalau saja mereka mau menelusurinya,niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya.
Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalagi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.(lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501).
Sumber: http://wawanislam.blogspot.my/2013/11/ciri-dajjal-menurut-nabi-al-quran-hadits.html

ORIENTALIS BARAT ADA NIAT TERSIRAT MENYESATKAN UMAT ISLAM


Oleh: Mohamad Sofee Razak

UMAT Islam kini berdepan dengan serangan secara terancang sama ada secara fizikal dan minda. Usaha musuh untuk menjatuhkan Islam dan menyesatkan umatnya ini tidak pernah luntur sejak sekian lama. Mereka akan melakukan apa saja bagi memastikan Islam dan umatnya terus berada di landasan yang salah dalam melaksanakan propaganda supaya arahan, kewajipan dan amalan agama diragui dan ditinggalkan penganutnya sendiri.

Ini yang sedang dan sudah dilakukan golongan bijak pandai bukan Islam. Golongan orientalis yang secara ilmiah dan melalui hujah akademik menyerang pemikiran masyarakat Islam supaya mereka berasa sangsi dan tidak yakin dengan segala ajaran serta tuntutan agama yang disyariatkan.

Keadaan ini kesinambungan dan bukti bahawa sejak dulu, orientalis komited menyerang agama Islam melalui tulisan dan perbincangan akademik sama ada dalam atau luar pusat pengajian tinggi yang boleh didapati di dalam banyak saluran seperti tesis, buku, jurnal, majalah dan tulisan di internet.

Serangan golongan orientalis dan pendokongnya terdiri daripada kalangan intelektual dan sarjana adalah dalam pelbagai bentuk dan saluran termasuk mempertikaikan kesahihan kitab suci al-Quran serta terjemahannya; riwayat hadis, sunnah dan sirah Rasulullah; mempersenda tradisi penulisan buku ilmiah karangan ulama muktabar; tidak relevan kaedah fiqh dan sebagainya.

Melalui metodologi ilmiah, wacana, dialog dan penulisan akademik. Mereka cuba menimbulkan keraguan, kelemahan dan mencari kesilapan atau kelonggaran yang mungkin berlaku dalam penulisan karya agung ulama dan pemikir Islam terdahulu di mana keadaan ini sedikit sebanyak turut mempengaruhi budaya, pemikiran, tindak tanduk, kritikan dan kepercayaan sebahagian umat Islam yang terdedah dengan agenda mereka secara sedar atau sebaliknya, terutama melalui pembacaan bahan penulisan atau penerbitan dalam dan luar negara.

Dr. Atikullah Abdullah

Menurut Dr Atikullah Abdullah dalam makalah bertajuk Orientalis Timbulkan Was-Was Terhadap Islam, perkataan orientalis mempunyai banyak makna dan menurut sarjana besar seperti Edward W Said dalam magnum opusnya Orientalism di mana orientalis merujuk kepada sesiapa saja khususnya orang Barat yang mengajar, menulis atau mengkaji mengenai hal ehwal Timur.

Dalam pengertian khusus, orientalisme lebih merujuk kepada gerakan pengkajian hal ehwal Islam dan masyarakat Muslim oleh orang Barat sama ada dengan tujuan ilmiah semata-mata atau keagamaan dan politik. Terdapat pelbagai tujuan dan misi gerakan orientalis ini yang antaranya meliputi aspek keagamaan, akademik, perniagaan, ekonomi dan politik.

Menurut Mahmud Hamdi Zaqzuq pula, orientalis adalah mereka yang mengkaji Islam atas nama akademik tetapi terselit niat jahat untuk memasukkan jarum mereka bagi mengelirukan masyarakat Islam mengenai agama mereka dan golongan ini kebanyakannya terdiri daripada kakitangan gereja.

Mahmud Hamdi Zaqzuq

Ada orientalis yang hanya mencari upah membuat kajian untuk kepentingan negara mereka sama ada dari segi ekonomi, penjajahan politik dan sebagainya. Keadaan ini banyak berlaku ketika zaman penjajahan ketika emperialisme British dan Belanda.

Golongan ketiga ialah orientalis yang mengkaji Islam secara objektif dan mereka berpegang kepada prinsip akademik yang hanya berminat mencari fakta kebenaran seperti Edward William Lane yang menghasilkan kamus Arabic-English Lexicon diiktiraf sebagai sangat berautoriti dalam nahu Arab dan dirujuk oleh pakar nahu Arab sendiri.

Di samping itu, orientalis AJ Wensink menghasilkan Mu’jam al-Hadith al-Nabawiyy iaitu sebuah karya lengkap dan sangat bermanfaat untuk pengkaji dan pencari asal-usul sesuatu hadis. Namun begitu, sebahagian besar mereka dilihat aktif memainkan peranan meracuni pemikiran umat Islam agar tidak kuat berpegang kepada ajaran Islam, jika tidak meninggalkannya terus.

Sumber: Institut Al-Qayyim

HARTA KARUN SUNGAI FURAT


———————————————————————

Daripada Abu Hurairah r.a., bahawasanya Rasulullah saw. bersabda; ‘Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates iaitu sebuah sungai yang ada di lraq) menjadi surut airnya sehingga ternampak sebuah gunung daripada emas. Ramai orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh sembilan puluh sembilan daripada seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata, “mudah-mudahan akulah orang yang terselamat itu”. Di dalam riwayat lain ada disebutkan; “Sudah dekat suata masa di mana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barangsiapa yang hadhir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu”.

Telah banyak peristiwa akhir zaman yang telah diberitahu oleh Rasulullah s.a.w sejak 1400 tahun dahulu telah menjadi kenyataan (sila rujuk posting yang berkenaan dilaman ini). Antaranya ialah seperti hadis diatas, akan keringnya Sungai Furat hingga akhirnya menampakkan gunung emas yang selama ini tersembunyi dari pandangan manusia. Rasulullah s.a.w menjelaskan lagi berlaku peperangan yang dahsyat untuk merebut emas tersebut.

Semasa dibawah pemerintahan Saddam Hussin pada pertengahan tahun 80-an, kerajaan Iraq telah membina empangan sepanjang Sungai Furat dan menenggelamkan sebahagian besar kawasan yang ada antaranya terdapat binaan tamadun terdahulu. Tetapi Iraq telah mengalami kemarau yang teruk pada tahun 2009 yang lalu hingga paras air empangan tersebut telah susut hingga menampakkan hampir 90% kawasan yang dulunya tenggelam.

Binaan Purba Yang Muncul Akibat Keringnya Sungai Furat

Kejadian kemarau tersebut yang menyebabkan surutnya Sungai Furat telah menampakkan kawasan arkeologi purba yang sama sekali tidak disangka. Ratib al-Kubaisi seorang pegawai Jabatan Antikuiti di wilayah Anbar menyatakan,” Ramai orang menyangka Anbar adalah kawasan padang pasir yang tidak mempunyai nilai sejarah tetapi dengan terjumpanya tapak ini ia menjadikan sebuah kawasan yang arkeologi yang terpenting di Iraq. Kawasan ini merupakan penempatan tamadun manusia pertama di Iraq”.

Seorang nelayan di sungai tersebut, Sa’ad Naji memberitahu,” Sungai ini telah surut kearas yang paling rendah pada ingatan kami,” beliau menambah lagi,” Kami mula mencari sekeliling kawasan ini dan menjumpai tempayan tanah liat dan tulang lama, syiling dan bahkan perhiasan emas”.

Sekiranya Iraq menjumpai kawasan simpanan emas yang besar nescaya peperangan besar akan meletus dengan lebih hebat di wilayah yang sudah bergolak itu. Kita sebagai umat Islam hendaklah sentiasa mengingati pesanan Rasulullah supaya menjauhi dari mengambil emas tersebut!

_________________________________________
Sumber:http://www.npr.org

MANUSIA SETELAH KEWAFATAN NABI ISA DI AKHIR ZAMAN


Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, “Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya.” {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat.

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH

Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda

Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan ‘Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya. {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat. {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda

Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom.” {4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi ‘Allah. {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam’an,

Saat mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi. {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka. {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya’la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji. {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda

Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman,

Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah bin Amr berkata,” Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawap “Apa yang Anda perintahkan?” Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala. {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah. Aisyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, “Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya.” {12} maka itu telah selesai. Baginda bersabda “Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda,

Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai.” Abdullah Ibn Umar bertanya, “Itu sungguh terjadi?” Baginda SAW menjawap “Ya, itu sungguh akan terjadi.

Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah:

Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, “Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini? {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam’an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan,

Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)

API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA

Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda,

Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. {16}

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata,

Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?” Rasulullah SAW menjawab, Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat. {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia. Sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?” Jawap Baginda, “Jangan pergi ke Syam. {18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari. {19}

Dalam Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda,

Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda

Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah. {21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab Fadha ‘il asy-Syam karangan ar-Rab’i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran.” Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab’i dalam Fadha’il asy-Syam dari Maimunah binti Sa’d. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali. {23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi ‘Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria). {24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :

Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan.

Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan.

Golongan kedua ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim: dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain.

Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil “Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.” {25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan “dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta,” dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a’lam.

Oleh: Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________

  1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
  2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
  3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
  4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami’ al-Ushul, X, h 410
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits no. 5516
  6. 6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Penyebutan Dajjal’, hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala’ Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
  7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
  8. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
  9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
  10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
  11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah’. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
  12. Q.S At-Taubah : 33
  13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906
  14. Bersenggama bermaksud bersetubuh
  15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245
  16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
  17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca Shahih al-Bukhari, Bab ‘Keutamaan Orang Ansar’ (Fath al-Bari, VII, h 272)
  18. Jami’ al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
  19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
  20. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
  21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
  22. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
  23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
  24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
  25. QS Maryam 85-86
  26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259

_________________________________
Sumber: MacJay.blogspot.com

BAGAIMANA MATAHARI TERBIT DARI BARAT?


Sehingga ke hari ini masih belum ada manusia yang dapat menjelaskan teori atau fenomena “Bagaimana Matahari Terbit dari Barat”. Fenomena ini diterima oleh saintis Barat dan mereka telah mengeluarkan pelbagai teori. Malah tidak kurang juga dengan saintis-saintis, ilmuan dan pemikir Islam yang memberi pandangan dan komen. Tidak semua teori dari Barat adalah betul, maka marilah kita sama-sama kembali kepada Al-Quran dan mengkaji bagaimana agaknya penjelasan Al-Quran.

Untuk kebaikan bersama, baik kita “melihat” sepintas lalu akan teori-teori Barat ini sebelum kita mengkaji teori Al-Quran agar kita dapat membuat penelitian dan perbandingan.

Barat mengemukakan 3 teori iaitu:

  • Teori-1: “retrograde motion” iaitu relatif peredaran bumi dengan planet lain seperti planet Marikh.
  • Teori-2: perlanggaran bumi dengan komet atau planet lain yang amat dahsyat sehingga menyebabkan bumi bertukar pusingan, dan
  • Teori-3: sebab keadaan bumi yang semakin hampir dengan matahari!

Teori Retrograde Motion Dikatakan antara penyebab matahari akan teribit dari Barat http://www.lasalle.edu/~smithsc/Astronomy/retrograd.html

Ke tiga-tiga teori ini boleh dimuat turun dari kebanyakkan sesawang Internet (seperti http://www.Islamhadhari.net “Saintis Barat akui matahari akan terbit dari barat” pada Ogos 18, 2008). Di bawah ini adalah sedikit ringkasan dari petikan artikel di atas.

Fenomena ini terdapat di dalam satu hadith yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, katanya, Rasulullah s.a.w telah bersabda (yang bermaksud).

Tiga perkara, apabila zahir kesemuanya, tidak akan memberi manfaat iman seseorang itu. Sama ada yang tidak pernah beriman sebelum itu atau imannya tidak memberi kebaikan terhadap dirinya. (Iaitu) ketika matahari terbit dari arah barat, Dajjal dan Daabatul Ardh (sejenis makhluk dari dalam bumi). – (Riwayat Muslim)

Teori Al-Quran

Sekarang mari kita mengkaji teori Al-Quran “bagaimana matahari terbit dari barat”. Saya memilih dan mengkaji 7 ayat (mungkin ada banyak lagi ayat-ayat lain) yang saya fikirkan bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang fenomena ini iaitu satu ayat pada surah Al-Qamar (54:1) (bermaksud)

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun merekah / terbelah.

dan 6 ayat pada surah Al-Hijr (15:72-77) (bermaksud) (15:72)

(72) Demi umur engkau, sesungguhnya mereka dalam keadaan mabuk dan kebingungan. (73) Lalu mereka disambar bunyi teriakan yang keras ketika matahari terbit. (74) Lalu Kami jadikan (negeri) mereka yang diatas jadi ke bawah (tertonggeng), dan Kami turunkan ke atas mereka hujan batu dari tanah yang keras. (75) Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang memerhati (mengkaji). (76) Dan sesungguhnya (negeri) itu maseh benar-benar terletak pada jalan yang maseh tetap (tidak musnah dan maseh dilalui orang. (77) Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi orang-orang yang beriman ).

Mengikut kajian saya, Al-Quran menjelaskan matahari akan terbit dari barat apabila bumi sudah “tertonggeng” iaitu kutub utara menjadi kutub selatan dan kutub selatan menjadi kutub utara. “Proses tertonggeng” ini berlaku apabila bulan merekah dan memancarkan tenaga elektrik ke arah bumi, menyebabkan daya magnet bumi bertindakbalas dan berpusing secara perlahan-lahan. Tenaga elektro-magnet ini juga akan menyebabkan otak manusia menjadi bingung dan keliru. Selain dari tenaga elektro-magnet, rekahan bulan juga akan memuntahkan batu-batu keras serta mengeluarkan tenaga bunyi, yang kemudian sampai kebumi. Sebab itu manusia di bumi akan mendengar bunyi yang kuat, dan kemudian manusia akan dihujani oleh batu-batan.

Apabila bumi sudah tertonggeng, maka manusia dibumi akan dapat melihat matahari terbit dari barat.

Teori Quran Vs Teori Barat

Kalau di kaji dengan teliti, teori yang dijelaskan Al-Quran ini agak berbeza dari teori-teori barat. Yang pertama, Al-Quran menjelaskan bulan yang menyebabkan bumi bertukar arah. Al-Quran menunjukkan perkaitan yang erat dan rapat antara bumi dan bulan. Tetapi teori barat tidak ‘nampak’ pun peranan bulan dalam proses kejadian ini.

Yang ke-duanya, teori Al-Quran nampak lebih jelas dan mudah difahami, malah boleh dibuktikan melalui ujikaji makmal. Sedangkan teori barat tidak dapat diuji dalam makmal dan tidak menunjukkan keadaan matahari akan naik dari barat! Kalau berlaku perlanggaran yang teramat dahsyat (dengan komet yang besar), maka bumi akan hancur! Perlanggaran ‘kecil’ (seperti yang berlaku di Mexico) tidak akan dapat menukar putaran bumi. Lagi pun sekiranya komet melanggar bumi dari “arah yang salah” ianya mungkin akan menambah kelajuan pusingan yang ada sekarang misalkan dari 24 jam kepada 10 jam sahaja/hari. Sekiranya bumi berputar pada kelajuan ini, maka kelajuan objek yang berada pada permukaan equator (atau khatulistiwa) ialah kira-kira 4,000 km/sejam yang akan memusnahkan segala-galanya yang ada dipermukaan bumi seperti rumah, bangunan, tumbuhan, pohon kayu, dan manusia serta binatang-binatang akan berterbangan.

Lagi pun untuk membolehkan bumi perputar pada arah bertentangan, komet yang melanggar bumi mesti pergerak pada kelajuan lebih dari 2 kali kelajuan putaran bumi iaitu 3,300 km/jam (sekiranya saiz komet sama besar dengan saiz bumi), dan mesti melanggar bumi pada sudut dan lokasi yang tepat. Kalau ianya melanggar pada kutub utara, maka matahari tidak akan ‘terbit dari barat’.

Yang ke-tiga, teori Al-Quran adalah lebih tepat sebab tidak berlaku kerosakkan yang besar kepada makhluk di bumi. Sekiranya berlaku kemusnahan yang besar (misalnya bumi hancur), maka ini bermakna sudah “betul-betul kiamat” dan bukannya lagi “hampir kiamat”. Di dalam hadith di atas menjelaskan selepas matahari naik dari barat maka segala amalan dan taubat tidak diterima lagi, dan dajal akan turun ke bumi (ini menunjukkan manusia maseh lagi hidup di bumi, dan berjalan seperti biasa).

Tambahan pula Al-Quran menyatakan (15:76) manusia akan melihat jalan-jalan tetap tegak, nampak seperti biasa tanpa sebarang kerosakan, dan maseh boleh dilalui.

Ke-empat, penjelasan Al-Quran lebih menyeluruh dan dari teori barat. Ahli sains telah mendapati bahawa terdapat ‘2’ jenis permukaan bulan iaitu permukaan yang cerah (yang sentiasa mengadap bumi), dan permukaan gelap (yang sentiasa membelakangi bumi). Ke dua-dua permukaan ini mempunyai ciri-ciri yang berbeza yang amat ketara seperti warna, daya graviti, kandungan bahan-bahan, ketumpatan dan kemampatan, keradioaktifan, dan sebagainya. Oleh itu apabila bulan merekah ia akan merubah polar graviti, mengeluarkan tenaga elektromagnetik yang boleh menyebabkan daya graviti dan magnet bumi bertindak balas.

Kesimpulan

Al-Quran adalah kalam Tuhan dan kitab yang mengandungi pelbagai ilmu yang maha hebat dan menjelaskan segala-galanya. Fenomena matahari terbit dari barat dijelaskan Al-Quran dengan terperinci, jelas, dan saintifik. Penjelasan Al-Quran nampak lebih logik dan mudah difahami berbanding dengan teori-teori lain seperti dari Barat.

______________________________________________
Sumber: Blog Kajian Al-Quran

APABILA ISLAM HANYA TINGGAL NAMA


Mesti kalimah ini tergantung di dinding rumah anda kan?

Alangkah bahagianya jika kita ditakdirkan lahir dan berada pada zaman kegemilangan Islam bersama dengan Rasulullah SAW. Ini kerana kita dapat berjuang, belajar secara langsung daripada Baginda, dapat melihat wajahnya serta boleh berkomunikasi secara langsung dengannya apabila menghadapi sesuatu masalah. Zaman Baginda itu adalah satu masa yang sangat hebat kerana dapat melahirkan generasi inspanidu Muslim yang unggul dalam segenap aspek kehidupan hingga mendapat jolokan daripada Allah sebagai sebaik-baik umat kerana menjalankan tugas menyampaikan yang makruf, mencegah kemungkaran dan beriman dengan Allah.

Inilah generasi yang telah dicatat dalam lembaran sejarah kerana membantu Baginda menundukkan dua kuasa besar pada masa itu iaitu Rom dan Parsi yang mendakwa memiliki sumber tamadun yang hebat, namun kehebatan inspanidu di kalangan Sahabat Rasulullah terdapat pada diri mereka akhlak mulia mampu menundukkan keangkuhan kedua-duanya sekali.

Empayar Islam begitu gah dan dihormati suatu ketika dulu. Adakah mereka maju dengan meniru barat?

Mereka mencipta nama dalam sejarah tamadun manusia sebagai pahlawan Islam dengan menyebar dan memperluaskan ajaran Baginda Rasulullah SAW sesuai dengan pegangan mereka kepada agama Islam yang membawa maksud kesejahteraan, keharmonian, kedamaian, keamanan dan keselamatan untuk umat manusia sejagat.

Bagaimana dengan kita hari ini? Adakah kita bersemangat sama seperti Para Sahabat?

Tidak dinafikan bahawa kita sebagai umat Nabi Muhammad, di antara mereka ada yang diberikan nama oleh ayah-ayah kita sebahagiannya dengan menggunakan nama Para Sahabat seperti Abu Bakar As Siddiq, Umar, Uthman, Ali, Ubadillah, Salman, Khalid, Hamzah, Abbas, Bilal, Zubair dan sebagainya. Tetapi apakah nama-nama tersebut benar-benar meresap masuk dalam sanubari kita hingga mencontohi Para Sahabat dalam mendepani segenap isu agama.

Alangkah malangnya segelintir umat Islam hari ini yang sudah mula menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama yang kadang-kadang tidak memberi makna langsung berkaitan dengan agama. Nama-nama seperti yang disebutkan di atas tidak lagi menjadi sebutan di bibir mereka. Mengapa? Sama-samalah kita mencari kekurangannya.

Malah Islam hanya tinggal pada nama sahaja, sedangkan cara dan gaya hidup tidak melambangkan mereka seperti orang Islam, ini termasuk cara berpakaian, penampilan diri lelaki dan wanita Islam, cara berkeluarga, cara berfikir, cara mendidik anak-anak dengan agama dan seribu satu macam karenah lagi tidak menampakkan diri mereka persis inspanidu Muslim yang beramal dengan ajaran Islam sebenar.

Inilah yang pernah disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW lebih 14 abad lalu, seolah-olah ia bagaikan satu ramalan tepat, kerana Baginda sentiasa menerima wahyu daripada Allah Taala, sudah tentu Dia mengetahui segala-galanya kerana ia di bawah kawalan dan pengawasan-Nya. Benarlah sabda Nabi SAW yang bermaksud, daripada Ali bin Abi Talib RA berkata:

Telah bersabda Rasulullah SAW bahawa sudah hampir tiba suatu masa, di mana tidak tinggal lagi daripada Islam itu kecuali hanya namanya, tidak tinggal daripada Al Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Daripada merekalah berpunca fitnah, dan kepada merekalah fitnah itu akan kembali”.
(Hadis riwayat Al Baihaqi)

Kalau kita perhatikan dunia Islam pada hari ini, keadaannya tidak begitu jauh daripada gambaran yang telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Kalau belum sampai pun, ia sudah hampir menjurus ke sana. Apa yang Baginda sebutkan dalam hadisnya di atas bolehlah kita bincangkan satu persatu untuk melihat sejauh mana kebenaran kenyataan baginda itu.Islam hanya tinggal namanya sahaja.

  1. Al Quran hanya tinggal tulisannya.
  2. Masjid tersergam indah tetapi kosong daripada hidayah Allah.
  3. Lahirnya ulama jahat yang mementingkan periuk nasi daripada Islam.
  4. Fitnah tersebar akibat kedangkalan ulama-ulama jahat.

Islam Hanya Tinggal Namanya Sahaja

Kelak akan banyak orang yang mengaku beragama Islam namun perbuatan sehariannya tidak mencerminkan sebagai seorang Islam yang baik, hanya namanya sahaja Islam. Islam diperalatkan untuk kepentingan tertentu. Oleh kerana itu kita dapat lihat ramai orang Islam melanggar syariat.

Solat mengikut ‘mood’, ada seminggu sekali, ada sebulan sekali, setahun sekali dan ada yang tidak pernah solat sama sekali. Yang kaya pula enggan membayar zakat, yang pergi haji mahu digelar ‘pak haji’ namun masih lagi melepak di kedai judi dan menghabiskan masa.

Ramai yang bercakap tentang Islam padahal mereka tidak mengamalkannya. Pandai berpidato agar orang percaya dia seorang Islam yang baik dan memperjuangkan Islam, sehingga ada yang mengubah halal menjadi haram dan haram menjadi halal, bahkan hukum nas kalau boleh disesuaikan dengan zaman, bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan nas.

Islam yang hanya tinggal nama

Sebenarnya orang yang sebegini tergolong daripada golongan orang munafik sebagaimana Sahabat Nabi yang bernama Abu Huzaifah ditanya apa itu nifak? Beliau menjawab:

Kamu berbicara tentang Islam, tetapi kamu tidak mengamalkan ajaran-ajarannya”. (Masnad ar-Rabi’)

Al Quran Hanya Tinggal Tulisannya

Dalam banyak hadis Rasulullah SAW, Baginda menganjurkan kita umatnya agar membudayakan pembacaan Al Quran, ia bukan sekadar penawar kepada pelbagai penyakit yang sukar diubati, malah ia juga bertindak sebagai penyembur kepada hati yang berkarat dengan penyakit-penyakit cintakan dunia secara berlebihan.

Tujuan Al Quran diturunkan adalah untuk menjadi pedoman dalam soal akidah, iman, beribadah kepada Allah dengan membacanya, dipelajari isi kandungannya, diamalkan segala apa yang ada di dalamnya. Menjadi rujukan dalam segenap masalah yang dihadapi oleh manusia, dan yang paling utama ialah melaksanakan hukum, undang-undang dan perintah Allah yang ada di dalamnya.

Ayat Quran terukir indah di dinding masjid, lebih indah lagi jika terukir di hati umat Islam

Apa yang mendukacitakan kita pada hari ini, Al Quran dijadikan bahan untuk musabaqah menjelang ketibaan Ramadan iaitu bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya. Sedangkan undang-undangnya tidak diguna-pakai walaupun sudah merdeka lebih setengah abad, orang-orang Islam yang melakukan jenayah tidak dihukum dengan undang-undang hudud atau qisas di dunia ini. Inilah gambaran ketegasan Nabi bahawa Al Quran hanya tinggal tulisannya untuk dibaca, bukan untuk diamalkan.

Masjid Tersergam Indah Tetapi Kosong Daripada Hidayah Allah


Indahnya masjid disebabkan pengunjungnya

Inilah kebenaran kenyataan Baginda Rasulullah SAW bahawa masjid-masjid umatnya pada akhir zaman memang cukup indah dan megah, tetapi pengisian di dalamnya tidak memberangsangkan. Masjid yang sepatutnya menjadi tempat menyampaikan kuliah agama kadang-kadang sepi daripada pengunjungnya.

Terdapat masjid yang membiayai urusan pembayaran bil elektrik, air dan penyelenggaraan mencecah nilai ringgit yang cukup tinggi, namun kadang-kadang apa yang menduka-citakan kelas pengajian pun tidak ada, ada yang diisi dengan kelas marhaban atau barzanji, itu pun tidak memahami dengan baik maksud apa yang dibacakan. Malah ada pula masjid dipertandingkan sempena Maulidur Rasul sebagai masjid yang paling cantik dan bersih.

Lahirnya Ulama Jahat

Tidak dinafikan juga wujud kalangan ilmuan Islam yang tidak berani untuk menyatakan kebenaran di hadapan pemerintah yang zalim seperti yang disabdakan oleh Baginda, justeru itulah yang diingatkan oleh Baginda dalam hadisnya di atas. Golongan ulama ini sama seperti Bal’am bin Ba’ura (ulama Bani Israil) yang ditegaskan dalam ayat 176 surah Al ‘Araf.

Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Tetapi ia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya termengah-mengah, dan jika engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir.
(surah Al ‘Araf ayat 176)

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi, Imam Ibni Khathir, Imam Tabari dan ramai mufassirin bahawa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari Negara Yaman bernama Bal’am bin Ba’ura’. Sebilangan ulama lain menyatakan, Bal’am adalah seorang ahli ibadat yang mempunyai kemakbulan doa dari bangsa Bani Israel.

Menurut cerita daripada Ibnu Abbas, pada zaman Nabi Musa a.s ada seorang alim bernama Bal’am bin Ba’ura. Allah s.w.t telah mengurniakan kepada Bal’am rahsia khasiat-khasiat nama-nama Allah Yang Maha Besar (Doa Bal’am bin Ba’ura mustajab). Setelah peristiwa firaun dilemaskan dalam laut, Nabi Musa A.S dan bani Israel yang terselamat terus mengembara sehinggakan hampir sampai dengan negeri tempat tinggal Bal’am. Raja negeri tersebut ketakutan, takut kalau-kalau negerinya diserang oleh kaum yang telah berjaya menewaskan Firaun. Setelah bermesyuarat dengan penasihat-penasihatnya Raja tersebut memutuskan untuk meminta pertolongan Bal’am agar Bal’am menggunakan ilmunya (berdoa) untuk mengalahkan Nabi Musa AS.

Pada mulanya Bal’am masih tidak mahu mendoakan. Akan tetapi setelah isterinya tidak bercakap, melayannya dan menyediakan makanan seperti biasa dibuat. Lama kelamaan Bal’am pun bertanya kepada isterinya mengapa isteri beliau mogok dan beliau tidak dilayan seperti biasa dilakukan. Isteri Bal’am berkata “berdoalah bukan susah seperti yang dipinta oleh Raja”.

Bal’am dengan kekuatan ilmunya dan kemujaraban doanya telah mengenakan sekatan kepada Nabi Musa AS, doa Bal’am itu termakbul, menyebabkan Nabi Musa tersesat di satu tempat yang bernama Teh (sekarang dinamakan semenanjung Sinai) selama 40 tahun.

Kesesatan yang maha dahsyat itu, menyebabkan Nabi Musa bertanya Allah SWT, “Wahai Tuhan, apakah dosa yang kami lakukan sehingga kami tersesat di ladang Teh ini?”.

Jawab Allah SWT, “berpunca dari doa Bal’am”

Nabi Musa berkata lagi kepada Allah, “Wahai Allah, sepertimana kamu mendengar doa Bal’am terhadapku, maka tolong makbulkan doaku terhadap Bal’am”.

Lalu, Nabi Musa mendoakan agar Bal’am dicabut keimanan dari dirinya. Doa Nabi Musa dimakbulkan oleh Allah, menyebabkan Bal’am mati dalam keadaan kufur dan lidahnya terjelir sepertimana anjing.

“Minta berlindung kita dengan Allah daripada menjadi seperti Bal’am bin Ba’ura’”. Wallahua’lam (Kisah ini isra’iliyyat yang wajar dijadikan pengajaran kepada kita).

Kepentingan dunia kerana mahu mengejar pangkat dan populariti menguasai hidup mereka hingga ada yang berani menghalalkan apa yang diharamkan Allah, menyembunyikan kebenaran kerana takut keduniaannya tersekat dan periuk nasinya terjejas hingga sanggup menggadai prinsip-prinsip agama, dalam hal ini, siapa yang makan cili maka dialah yang merasa bahang pedasnya.

Fitnah Tersebar Akibat Kedangkalan Ulama-Ulama Jahat

Fitnah terhadap Islam sudah semakin menular yang tidak pernah terfikir oleh inspanidu Muslim yang baik di sisi Allah. Industri hiburan yang melibatkan artis-artis beragama Islam hingga ke peringkat paling seksi menjadi juadah mata pada hari ini, perkara ini berlaku adalah kerana ulama-ulama yang jahat mendiamkan diri tidak mahu bercakap kerana takut segala kemudahan yang dikecapinya akan hilang, walaupun Islam daripada diri umat Islam bukan menjadi perkiraan hidup.

sumber: http://myibrah.com/apabila-islam-hanya-tinggal-nama

DAULAH KHILAFAH VS NEW WORLD ORDER



Mungkin ramai yang dah dengar tentang pemerintahan Khilafah dan juga New World Order, tetapi perasankah anda tentang kaitan antara dua perkara ini? Di dalam Islam, nabi Muhammad S.a.w adalah nabi yang terakhir, selepas baginda tiada lagi nabi yang lain melainkan hanya digantikan dengan khalifah-khalifah yang ramai. Pemerintahan khilafah ini secara ringkasnya adalah satu pemerintahan bagi seluruh dunia Islam dan di bawah nanti akan diterangkan definisinya dari segi bahasa dan istilah.

Tetapi ramai yang tidak sedar, betapa dalam diam-diam kerajaan Amerika sekarang pun ingin menandingi konsep pemerintahan itu , dengan mereka mewar-warkan NWO (New World Order) yang merupakan sebuah “Teori Konspirasi” (Conspiracy theory). Perhatian ya, ini bukan NWO yang dalam rancangan gusti tu, tetapi NWO yang betul punya, bukan cobaan! Hehe. Dan dalang-dalang di sebalik NWO ini secara ringkasnya tentu lah gerakan kumpulan Freemason, Jews , Dajjal dan kerajaan Iblis sana. Dan telah dapat kita lihat sekarang Amerika sudah dapat menakluki Iraq, salah satu kuasa besar dunia. Dan targetnya selepas ini mungkin Syiria, dan seluruh wilayah Syam, sebelum akhirnya akan menakluki seluruh dunia dan jadikan seluruh dunia berada di bawah telunjuknya. Itu lah dia matlamat slogan New World Order (Tata Dunia Baru) iaitu satu pemerintahan bagi seluruh dunia yang mana pemerintahnya adalah Amerika Syarikat.

Kenyataan tentang New World Order ini sebenarnya telah dibuat secara rasmi oleh Presiden Russia waktu itu iaitu Mikhail Gorbachev dalam ucapannya di perhimpunan agung PBB pada 7 Disember 1988. Dia menekankan untuk menguatkan peranan pusat PBB dan penglibatan aktif dari semua pihak. Itu antara konsep awal NWO yang diperkenalkan olehnya. Tetapi pada 11 September 1990, George H.W. Bush (ayah kepada presiden Amerika Syarikat sekarang iaitu George W. Bush), telah mula membicarakan NWO ini dengan ucapannya yang bertajuk “Toward a New World Order” yang bermaksud “Ke arah Tata Dunia Baru”.

Antara isi-isi ucapan itu termasuklah komitmen untuk menguatkan Amerika Syarikat agar ia dapat memimpin dunia dengan undang-undang dan bukannya menggunakan kekuatan fizikal, kerjasama Amerika-Russia ke arah dunia yang selamat untuk demokrasi, jurang masa depan akan menjadi secara ekonomi dan bukannya ideologi dan sebagainya. Dan banyak juga ucapan tersebut yang cakap tak serupa bikin.

Bertitik-tolak dari ini lah kerajaan Amerika Syarikat sudah mempunyai agenda lain lebih-lebih lagi disogok oleh gerakan Freemason, orang-orang yahudi dan sekutu-sekutunya untuk menguasai dunia. Sehinggakan mereka sanggup membuat bermacam-macam propaganda termasuklah mengaitkan pengganas dengan Islam. Kerana mereka tahu Islam boleh menjadi penghalang besar kepada usaha mereka untuk menguasai dunia.

Aaron Russo (seorang ahli perniagaan hiburan, pembuat filem dan aktivis politik bebas Amerika) pernah mengatakan dalam satu temubual bahawa istilah PENGGANAS itu hanya sengaja diada-adakan oleh kerajaan Amerika. Dia juga berkata bahawa David Rockefeller (seorang hartawan Amerika) pernah memberitahunyaawal-awal lagi tentang kejadian-kejadian seperti penyerangan ke atas Iraq, Afghanistan, dan sebagainya. Bermakna penglabelan mereka bahawa Islam itu adalah pengganas adalah propaganda semata-mata agar dunia benci kepada Islam, dan mahu menarik perhatian dunia agar menyokong usaha kerajaan Amerika Syarikat membasmi pengganas.

Ada pendapat mengatakan, kerajaan Amerika Syarikat akan merealisasikan NWO menjelang tahun 2012 di mana tahun itu juga banyak pihak meramalkan akan belaku kemusnahan pada dunia. <– Ini perlu dibicarakan dalam topik lain pula (=

Dan apakah itu pemerintahan khilafah? Mari kita lihat secara ringkas penerangan berkenaan pemerintahan khilafah yang membezakan dari pemerintahan-pemerintahan konsep lain seperti pemerintahan republik atau demokrasi, Monarki, Federasi dan sebagainya.

Definisi Khilafah

1. Khilafah Secara Bahasa.

Khilafah dari segi bahasa merupakan mashdar dari fi’il madhi ‘khalafa’, yang bererti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Jadi, khalîfah adalah orang yang menggantikan orang yang sebelumnya. Jama’nya (plural), khalâ’if atau khulafâ’. Inilah makna firman Allah Swt. yang bermaksud: Berkata Musa kepada saudaranya, Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku.” |QS al-A’raf: 142|.

Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a’zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, kerana dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya |Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, I/199|.

Menurut Imam Al-Qalqasyandi pula, secara tradisinya istilah khilafah kemudian digunakan untuk menyebut kepemimpinan agung (az-za’amah al-uzhma), iaitu kekuasaan umum ke atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, dan pemikulan tugas-tugas mereka |Al-Qalqasyandi, Ma`atsir Al-Inafah fi Ma’alim Al-Khilafah, I/8-9|.

2. Khilafah Menurut Syariah.

Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi SAW dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-islamiyah) (Al-Baghdadi, 1995:20). Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri |Al-Khalidi, 1980:226|.

Di dalam AlQuran tidak ada menyebut tentang ‘Khilafah’ atau ‘Imamah’ , tetapi ianya diajar secara praktikal sendiri oleh Nabi Muhammad S.a.w dan khalifah-khalifah selepas baginda.

Kata khilâfah banyak dinyatakan dalam hadis, misalnya:

Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada khilafah dan rahmat, kemudian akan ada kekuasaan yang tiranik. |HR al-Bazzar|.

Kata khilâfah dalam hadis ini memiliki pengertian: sistem pemerintahan, pewaris pemerintahan kenabian. Ini dikuatkan oleh sabda Nabi Muhammad saw.:

“Dahulu Bani Israel dipimpin/diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, nabi lain menggantikannya. Namun, tidak ada nabi setelahku, dan yang akan ada hanyalah para khalifah, yang ramai jumlahnya”. |HR Bukhari dan Muslim|.

Banyak sekali definisi tentang Khilafah—atau juga disebut sebagai Imamah—yang telah dirumuskan oleh oleh para ulama. Antaranya adalah seperti berikut:

1. Khilafah adalah kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya |Al-Qalqasyandi, Ma’âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8|.

2. Imamah (Khilafah) ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia |Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyah, hlm. 3|.

3. Khilafah adalah pengembangan seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak pandangan syariah dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka, baik ukhrawiyah mahupun duniawiyah, yang kembali pada kemaslahatan ukhrawiyah |Ibn Khaldun, Al-Muqaddimah, hlm. 166 & 190|.

4. Imamah (Khilafah) adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia |Al-Juwaini, Ghiyâts al-Umam, hlm. 15|.


Dengan demikian, Khilafah (Imamah) dapat didefinisikan sebagai: kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengembangkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Definisi inilah yang lebih tepat. Definisi inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir (Lihat: Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, Qadhi an-Nabhani dan diperluas oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum, Hizbut Tahrir, cet. VI [Mu’tamadah]. 2002 M/1422 H.

Apakah Sistem Pemerintahan Malaysia Sekarang?

Sekarang kita mengguna-pakai sistem pemerintahan DEMOKRASI atau dengan nama lain sistem republik, langsung tidak berkaitan dengan Islam. Sistem demokrasi ini mengikut suara rakyat. Sebenarnya, kita tidak boleh meletakkan rakyat yang berkuasa, ataupun pemimpin itu sendiri yang berkuasa. Pemimpin dan juga rakyat mesti tertakluk dalam undang-undang itu sendiri. Tetapi kita mesti letakkan Allah yang berkuasa di atas muka bumiNya ini. Pemerintahan di muka bumi ini mesti dikembalikan kepada Allah iaitu dengan melaksanakan undang-undang yang telah ditetapkan olehNya. Dan itulah pentingnya sistem KHILAFAH di muka bumi ini ditegakkan.

Kesimpulan:

Maka kita sebagai orang Islam pilih lah dengan wajar dan berlandaskan syarak, mahukan pemerintahan khilafah ataupun tunduk kepada NWO suatu hari nanti? Fikir-fikirkan dan renung-renungkan lah. Umat Islam perlu bersatu demi kesejahteraan sejagat. Hanya Islam yang boleh membawa keamanan sejagat. Ideologi-ideologi lain sudah terbukti boleh membawa keruntuhan moral dan juga fizikal. Wallahu a’lam (=

Sumber: Blog Wakeup Project

%d bloggers like this: