URUTAN LENGKAP KHALIFAH DALAM LINTASAN SEJARAH ISLAM


DITULIS OLEH: muslimdefenseforce

Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah.

Adapun nama-nama para khalifah pada masa khulafaur Rasyidin sebagai berikut:

1.Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)

2.’Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)

3.’Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)

4.Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)

5.Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam.

Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

1.Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)

2.Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)

3.Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)

4.Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)

5.’Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)

6.Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)

7.Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)

8.’Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)

9.Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)

10.Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)

11.Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)

12.Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)

13.Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)

14.Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)

Masa kepemimpinan Bani Umayyah berakhir pada tahun 132 H. Ini terjadi setelah Marwan bin Muhammad mengalami kekalahan dalam Perang Zab, melawan pasukan yang dipimpin Abu Abbas as-Saffah dari Bani Abbasiyah. Sejak saat itu kekhilafahan beralih ke Bani Abbasiyah. Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah berlangsung selama kurang lebih 783 tahun. Khalifah pertamanya adalah Abu Abbas as-Saffah dan yang terakhir adalah al-Mutawakkil ‘Alallah. Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Kekhilafahan Abbasiyah yang berpusat di Irak dan yang berpusat di Mesir.

Para Khalifah masa Abbasiyah yang berpusat di Irak

I. Dari Bani ‘Abbas :

1.Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)

2.Abu Ja’far al-Mansyur (tahun 137-159 H/754-775 M)

3.Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)

4.Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)

5.Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)

6.Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)

7.Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)

8.Al-Mu’tashim Billah (tahun 218-228 H/833-842 M)

9.Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)

10.Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)

11.Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)

12.Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)

13.Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)

14.Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)

15.Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)

16.Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)

17.Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)

18.Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)

II. Dari Bani Buwaih:

19.Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)

20.Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)

21.Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)

22.Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)

23.Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)

24.Al-Thai’i Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)

25.Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)

26.Al-Qa’im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)

III. dari Bani Saljuk :

27. Al Mu’tadi Biamrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)

28. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)

29. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)

30. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)

31. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160)

32. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)

33. Al Mustadhi’u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)

34. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)

35. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)

36. al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)

37. Al Mu’tashim Billah ( tahun 640-656 H/1242-1258 M)

Pada masa kepemimpinan al-Mu‘tashim Billah terjadi peristiwa tragis yang menimpa kaum Muslim.

Peristiwa itu adalah serangan tentara Tartar, pada tahun 656 H, ke jantung Ibu Kota Negara Khilafah, di Baghdad.

Tentara Tartar yang dipimpin Hulagu ini menyerang kaum Muslim secara biadab. Perang yang berlangsung selama 40 hari itu, selain berhasil membunuh Khalifah, juga membunuh anak-anak dan pamannya. Sebagian dari mereka ada yang ditawan.

Dikisahkan, tidak seorang pun yang selamat dari pembantaian sadis tentara Tartar, kecuali mereka yang bersembunyi di sumur atau di kolong jembatan. Diperkirakan lebih dari satu juta penduduk menjadi korban kebiadaban pasuka Tartar.

Akibat serangan ini, kaum Muslim tidak memiliki khalifah selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Pada tahun 658 H, tentara Tartar meyeberangi sungai Furat dan mereka sampai di Halb. Di tempat itu mereka menghunus pedang dan melanjutkan perjalanan ke Damaskus. Bersamaan dengan itu, kaum Muslim yang ada di Mesir tengah mengkosolidasikan kekuatan untuk menyongsong tentara Tartar dengan semangat jihad yang membara.

Saat itu, kaum Muslim dipimpin oleh Saifuddin Quthuz al-Mu‘izzi, yang menjadi sultan di Mesir, dengan gelar al-Malik al-Muzhaffar.

Al-Muzhaffar dan panglimanya, Ruknuddin Baybars al-Bandaqadari, memimpin pasukan Islam untuk menyambut serangan orang Tartar. Mereka bertemu di ‘Ayn Jalut. Kedua pasukan ini terlibat dalam pertempuran sengit pada hari Jumat, 15 Ramadhan.

Tentara Tartar akhirnya kalah telak dalam pertempuran yang sangat monumental di dalam catatan sejarah kaum Muslim.

Memasuki tahun 659 H, Dunia Islam belum juga memiliki seorang khalifah.

Akhirnya, didirikanlah kekhilafahan di Mesir. Al-Muntanshir-lah yang diangkat sebagai khalifah pertama Bani Abbasiyah di Mesir.

Dia adalah seorang keturunan Bani Abbasiyah, yang berhasil lolos dari pembantaian tentara Tartar, dan berhasil menyelamatkan diri ke Mesir. Sejak saat itu, pusat kekuasaan Islam berpindah ke Kairo.

Pembaiatan al-Muntanshir sebagai khalifah berlangsung pada tanggal 1 Rajab 659 H.

Para Khalifah masa Abbasiyah yang berpusat di Mesir :

1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M)

2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)

3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)

4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)

5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)

6. al Mu’tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)

7. Al Mutawakkil ‘Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)

8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)

9. Al Mu’tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)

10. Al Mutawakkil ‘Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)

11. Al Musta’in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)

12. Al Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)

13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)

14. Al Qa’im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)

15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)

16. Al Mutawakkil ‘Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)

17. al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)

18. Al Mutawakkil ‘Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)

Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah yang perpusat di Mesir berakhir tahun 918 H. Ini terjadi ketika kondisi politik saat itu sudah sangat tidak stabil. Di samping karena adanya konflik internal, yang menyebabkan persatuan khilafah lemah, juga karena adanya ancaman serangan orang-orang Portugis yang sudah sampai di Luat Merah. Pada saat itu, kekuatan Utsmani yang ada di Turki muncul di bawah pimpinan Sultan Salim. Akhirnya, khalifah Abbasiyah terakhir, al-Mutawakkil ‘Alallah (III) turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada Sultan Salim.

Kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 424 tahun, dari tahun 918-1342 H (1512-1924 M). Khalifah pertamanya adalah Salim al-Ula dan yang terkahir adalah ‘Abdul Majid ats-Tsani. Banyak prestasi yang berhasil diraih Kekhilafahan Utsmaniah, di antaranya adalah penaklukan Konstantinopel. Mereka telah mendatangi Eropa sampai di Austria, lalu mengepungnya lebih dari dua kali. Negeri-negeri Eropa yang berhasil dikuasai antara lain Hungaria, Beograd, Albania, Yunani, Rumania, Serbia, dan Bulgaria. Mereka juga telah menguasai seluruh kepulauan di Laut Tengah dan menariknya ke dalam pangkuan Islam.

Para Khalifah masa Utsmaniyah :

1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)

2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)

3. salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)

4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)

5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)

6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)

7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)

8. ‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)

9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)

10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)

11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)

12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)

13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)

14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)

15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)

16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)

17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)

18. “Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)

19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)

20. ‘Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)

21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)

22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)

23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)

24. ‘Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)

25. “Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)

26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)

27. ‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)

28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H/1909-1918 M)

29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)

30. ‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M

KELEBIHAN AHLI BAYT NABI SAW DENGAN BAHTERA NUH


SUMBER: http://muftiwp.gov.my

IRFANIRSYAD

Soalan:

Apakah status bagi hadis-hadis berikut:

  • Dari Zaid bin ArqamRA, telah bersabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yang berat iaitu Kitab Allah (Al-Quran) dan Ahl al-Baytku (keluargaku). Jika kalian berpegang teguh dengannya maka tidak akan pernah tersesat selama-lamanya. Sungguh keduanya tidak akan pernah saling berpisah hingga kelak akan berjumpa denganku di telaga Al-Haudh”.
  • Aku mendengar sendiri Abu Dzar RA di pintu Kaabah, “Wahai sekalian umat manusia, barangsiapa yang mengenali aku, sungguh aku adalah orang yang kalian kenal dan barangsiapa yang mengingkari aku, ingatlah aku adalah Abu Dzar. Aku telah mendengar Baginda Nabi SAW bersabda: Perumpamaan Ahl al-Baytku seumpama bahtera Nabi Nuh AS. Barangsiapa yang menaikinya, dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya ia akan tenggelam.”

 

Jawapan:

  • Bagi hadis yang pertama, lafaz asal hadis adalah seperti berikut:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ، – كُوفِيٌّ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، قَالَ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، وَالأَعْمَشُ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالاَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنَ الآخَرِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَىَّ الْحَوْضَ فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيهِمَا ‏”‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏

hadis ini telah diriwayatkan oleh:

  • Al-Imam al-Tirmizi di dalam Sunannya (3786) dan (3788) di bawah Kitab al-Manaqib.
  • Al-Imam al-Nasa’ie di dalam Sunan al-Kubra (8148) dan (8464).
  • Al-Hakim di dalam Mustadraknya (4711) seraya berkata: hadis ini sahih sanadnya mengikut syarat al-Bukhari dan Muslim.
  • Dikeluarkan juga oleh al-Imam al-Tabarani di dalam Mu’jam al-Kabir (2678), (2679), (2680), (4980). Di dalam Mu’jam al-Awsat (5536).

5248960544_704e9c8d5f_b

Komentar terhadap hadis:

Syeikh Nasiruddin al-Albani Rahimahullah menghukumkan hadis ini Sahih di dalam Silsilah al-Ahadis al-Sahihah (1750) setelah menilainya dengan jalan-jalan sanad yang lain. Wallahu a’lam.

 

  • Bagi hadis yang kedua, lafaz asalnya adalah seperti berikut:

سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ، يَقُولُ: وَهُوَ آخِذٌ بِبَابِ الْكَعْبَةِ: أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَرَفَنِي فَأَنَا مَنْ عَرَفْتُمْ، وَمَنْ أَنْكَرَنِي فَأَنَا أَبُو ذَرٍّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِينَةِ نُوحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ

hadis ini telah diriwayatkan oleh:

  • Al-Hakim di dalam al-Mustadrak (3312) & (4720). Al-Zahabi di dalam Talkhis mengatakan bahawa salah seorang perawi bagi hadis ini Mufaddhal bin Soleh lemah.
  • Al-Imam al-Bazzar di dalam Musnadnya (5142) dan berkata bahawa hadis ini tidak kami ketahui seorangpun yang meriwayatkannya melainkan Al-Hasan bin Abi Ja’far dan Al-Hasan bukanlah seorang yang kuat (di dalam ilmu hadis) dan kebanyakan ahli ilmu memperkatakan tentangnya.
  • Al-Imam al-Tabarani di dalam Mu’jam al-Kabir (2636), (2638) & (12388). Di dalam Mu’jam al-Awsat (5536) & (5870).

 

Komentar terhadap hadis:

Syeikh Nasiruddin al-Albani Rahimahullah di dalam Silsilah al-Ahadis al-Dho’ifah wa al-Maudhu’ah (4503) menghukumkan hadis ini sebagai Dhoif (lemah). hadis ini, selain diriwayatkan oleh Abi Dzar al-Ghifari RA terdapat juga syawahid yang lain diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas, Abdullah bin al-Zubayr, Abi Sa’id al-Khudri dan Anas bin Malik R.Anhum. Meskipun terdapat jalan periwayatan yang lain, namun kesemua jalan tersebut tidak terlepas daripada kritikan yang mana kesemuanya tersangatlah lemah dan tidak mampu untuk menguatkan antara satu sama lain. Wallahu a’lam.

FENOMENA HUJAN METEOR MENURUT AL QURAN DAN AL HADITH JUGA PENYELIDIKAN AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)


SALIN SEMULA DARI FACEBOOK DAN KREDIT KEPADA : BERKHALIMAH ALLAH

bg-3-angkasa

Ada beberapa ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang meteor, berikut diantaranya,

1. Firman Allah,

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ * وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ * إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Aku telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), ( ) Aku menjaganya dari setiap syaitan yang terkutuk, ( ) kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS. Al-Hijr: 16 – 18).

2. Firman Allah,

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ * لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ * دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ * إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

“Sesungguhnya Aku telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang terang.” (QS. As-Shaffat: 6 – 10).

3. Firman Allah, yang menjelaskan kebiasaan jin mencuri berita dari langit

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا * وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

“Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jin: 8 – 9)

4. Firman Allah menjelaskan fungsi bintang;

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.(QS. Al-Mulk: 5)

171213_vod_orig_meteor_16x9_992

Keterangan Hadis

Beberapa ayat di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa meteor atau bintang jatuh, yang kita saksikan sebagai fenomena langit itu, sejatinya adalah benda langit yang digunakan untuk melempar setan, yang mencoba mencuri berita dari langit. Keterangan yang singkat dari Al-Quran di atas, dijelaskan lebih detail dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى اللَّهُ الْأَمْرَ فِي السَّمَاءِ ضَرَبَتْ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ ، فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا لِلَّذِي قَالَ : الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ . فَيَسْمَعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ وَمُسْتَرِقُ السَّمْعِ هَكَذَا بَعْضُهُ فَوْقَ بَعْضٍ ، فَيَسْمَعُ الْكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ ثُمَّ يُلْقِيهَا الْآخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ حَتَّى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوْ الْكَاهِنِ ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ ، فَيُقَالُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا كَذَا وَكَذَا ؟ فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الْكَلِمَةِ الَّتِي سَمِعَ مِنْ السَّمَاءِ

“Apabila Allah menetapkan suatu ketetapan di langit maka para malaikat mengepakkan sayap mereka karena tunduk terhadap firman-Nya, seperti layaknya suara rantai yang digesek di atas batu. Setelah rasa takut itu dicabut dari hati para malaikat, mereka bertanya-tanya: ‘Apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?’ Malaikat yang mendengar menjawab, ‘Dia berfirman yang benar. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.’ Bisikan malaikat ini didengar oleh jin pencuri berita. Pencuri berita modusnya dengan ‘pundi-pundian’ (jin yang bawah menjadi penopang bagi jin yang di atasnya, bertingkat terus ke atas). Jin yang paling atas mendengar ucapan malaikat, kemudian disampaikan ke jin bawahnya, dan seterusnya, hingga jin yang paling bawah menyampaikannya kepada tukang sihir atau dukun. Terkadang mereka mendapat panah api sebelum dia sampaikan kepada dukun, dan terkadang berhasil disampaikan sebelum terkena panah api. Kemudian dicampur dengan 100 kedustaan. (sehingga ada 1 yang benar). Orang mengatakan, bukankah pak dukun telah mengatakan demikian dan dia benar? Akhirnya sang dukun dibenarkan dengan satu kalimat yang benar yang dicuri dari langit. (HR. Bukhari 4800).

Dalam riwayat Ibnu Hibban, terdapat keterangan,

فربما أدركه الشهاب قبل أن يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه ، وربما لم يدركه الشهاب حتى يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه

“..terkadang dia terkena panah api sebelum menyampaikan kepada jin yang berada di bawahnya, dan terkadang tidak terkena panah api, sehingga berhasil dia sampaikan kepada jin di bawahnya.” (Shahih Ibn Hibban, no. 36).

Selain itu, dalam riwayat Ahmad disebutkan Sababul Wurud, mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadis di atas. Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

حَدَّثَنِي رِجَالٌ مِنَ الْأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُمْ كَانُوا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، إِذْ رُمِيَ بِنَجْمٍ؛ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

“Beberapa orang anshar dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepadaku, bahwa mereka pernah duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam. Tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan.. kemudian Ibnu Abbas menyebutkan hadis selengkapnya.” (HR. Ahmad 1883 dan dinyatakan shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

KETERANGAN ULAMA TAFSIR

Ketika menafsirkan surat Al-Mulk ayat 5, seorang ahli tafsir masa tabi’in, Qatadah rahimahullah, mengatakan,

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلَاثٍ : جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ، وَعَلَامَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا ؛ فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا بِغَيْرِ ذَلِكَ : أَخْطَأَ ، وَأَضَاعَ نَصِيبَهُ ، وَتَكَلَّفَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ

“Allah menciptakan bintang untuk 3 hal: Allah jadikan sebagai penghias langit, sebagai pelempar setan, dan sebagai tanda alam untuk petunjuk arah. Maka siapa yang menggali tentang bintang, selain 3 hal tersebut, dia keliru, menyia-nyiakan jatahnya, dan membebani diri dengan sesuatu yang sama sekali dia tidak memilikimodal ilmu tentangnya.” (HR. Bukhari dalam shahihnya secara muallaq, 4/107).

Yang beliau maksud dengan memahami selain 3 hal tersebut adalah menggunakan memahami bintang untuk astrologi (bukan astronomi), seperti zodiak atau ramalan bintang.

Sementara itu, As-Syaukani menafsirkan firman Allah (yang artinya), ‘Aku jadikan bintang itu sebagai pelempar setan’, beliau mengatakan,

الرجم في اللغة هو الرمي بالحجارة

‘Rajam (pelempar) secara bahasa artinya, melempar dengan batu.’ (Fathul Qadir, 3/179)

Bagaimana dengan Meteorit?

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan, sehingga bisa memahami lebih seksama.

Pertama, bahwa sesungguhnya Al-Quran bukanlah kitab astronomi, bukan pula kitab fisika. Karena itu, anda tidak akan menjumpai penjelasan tentang astronomi atau fisika secara panjang lebar dari Al-Quran. Sebaliknya, Al-Quran adalah firman Allah yang memberikan penjelasan dari sisi syariah, yang bisa jadi tidak dibahas dalam ruang lingkup fisika atau ilmu eksak lainnya. Yang dijelaskan oleh Al-Quran adalah masalah ghaib yang itu di luar jangkauan kajian manusia.

Sebagai orang yang beriman, ketika kita hendak memahami penjelasan syariat yang bisa jadi dianggap tidak masuk akal, sikap yang harus kita kedepankan adalah pasrah dan meyakininya. Bukan ‘ngeyel’ dengan mengingkari dan menolaknya. Karena sesuatu yang tidak masuk akal itu, di luar jangkauan kemampuan nalar manusia.

Ketika Allah memberitakan bahwa komet yang memancarkan cahaya itu adalah bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan, maka sikap yang harus kita kedepankan adalah sami’na wa amannaa, kami dengar dan kami mengimaninya. Meskipun, dalam kajian astronomi atau ilmu falak, semacam ini tidak pernah dibahas.

Kedua, jika kita memahami keterangan ayat dan hadis, serta penjelasan ulama di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya tidak ada pertentangan antara penjelasan syariah dengan kesimpulan ahli astronomi.

Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX tahun 1961 mendefinisikan meteoroid sebagai berikut :

Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.

Ketika memasuki atmosfer sebuah planet, meteoroid akan terpanaskan dan akan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya. Jejak dari gas bercahaya ini disebut sebagai meteor, atau bintang jatuh. Jika sebagian meteoroid ini mencapai tanah, maka akan disebut sebagai meteorit.

Tidak berbeda dengan keterangan di atas. Bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan itu, bisa jadi kemudian masuk ke atmosfer bumi atau bahkan mendarat di bumi dan menjadi meteorit. Dalam fatwa islam dinyatakan

وهذا يعني أن هذه الشهب يقذف بها في جو السماء ، ولا يمنع ذلك من دخولها المجال الجوي للأرض بعد قذف الشيطان ورجمه بها ، وقد تنزل إلى الأرض وتحدث بها تصدعا
وهذا يوافق في الجملة المعنى الشرعي للشهب .

Bintang jatuh yang dilemparkan dari langit, tidak menutup kemungkinan masuk ke atmosfer bumi, setelah digunakan untuk melempar dan merajam setan. Dan terkadang sampai turun di bumi, hingga menimbulkan tumbukan keras. Dan kejadian ini secara umum, sesuai dengan penjelasan syariat. (Fatwa Islam, no. 180866)

Ketiga, beberapa ayat di atas menerangkan bahwa tujuan bintang yang dilemparkan ke arah setan itu, sebagai bentuk penjagaan terhadap berita langit. Ini menunjukkan bahwa fenomena bintang jatuh terjadi secara terus menerus. Karena penjagaan langit, terjadi secara terus menerus. Mengingat, setan selalu berusaha untuk mencuri dengar berita takdir dari langit.

Keterangan ini tidak berbeda dengan realita di lapangan sebagaimana ketarangan ahli astronomi, bahwa meteoroid itu terjadi kapanpun, tanpa batasan waktu yang jelas.

Ini semua memberikan kesimpulan, tidak ada pertentangan, antara penjelasan ilmiah syariah dengan keterangan menurut ahli astronomi tentang meteorit yang sampai ke bumi.

PENDAPAT AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)

KELAB GREENBOC:
Kebenaran Itu Tetap Menang Mengatasi Kebatilan
Jan 25, 2014

Akhir Zaman: Peta Dunia Terbalik, NASA Tak Nafi Matahari Akan Terbit Dari Barat (Lihat GAMBAR)

NASA

Menyampaikan dalam bahasa termudah. Tidak perlu bermadah. Tidak perlu susah. AMARAN! BACA SAHAJA! Persoalan yang bermain di benak seketika anda membaca boleh diletakkan ke tepi dahulu. Perkara yang diberitahu ini adalah perkara yang tidak kita nampak. Masa depan. Masa depan dalam satu jangka waktu yang amat dekat TANPA disedari ramai. BACA dengan SABAR.

PERUBAHAN KUTUB BUMI (POLE SHIFT)

Pada tahun 2007, Medan kutub utara berganjak dari Kanada Utara kearah Siberia di Russia pada kadar 35 batu setahun. Ini bermakna arah kompas berganjak 35 batu menghampiri Russia dalam tahun tersebut. Anjakan kutub bumi ini mengakibatkan jajaran kompas dan arah utara sebenar semakin ketara perbezaannya. Hingga menjadikan arah panduan beberapa landasan kapal terbang tidak lagi terpakai. Ia semakin memberi kesan terhadap kegiatan manusia hinggakan lapangan terbang antarabangsa Tampa di Florida terpaksa mengubahsuai tanda arah di landasan dengan kedudukan yang baru. Lapangan terbang tersebut terpaksa ditutup selama sebulan bagi kerja-kerja pengubahsuaian.

Pergerakan kutub utara ke arah Siberia berlaku kerana cepatnya perubahan magnet pada kerak bumi. Perubahan terkini adalah paling dramatik. Ia bergerak semakin pantas. Kutub bergerak ke timur laut 9 batu setahun pada tahun 1904. Kelajuannya kira-kira 35 batu setahun pada tahun 2007. Ia bergerak sepantas 26 batu sebulan pada tahun 2013. Terkini kepantasannya 1 batu setiap hari!!

Kelajuan pergerakan Kutub makin bertambah Dalam masa 2 tahun kutub ia akan sampai ke Siberia untuk berada di kedudukan 40 darjah. Pada titik ini ia akan meluru merentasi garis Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan. Ini boleh berlaku dalam jangka waktu yang sangat pantas samada beberapa hari atau beberapa jam. Jika ini berlaku, seluruh geografi akan berubah. Ada tempat yang timbul. Ada tempat yang tenggelam. Air akan mencari tempatnya. Ada tempat mengalami banjir. Ada tempat berubah menjadi padang pasir. Amerika selatan khususnya Brazil akan menjadi Kutub Utara manakala India akan menjadi Kutub Selatan. Malaysia dijangka berada sebaris dengan India. Tidak tenggelam tapi membeku. Khatulistiwa pula berada di Antartika.

Peralihan kutub yang semakin pantas membuatkan saintis mengagak keseluruhan medan magnet bumi akan flip di mana kompas yang dahulunya menunjuk ke utara akan beralih arah ke selatan.

Semasa pergerakan flip peralihan kutub dari 40 darjah utara ke 40 darjah selatan pergerakan besar air boleh mencetuskan mega tsunami yang menenggelamkan tempat-tempat sebagaimana yang berlaku kepada Atlantis. Antara negara yang dijangka tenggelam terus ialah India dan Australia Barat. Bandar-bandar ditepi laut akan ditenggelami air. Peta dunia akan berubah dalam masa dua tahun selepas peralihan kutub berlaku. India akan tenggelam terus. Begitu juga Australia barat.

Apabila berlaku flip pada kutub medan magnet bumi akan menjadi lemah. Medan magnet yang kuat melindungi bumi dari kerosakan oleh sinaran matahari. Kini bumi akan lebih terdedah kepada kesan dahsyat akibat gejolak api di matahari, angin solar, ribut surya dan sun spot. Manakala flip juga bakal mengakibatkan berlaku gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tsunami dan taufan yang dahsyat yang belum pernah berlaku sedahsyat itu.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku. Makin hari makin laju. Pergerakan kutub dapat dilihat dengan fenomena berbagai bencana alam yang kerap berlaku.

Bilakah peralihan sepenuhnya kutub akan berlaku? Mengikut anggaran para spekulator, ianya akan berlaku pada tahun 2015 kerana selepas pada itu, pergerakannya dijangka tidak sedrastik kini. Sumber 1. Sumber 2. Sumber 3. Ingat! Hanya Allah yang Maha Mengetahui kerana semuanya adalah perencanaan Ilahi.

BINTANG BEREKOR

Kata Saidina Ali RA mengungkapkan dalam catatannya (Jufr Ahmar), “Kedatangan Al Mahdi akan didahului oleh kemunculan BINTANG yang ekornya menakjubkan, BUKAN seperti bintang yang kamu lihat muncul setiap dua pertiga pada satu dekad dan bukan juga bintang yang muncul pada dua pertiga abad dan bukan juga bintang yang muncul setiap abad. Tetapi ia adalah bintang berabad-abad. Yang diliputi api, udara, salju dan tanah. Ekornya memanjang, kelajuannya seperti kelajuan cahaya matahari ketika menyonsong fajar. Hujung depannya bertemu dengan hujung belakangnya seperti lingkaran raksasa memancarkan sinar terang dalam langit yang gelap seperti matahari yang terbit. Kemudian bintang itu akan kembali beredar pada orbitnya. SETELAH itu akan datang banyak MALAPETAKA dan KEMATIAN yang merupakan keuntungan bagi orang-orang yang baik dan ia merupakan kerugian bagi orang-orang yang jahat”.

Comet ISON (C/2012 S1) was discovered by V. Nevski and A. Novichonok on September 21 2012. The name ISON comes from “International Scientific Optical Network” which is the name of the observatory used to make the discovery. Komet ini memang jarang dijumpai. Teramatlah besar. Jarak dengan bumi pada waktu ini adalah Sun dist: 142,492,558 km [43.3 km/s] Earth dist: 64,977,671 km [47.5 km/s]. Fakta Komet Ison seperti berikut:

1. ISON digelar “ Komet abad ini”

2. ISON akan berada paling hampir dengan matahari pada 28 November 2013.

3. ISON akan berada paling hampir dengan bumi pada 26 Disember 2013

4. ISON dapat dilihat seperti matahari kedua di siang hari.

5. ISON boleh dilihat di waktu siang dan malam.
6. ISON memiliki ekor sepanjang 57,000 Km.

7. ISON adalah komet yang paling mudah dilihat oleh ramai orang.

8. ISON akan dilihat 15 kali ganda kecerahan cahaya bulan.

9. ISON akan menghasilkan ribut suria yang sempurna@perfect Solar Storm.
10. Bumi dijangka akan merempuh debu2 komet ISON dalam jangka waktu pada 12 atau hingga 14 Januari 2014.

Saya percaya ia semakin menghampiri bumi setiap detik, setiap waktu dan setiap saat. Ison telah pun melalui lintasan matahari pada 28 November 2013 dan pada waktu ini Ison menuju ke arah bumi dalam bentuk V. NASA mengeluarkan kenyataan yang komet ini telah hancur atau tidak ada lagi di dalam orbit. NASA dikatakan sengaja mengeluarkan kenyataan ini bagi mengelakkan berlakunya huru-hara sebelum ianya berlaku dan mengharapkan kejadian tersebut tidak berlaku. Tetapi dari satu fakta yang lain, Observatory of Lisbon pula mengeluarkan kenyataan yang fragments ISON akan menghentam bumi.

They claim that fragments of Comet ison will hit earth in December, this based in emulations performed using supercomputer ‘Tiger 2′ and a propietary model. They claim that the when the comet enter the atmosphere of the sun the ice will change state abruptely, turning into a propellant, changing the trajectory of the comet. They claim that the fragments of the comet will spread in the shape of a cone with a base diameter of 300.000 kms , that is the distance of from the earth to the moon. They claim that the comet after crossing the sun will be higly fragmented, fragments ranging from a football to the size of a ship. They say that the propulsion of the ice will change the trajectory of the fragments, causing a shower of cometary fragments that will hit Earth in December.

Bila akan menghentam bumi? Dijangkakan akan berada paling dekat dengan bumi pada 26 Disember 2013. Wallahu’alam. Jika komet (atau apa yang tinggal setelah melalui matahari) tersebut masih tetap ada, maka dunia akan menyaksikan pertunjukan hujan meteor yang terhebat pernah disaksikan seumur hidup. Satu persatu negara akan dihentam komet tersebut. Hujan batu. Hujan batu yang dilemparkan ke atas bumi. Mengingatkan aku akan Surah Ar-Rahmaan.

Ali Adams, seorang yang begitu takjub dengan keajaiban nombor-nombor ganjil membuat kajian pada Surah Ar-Rahmaan di dalam Al-Quran. Kenapa Surah Ar-Rahmaan? Kerana padanya terdapat ungkapan yang disebut berulang-ulang kali sebanyak 31 kali. Apakah ayat itu? ”So which of the favors of your Lord would you deny?; Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?; Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)?” – (Terjemahan Al-Quran:55;13 dalam Sahih Internation, Indonesia & Malay) Ingin tahu metodologi dan apa yang beliau jumpa? Sila klik Quran and 2012 Latest untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kajian yang dijalankan beliau.

Baca ayat ini. “Maka tatkala فَلَمَّا datang جَآءَ KEPUTUSAN Kami أَمْرُنَا, Kami jadikan جَعَلْنَا di ATASnya عٰلِيَهَا ke BAWAHnya سَافِلَهَا , dan Kami hujani وَأَمْطَرْنَا ATASnya عَلَيْهَا BATU حِجَارَةً dari مِّن sijjil (batu MASSIVE/TANAH yang DWARF/ mengkerut menjadi SANGAT PADAT/ dari BESAR menjadi kecil kerana sangat KERAS/massive) سِجِّيلٍ dengan bertubi-tubi مَّنضُودٍ” – Surah Huud; ayat 82. di atasnya ke bawahnya=POLE SHIFT=matahari terbit dari barat. Al-Quran menceritakan bagaimana umat-umat terdahulu telah seksa oleh Allah kerana berlaku fasiq terhadap Allah . Ayat ini mengingatkan kepada kita bahawa perkara yang sama mungkin boleh berulang lagi. Bukankah antara fungsi ayat-ayat Al-Quran adalah itu memperingatkan manusia seluruh alam?

Sila baca ayat ini pula.

“Deem not that Allah is unaware of what the wicked do. He but giveth them a respite till a day when eyes will stare (in terror);

Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyangka Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim; sesungguhnya Dia hanya melambatkan balasan mereka hingga ke suatu hari yang padanya terbeliak kaku pemandangan mereka, (kerana gerun gementar melihat keadaan yang berlaku); Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” [Diterjemahkan ke Sahih International, Malay & Indonesia; Surah Ibrahim – Ayat 42 (14:42)] Ingin melihat sendiri terjemahannya? Slik klik sini. Apa yang cuba disampaikan oleh Allah di dalam ayat ini? Allah mengingatkan kita bahawa akan tiba satu hari yang mana mata-mata mereka yang berlaku zalim akan terbeliak besar. Terbeliak besar kenapa? Akan satu KEJADIAN. Kejadian apa? MUNGKIN hujan meteor. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for three days of darkness – Nostradamus. Dapat difahamkan bahawa Nostradamus percaya bahawa pada tika dan waktunya berlaku pole-shift di planet bumi adalah apabila berlakunya planet alignment di antara planet-planet seperti berikut: i)Jupiter – Earth – Venus; ii)Mars – Moon – Earth dan; iii) Earth – Sun – Mercury. Bumi akan menjadi paksi kepada ketiga-tiga penjajaran tersebut. Maka atas fahaman inilah Nostradamus percaya akan berlakunya pole-shift di bumi. Bila anda tanya? Pada waktu dan sekarang ini, penjajaran antara planet-planet tersebut akan/sedang/telah pun berlaku – mengikut pada waktu anda membaca artikel ini. Boleh dilihat sendiri dengan jelas di sini. Subhanallah. Segalanya beredar atas paksi sendiri pada saat, minit dan jam yang anda saksikan di situ. Seperti yang telah diperjelaskan, keadaan ini sudah dan sedang terjadi cuma masih belum lengkap. Nostradamus mungkin meramalkan pada waktu lengkapnya pole shift berlaku pada bumi adalah pada waktu penjajaran tersebut. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for THREE days of darkness – Nostradamus

Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah SWT dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yang percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada orang yang bersekutu dengan Dajjal. Manakala penduduk yang tidak mahu bersukutu dengan Dajjal, mereka akan tetap berada dalam kebuluran dan kesusahan. Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah SAW bertanya: ”Jadi apa yang dimakan oleh orang Islam yang beriman pada hari itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” (Hadis Riwayat Ibnu Majjah)

Apakah persamaan antara keduanya? Ya. Nombor 3. KEBETULAN? Walau apa pun jua, kita sebagai umat Islam seharusnya wajib mempercayai akan kata-kata dari Baginda melebihi kata-kata Nostradamus meskipun beliau amat terkenal dengan ketepatan beliau meramal masa hadapan.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhubahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.[4] Shahih Al-Bukhariy, Kitaabur-Riqaaq (11/352 – bersama Al-Fath) dan Shahih Muslim,Kitaabul-Iimaan, Baab Az-Zamani Alladzii laa Yuqbalu fiihil-Iiman (2/194 – bersama Syarh An-Nawawiy).

*Penulis tiada niat untuk menakut-nakutkan pembaca tetapi penulis hanya sekadar ingin berkongsi dan mengingatkan diri dan pembaca bahawa hari kiamat itu sememangnya amat hampir. Setiap hari, setiap detik, setiap saat, setiap jam yang belalu membawa kita hampir ke sana. Mungkin ada yang salah faham yang menganggap tulisan ini adalah mengenai hari kiamat. Diperjelaskan, yang dikongsikan di sini bukanlah mengenai hari kiamat. Segala yang berkaitan dengan hari kiamat adalah rahsia Allah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

“Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dialah sahaja; dan ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.” (surah al-An’am, ayat 59).

“Bilakah masa datangnya?”, katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku, tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia. (Huru-hara) hari Kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi; ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut.” Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (surah al-A’raf, ayat 187).

Yang cuba disampaikan oleh penulis adalah tanda-tanda besar kiamat yang semakin menghampiri kita melalui tanda-tanda yang telah diperjelaskan. Tidak perlu rasanya memperjelaskan tanda-tanda kecil kiamat kerana semuanya telah berlaku. Kenapa penulis berkata sedemikian? Tolong TUNJUKKAN SATU PERKARA YANG ALLAH HARAMKAN, MASIH KEKAL HARAM sehingga ke hari ini. TIDAK ADA. Tanda-tanda besar inilah secara kronologinya akan merungkai satu persatu-satu yang pernah disebutkan Baginda Rasulullah seperti munculnya matahari dari barat, Dajjal, binatang, asap, gempa bumi di barat dan lain-lain sebelum tibanya Hari Pembalasan.

Al-Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku menghafal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebuah hadits yang aku tidak lupa setelahnya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Sesungguhnya tanda-tanda (besar hari kiamat) pertama yang akan muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat”. Musnad Ahmad (11/110-111 no. 6881) tahqiq Ahmad Syaakir, dan Shahih Muslim, Kitaabul-Fitan, Baab Dzikrid-Dajjaal (18/77-78 – bersama Syarh An-Nawawiy).

Sekali pun tidak berlaku pada masa dan waktu yang diramalkan, setidak-tidaknya kita boleh jadikan ini sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi menjadikan diri lebih bersedia secara mental apabila bertemu dengan saat yang sukar kelak. Wallahu’alam.

“Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): “Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri”. “Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”. “And [when] the true promise has approached; then suddenly the eyes of those who disbelieved will be staring [in horror, while they say], “O woe to us; we had been unmindful of this; rather, we were wrongdoers.” (Terjemahan Surah Al-’Anbya’; 97 dalam Melayu, Indonesia & Shahih International) Ayat ini mengingatkan kita supaya TIDAK MENJADI SEORANG YANG LALAI. Lalai daripada apa? Memikirkan PERKARA INI. Perkara apa? HARI KIAMAT YANG SEMAKIN HAMPIR. Jika lalai? Maka tergolonglah sebagai mereka yang MENGANIAYA dan MENZALIMI diri mereka sendiri. Wallahu’alam.

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa: “Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya. Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya,

“Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab,

“Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.” (Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim) –

Seorang pendakwah terkenal tanah air menceritakan sesuatu mengenai bani tamim. Siapa dan apa yang diceritakan? Ingin tahu- Semak bloger/mimmelayu.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dari ku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari).

KEDUDUKAN MALAYSIA BERALIH KE KUTUB SELATAN PADA 2015 ? (TAHUN INI)

KEBANYAKAN media sosial dan blogger kini sibuk memperkatakan fenomena pelik yang berlaku di seluruh dunia dan didakwa sebagai tanda awal kiamat.

Negara beriklim tropika dan panas mula menerima kesan akibat perubahan cuaca mendadak pada tahun ini dan sebahagian kawasan seperti Mesir serta Vietnam turut dilitupi salji tebal.

Perubahan magnet pada kerak bumi menyebabkan Kutub Utara bergerak dengan lebih cepat ke arah Siberia untuk berada pada kedudukan 40 darjah.

Beberapa kajian mendapati pergerakan itu berlaku semakin laju iaitu pada jarak 42 km sebulan dan dianggarkan berganjak sebanyak 2 km sehari pada 2013.

Ia merentasi garisan Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan.

Jika keadaan itu berlaku, seluruh permukaan bumi berkemungkinan akan berubah seperti dipaparkan dalam filem sains fiksyen berjudul ‘2012’.

Paling memeranjatkan, kawasan Amerika Selatan terutamanya Brazil didakwa akan menjadi Kutub Utara manakala India menjadi Kutub Selatan.

Bagaimana dengan nasib Malaysia? Ia dikatakan akan membeku dan berada sebaris dengan India, sekali gus meletakkan garisan Khatulistiwa berada di Antartika.

Bandar pesisir pantai bakal tenggelam dan Australia Barat dipercayai turut mengalami nasib sama serta setengah negara mengalami waktu siang atau malam lebih panjang.

Fenomena medan kutub bumi menyongsang dikhuatiri mengakibatkan bencana alam lebih dahsyat seperti taufan, gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Selain itu, ia juga akan memberi kesan besar kepada ekosistem dan migrasi haiwan yang selama ini bergantung kepada perubahan musim dan iklim di sesuatu kawasan.

Medan magnet bumi juga akan menjadi lemah dan terdedah kepada fenomena ribut suria serta sinaran kosmik iaitu partikel bertenaga tinggi dan gelombang elektromagnet dari angkasa lepas.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku dan ia boleh dilihat menerusi kejadian bencana alam yang didakwa berpunca daripada pemanasan global dan perubahan iklim secara mendadak sejak akhir-akhir ini.

Pelbagai teori didedahkan menyebabkan saintis menganggarkan medan magnet akan menyongsang dalam tempoh dua tahun lagi berdasarkan pergerakan kutub yang semakin laju.

Adakah keadaan itu akan berlaku atau ia hanya sebuah lagi spekulasi seperti ramalan kiamat 2012 yang digembar-gemburkan pada tahun lalu?

KIAMAT MENURUT ISLAM

Beberapa hadis dan ayat al-Quran ada menjelaskan persoalan mengenai hari kiamat:

Ibnu Umar RA berkata, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan ALLAH iaitu:

1) Tiada mengetahui apa tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan ALLAH.

2) Tiada siapa mengetahui apa akan terjadi esok hari melainkan ALLAH.

3) Tiada seorang pun mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan ALLAH.

4) Tiada seorang pun mengetahui di negeri mana dia akan mati melainkan ALLAH.

5) Tiada yang mengetahui bila kiamat akan terjadi melainkan ALLAH.
(Hadis Riwayat Bukhari)

Adakah fenomena pelik melibatkan perubahan ekstrem cuaca dunia dan bencana alam dahsyat adalah satu peringatan atau petanda kepada manusia di akhir zaman?

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara iaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.’
(Hadis Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Sebagai orang Islam, kita wajib percaya bahawa hari kiamat merupakan Rukun Iman ke- 5 akan tiba seperti diterangkan dalam al-Quran.

ALLAH SWT berfirman :Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi ALLAH, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Surah Al-A’raf, Ayat 187)

Dan juga pada ayat:Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi ALLAH.” Dan tahukah kamu (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Surah Al-Ahzab, Ayat 63).

Firmanullah di dalam Surah Ali Imran ayat 191

“orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

SALAM. Perbanyakkan bersujud kehadapan Allah Yang Maha Berkuasa dan Berselawat, Bersedekah dan Berdoa kepada Allah. Aamiin Rab’bal Alamin.

InsyaAllah.

HUKUM SUAMI ABAIKAN NAFKAH KEPADA ISTERI DAN ANAK-ANAK


Kewajiban Suami Kepada Isteri

BERDOSA JIKA SUAMI ABAIKAN NAFKAH KEPADA ISTERI DAN ANAK-ANAK.

Nafkah adalah suatu kewajipan suami kepada isteri yang tidak boleh dinafikan yang dinyatakan dlm al-quran dan hadis.

Jika suami mengabaikan nafkah merupakan dosa besar kepada Allah, boleh didakwa sama ada di dlm dunia @ di akhirat.

Surah Al-Baqarah : 233

Allah berfirman: “Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun genap iaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu dan kewajipan bapa pula ialah memberi makan dan pakaian kepada ibu itu menurut cara yang sepatutnyaTidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita kerana anaknya dan (jangan juga menjadikan) seseorang bapa itu menderita kerana anaknya dan waris juga menanggung kewajipan yang tersebut (jika si bapa tiada). Kemudian jika keduanya (suami isteri) mahu menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu mahu beri itu dengan cara yang patut dan bertakwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apa jua yang kamu lakukan. “

Maka, Nafkah zahir dan batin wajib diberikan kepada isteri dan ahli keluarganya dgn cara yang terbaik.

Pandangan ahli Feqah, Ibnu Qudamah : Nafkah ini ialah sesuatu yang dibelanjakan oleh suami utk melengkapkan apa sahaja keperluan isteri termasuk dlm aspek makan minum dan pakaian.

Kata Imam Nawawi : Nafkah ini ialah makanan dan pakaian mengikut musim. Nafkah ini termasuk rumah, tempat tinggal dan tempat isteri utk duduk (sofa) dan selimut untuk isteri tido.

Nafkah mengikut ajaran Islam adalah mengikut kemampuan suami.

Pesanan Allah kepada para suami, jika suami mberi nafkah kepada isteri, suami akan mendpt ganjaran pahala yang besar di sisi Allah. Jgn susah ditimpa kemiskinan, Allah akan beri rezeki utk mereka yang mengeluarkan nafkah utk tangungan ahli keluarga.

Suatu Hadis ada menyatakan kalo belanjakan harta kepada isteri dan anak2 spt pahala lebih besar drpd fisabilillah.

Surah Al-Baqarah : 231
Dan apabila kamu menceraikan isteri-isteri (kamu) kemudian mereka (hampir) habis tempoh idahnya maka bolehlah kamu pegang mereka (rujuk) dengan cara yang baik atau lepaskan mereka dengan cara yang baik. Dan janganlah kamu pegang mereka (rujuk semula) dengan maksud memberi mudarat, kerana kamu hendak melakukan kezaliman (terhadap mereka) dan sesiapa yang melakukan demikian maka sesungguhnya dia menganiaya dirinya sendiri dan janganlah kamu menjadikan ayat-ayat hukum Allah itu sebagai ejek-ejekan (dan permainan) dan kenanglah nikmat Allah yang diberikan kepada kamu, (dan kenanglah) apa yang diturunkan kepada kamu iaitu Kitab (Al-Quran) dan ilmu hikmat, untuk memberi pengajaran kepada kamu dengannya. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah: Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Di mana Allah pesan jgn buat aniaya kepada isteri. Barangsiapa yang mbuat aniaya thdp isteri, dia telah melakukan kezaliman. Suami yang melakukan kezaliman terhadap isteri akan mendapat seksaan drpd Allah s.w.t.

Punca keabaian nafkah di kalangan suami terhadap isteri.
1. Suami rasa cukup sekadar berkahwin dan biarkan begitu sahaja.
2. Kekurangan pengetahuan undamg2.
3. Keliru dgn Keutamaan.

Hadis Nabi : Satu dinar yang diberikan kepada isteri adalah lebih utama drpd satu dinar yang disumbangkan ke jalan fisabillah.
4. Emosi. Apabila matlamat perkahwinan tak dicapai. maka, para suami mengambil tindakan drastik menahan segala nafkah bila emosi menguasai diri. Jika suami menyekat nafkah isteri dan anak2 maka Allah menjanjikan suami itu akan dibenamkan tujuh petala langit ke dlm bumi.
Undang2 Enakmen keluarga Islam seksyen 49 menyebut mahkamah memanggil @ menyeret mana2 suami yang mengabaikan nafkah terhadap isteri.

Hindun, isteri Abu Sufian mengadu pada mengadu kepada Rasulullah suaminya, Abu Sufian sgt kedekut dan bakhil (tidak memberi nafkah yang cukup kepadanya dan anak-anaknya). Lalu Hindun memberitahu Rasulullah yang dia telah mengambil duit drpd kocek suaminya tanpa pengetahuan suaminya. Rasulullah senyum dan meyuruh Hindun mengambil harta Abu Sufian untuk nafkah dan anak-anaknya dengan secukupnya.

Apabila isteri nusyuz kepada suami maka gugurlah hak bekas isteri terhadap nafkah.
Nafkah anak2 lelaki hendaklah smp dia bole berdikari (bekerja)
Nafkah anak2 perempuan sehingga anaknya kahwin.

Apabila suami mengabaikan nafkah, ia akan memberikan kesan buruk di dunia dan di akhirat, suami itu juga tidak akan hidup bahagia dan anak2 tidak mendpt role model yang terbaik drpd bapa mereka.

Kesan bapa yang mengabaikan tanggungjawab nafkah terhadap anak2
1. Anak2 akan membesar dgn emosi yang tidak stabil.
2. Anak2 lelaki akan membesar terbawa2 sikap tak btanggungjawab bapanya itu.
2. Anak2 perempuan akan membesar dengan rasa benci terhadap kekejaman lelaki. Akhirnya wanita yang membesar tanpa belaian kasih sayang yang secukupnya dr bapanya, mereka ini benci pd lelaki dan benci pd perkahwinan.
kemungkinan bole dendam pd lelaki @ terjebak pada gejala sosial.

Di akhirat nanti, isteri dan anak2 yang menjadi mangsa yang dizalimi oleh suami @ bapa yang tidak bertanggungjawab dlm pengabaian nafkah akan menuntut di depan Allah s.w.t.

Wanita perlu sentiasa meningkatkan ilmu untuk mendapatkan maklumat.

Rasulullah bersabda, “Ingatlah wahai lelaki, besarlah amanah (tanggungjawab) kamu terutama dlm urusan wanita.”

Dari Abu Hurairah r.a, katanya: Rasulullah s.a.w bersabda;”sebuah dinar yang engkau belanjakan untuk perjuangan fisabilillah, sebuah dinar yang engkau belanjakan untuk seseorang hambasahaya(untuk dimerdekakan), sebuah dinar yang engkau sedekahkan kepada seseorang miskin, dan sebuah dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang terbesar pahalanya ialah yang engkau nafkahkan kepada ahli keluargamu itu.”(Riwayat Muslim).

Sahabat Nabi, Muawiyah Al-Khusairi bertanya kepada Rasulullah, ” Apa yang kita kena buat pada isteri kami.” Maka Rasulullah berkata, “Apa yang kamu makan, bagi isteri kamu makan. Beri pakaian apa yang kamu pakai, jangan memukul mereka, jgn mengejek dan menghina mereka.

Suami 6P
1. Pemimpin
2. Pembimbing
3. Pelindung
4. Penasihat
5. Pemberi nafkah
6. Pengasih dan penyayang.

Doa agar dipermudahkan rezeki : Surah Al-Mumtahanah Ayat 4
“Wahai Tuhan kami! Kepada Engkaulah sahaja kami berserah diri dan kepada Engkaulah kami rujuk bertaubat, serta kepada Engkaulah jua tempat kembali!”

Doa agar hbgn menjadi baik sesama ahli kelurga, suami isteri, anak2, ibubapa dan jiran tetangga :

Surah Al-Hasyri Ayat 10: “Wahai Tuhan Kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah belas kasihan dan rahmatMu”

Sesungguhnya suami yang abai nafkah ini, merupakan suatu dosa besar, dunia pun sengsara, akhirat akan menderita.

Sumber : In My Mind

KEUTAMAAN MEMBACA AL QURAN


alquran-adalah-kitab-suci-yang-meliputi-semua-hal-yang-_140728203802-477

Al-quran adalah kitab umat Islam yang sungguh mulia dan agung. Didalamnya terdapat banyak sekali perkara-perkara kehidupan manusia, mulai dari Ilmu, hukum, etika, sejarah, dan masih banyak lagi.

Dengan membacanya, maka Allah akan memberikan banyak pahala serta kesejahteraan rohani dalam diri kita. Mungkin kita tidak menyadari, setiap lantunan ayat Al-quran yang keluar dari mulut yang membaca al-qur’an, maka malaikat berdoa kepada Allah agar mengampuni dosanya.

Di dalam Ensiklopedia Britanica disebutkan, bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang paling luas untuk dibaca di atas bumi ini. Berangkat dari sinilah datang berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasul yang memerintahkan membaca dan menganjurkannya, telah disiapkan pahala yang melimpah dan agung karenanya. Membacanya dinilai Allah sebagai ibadah. Pahala yang dihitung bukan perkata atau perayat, namun perhuruf.Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka dia mendapatkan satu pahala, dan satu kebaikan itu berlipat sepuluh kebaikan yang serupa. Aku tidak mengatakan, ‘Alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf,”(Diriwayatkan At-Tirmidzy)

Jamaah yang dirahmati Allah swt…

Beberapa keutamaan membaca Al-qur’an adalah

  1. Manusia yang terbaik.

Dari `Utsman bin `Affan, dari Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.

  1. Dikumpulkan bersama para Malaikat.

Dari `Aisyah r.a. berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi.

  1. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.

Dari Abu Umamah Al Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda :

 “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.

  1. Kenikmatan tiada tara

Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.

  1. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga

Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.

Jamaah yang dirahmati Allah swt…

Sedangkan  beberapa hikmah dan keajaiban ketika Kita membaca Al-quran, yaitu:

  1. Al-quran dapat membuat hati menjadi lebih sejuk. Allah swt. menurunkan Kitab-Nya yang abadi agar ia dibaca lisan, didengarkan telinga, dipikirkan akal dan agar hati menjadi tenang karenanya. Beban kehidupan serta aktivitas yang padat yang terus mengikat pikiran seakan lepas dan hilang begitu saja. Kehidupanpun menjadi lebih mantap dan terarah karena Al-quran mengajarkan Hikmah dan Ukhuwah.
  2. Al-quran obat hati yang paling mujarab.Ketika kita depresi, pikiran selalu terarah pada hutang-hutang yang menumpuk, deadline yang selalu menjempit waktu, atau kita stress sekalipun, dengan membaca Al-quran perlahan air sejuk sirami hati kita yang gundah. Aliran darah di otak kita seakan tanpa hambatan, bebas mengalir sehingga pikiran kita menjadi lebih jernih.
  3. Al-quran penyehat jasmani.Sebagian besar muslim tak menyadari bahkan terkesan acuh terhadap manfaat al-quran bagi kesehatan tubuh. Ketika mata kita menatap baris-baris ayat Al-quran, saat itu pula kinerja pupil dan retina menjadi ekstra lebih kuat dan tajam. Apalagi jika kita sangat menghayati dan menangis ketika membaca Al-quran, mata kita menjadi lebih segar dan bersih karena kotoran yang menempel pada kelopak ikut tersapu oleh air mata. Tak heran, orang yang sering baca Al-quran matanya lebih sehat ketimbang orang yang sering baca buku.

Ada beberapa penelitian yang mendukung keajaiban bacaan Al-qur’an ini:

  1. Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
  2. Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
  3. Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran juga bisa mempengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman.

Source :

http://pinkqu.blogspot.co.id/2013/12/ceramah-keutamaan-membaca-al-quran.html

http://www.wajibbaca.com/2017/03/efek-baca-al-quran-rumah-wangi-dan.html

ORIENTALIS BARAT ADA NIAT TERSIRAT MENYESATKAN UMAT ISLAM


Oleh: Mohamad Sofee Razak

UMAT Islam kini berdepan dengan serangan secara terancang sama ada secara fizikal dan minda. Usaha musuh untuk menjatuhkan Islam dan menyesatkan umatnya ini tidak pernah luntur sejak sekian lama. Mereka akan melakukan apa saja bagi memastikan Islam dan umatnya terus berada di landasan yang salah dalam melaksanakan propaganda supaya arahan, kewajipan dan amalan agama diragui dan ditinggalkan penganutnya sendiri.

Ini yang sedang dan sudah dilakukan golongan bijak pandai bukan Islam. Golongan orientalis yang secara ilmiah dan melalui hujah akademik menyerang pemikiran masyarakat Islam supaya mereka berasa sangsi dan tidak yakin dengan segala ajaran serta tuntutan agama yang disyariatkan.

Keadaan ini kesinambungan dan bukti bahawa sejak dulu, orientalis komited menyerang agama Islam melalui tulisan dan perbincangan akademik sama ada dalam atau luar pusat pengajian tinggi yang boleh didapati di dalam banyak saluran seperti tesis, buku, jurnal, majalah dan tulisan di internet.

Serangan golongan orientalis dan pendokongnya terdiri daripada kalangan intelektual dan sarjana adalah dalam pelbagai bentuk dan saluran termasuk mempertikaikan kesahihan kitab suci al-Quran serta terjemahannya; riwayat hadis, sunnah dan sirah Rasulullah; mempersenda tradisi penulisan buku ilmiah karangan ulama muktabar; tidak relevan kaedah fiqh dan sebagainya.

Melalui metodologi ilmiah, wacana, dialog dan penulisan akademik. Mereka cuba menimbulkan keraguan, kelemahan dan mencari kesilapan atau kelonggaran yang mungkin berlaku dalam penulisan karya agung ulama dan pemikir Islam terdahulu di mana keadaan ini sedikit sebanyak turut mempengaruhi budaya, pemikiran, tindak tanduk, kritikan dan kepercayaan sebahagian umat Islam yang terdedah dengan agenda mereka secara sedar atau sebaliknya, terutama melalui pembacaan bahan penulisan atau penerbitan dalam dan luar negara.

Dr. Atikullah Abdullah

Menurut Dr Atikullah Abdullah dalam makalah bertajuk Orientalis Timbulkan Was-Was Terhadap Islam, perkataan orientalis mempunyai banyak makna dan menurut sarjana besar seperti Edward W Said dalam magnum opusnya Orientalism di mana orientalis merujuk kepada sesiapa saja khususnya orang Barat yang mengajar, menulis atau mengkaji mengenai hal ehwal Timur.

Dalam pengertian khusus, orientalisme lebih merujuk kepada gerakan pengkajian hal ehwal Islam dan masyarakat Muslim oleh orang Barat sama ada dengan tujuan ilmiah semata-mata atau keagamaan dan politik. Terdapat pelbagai tujuan dan misi gerakan orientalis ini yang antaranya meliputi aspek keagamaan, akademik, perniagaan, ekonomi dan politik.

Menurut Mahmud Hamdi Zaqzuq pula, orientalis adalah mereka yang mengkaji Islam atas nama akademik tetapi terselit niat jahat untuk memasukkan jarum mereka bagi mengelirukan masyarakat Islam mengenai agama mereka dan golongan ini kebanyakannya terdiri daripada kakitangan gereja.

Mahmud Hamdi Zaqzuq

Ada orientalis yang hanya mencari upah membuat kajian untuk kepentingan negara mereka sama ada dari segi ekonomi, penjajahan politik dan sebagainya. Keadaan ini banyak berlaku ketika zaman penjajahan ketika emperialisme British dan Belanda.

Golongan ketiga ialah orientalis yang mengkaji Islam secara objektif dan mereka berpegang kepada prinsip akademik yang hanya berminat mencari fakta kebenaran seperti Edward William Lane yang menghasilkan kamus Arabic-English Lexicon diiktiraf sebagai sangat berautoriti dalam nahu Arab dan dirujuk oleh pakar nahu Arab sendiri.

Di samping itu, orientalis AJ Wensink menghasilkan Mu’jam al-Hadith al-Nabawiyy iaitu sebuah karya lengkap dan sangat bermanfaat untuk pengkaji dan pencari asal-usul sesuatu hadis. Namun begitu, sebahagian besar mereka dilihat aktif memainkan peranan meracuni pemikiran umat Islam agar tidak kuat berpegang kepada ajaran Islam, jika tidak meninggalkannya terus.

Sumber: Institut Al-Qayyim

AIDILFITRI – ANTARA ADAT DAN IBADAT


Hari Raya Aidil Fitri akan menjelang kembali. Ia disambut berulang-ulang pada tiap-tiap tahun dan disyariatkan oleh Allah s.w.t. untuk Umat Islam merayakannya. Ianya disambut menandakan kesyukuran Umat Islam di atas kejayaan mereka melaksanakan fardu puasa sepanjang bulan Ramadan dan menandakan kemenangan mereka dalam perjuangan menahan hawa nafsu dari perkara-perkara yang ditegah di dalam bulan puasa.

Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud:

Bagi orang yang berpuasa itu dua kegembiraan, pertama kegembiraan ketika mereka berbuka dan kedua kegembiraan mereka ketika bertemu dengan Tuhannya yang Maha Pemurah.

Umat Islam merayakan Hari Raya ini dengan penuh kesyukuran dan dengan pelbagai jenis amal bakti yang diredai oleh Allah s.w.t. di antaranya sembahyang Hari Raya, ziarah menziarahi di antara sesama mereka, bersedekah dan lain-lain lagi.

Kemuliaan Aidil Fitri diterangkan oleh Allah di dalam Al-Quran dan oleh Rasulullah di dalam beberapa hadisnya. Oleh kerana itu kita Umat Islam amat digalakkan untuk menghidupkan Malam Hari Raya sama ada Hari Raya Puasa atau Hari Raya Korban. Sehubungan dengan ini Allah berfirman di dalam Al Quran, ertinya: “

Dan supaya kamu cukupkan bilangan puasa sebulan Ramadhan dan supaya kamu membesarkan Allah dengan Takbir dan Tahmid serta Takdis kerana mendapat petunjukNya dan supaya kamu bersyukur.

Kemuliaan Hari Raya juga diterangkan di dalam Hadis seperti sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: Daripada Umamah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda

Barangsiapa mengerjakan amal ibadah pada malam Hari Raya Aidilfitri dengan mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak akan mati pada hari kiamat sebagai matinya hati orang-orang kafir yang ingkar pada hari kiamat.

Daripada hadis di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa Hari Raya satu perkara yang disyarakkan dalam Islam dan pada Hari Kiamat kelak orang-orang yang beriman dan beramal soleh hatinya hidup bahagia dan gembira kerana berjaya mendapat balasan yang baik dan keredaan Allah SWT hasil daripada amal-amal kebajikan yang mereka kerjakan di dunia seperti berpuasa di bulan Ramadhan. Sebaliknya orang yang kufur dan ingkar hatinya mati mereka hampa dan kecewa pada hari itu kerana dimurkai oleh Allah dan mereka ditimpa dengan seburuk-buruk balasan.

Terdapat juga hadis-hadis yang lain yang menceritakan tentang menghidupkan malam Hari Raya seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tabrani r.a. yang bermaksud:

Barangsiapa menghayati malam Hari Raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya Aidil Adha dengan amal ibadah sedang dia mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak akan mati seperti hati orang-orang kafir.

Umat Islam digalakkan menyambut Hari Raya Aidil Fitri dengan tahmid sebagai bersyukur kepada Allah bersempena dengan hari yang mulia itu. Ini diterangkan di dalam Al-Quran dan juga di dalam hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Maksudnya :”Hiasilah Hari Raya kamu dengan Takbir dan Tahmid.” dan daripada Anas r.a.:

Hiasilah kedua-dua Hari Raya kamu iaitu Hari Raya Puasa dan juga Hari Raya Korban dengan Takbir, Tahmid dan Taqdis.”

Walaubagaimanapun kekeliruan terhadap Aidil Fitri di kalangan umat Islam menyebabkan hari ibadah sudah bertukar menjadi tradisi, hampir menyamai tradisi kaum lain yang menyambut hari raya mereka yang merupakan pesta atau majlis hiburan.

Marilah kita hidupkan malam Aidil Fitri dengan ibadah bukan dengan gelaktawa dan hiburan. Bergembira di hari raya selalu disalah ertikan. Kita sepatutnya gembira dengan menunjukkan kesyukuran dan membesarkan Allah dengan takbir dan tahmid. Bukan dengan muzik dan bunyian mercun.

Bagi meyambut hari kebesaran ini, ramai yang bertakbir tetapi tidak ramai yang berusaha menghayati lafaz-lafaz dalam takbir dan tahmid itu walaupun diulang-ulang setiap kali tibanya hari raya. Penghayatan dan kemanisan lafaz-lafaz itu tidak dapat dirasai.

Maksud takbir :

Allah maha besar. Tiada tuhan melainkan Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, dengan ikhlas untuk agama (Islam), walaupun dibenci oleh golongan yang menyekutukan Allah.

“Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa yang benar janji-Nya, yang memuliakan tentera-tenteraNya tentera Muslimin) yang menolong hamba-Nya (dengan) mengalahkan tentera Ahzab (tentera bersekutu yang diketuai oleh kaum musyrikin serta kaum Yahudi dan Nasrani) dengan keesaan-Nya.”

“Tiada tuhan melainkan Allah yang Maha Besar Allah Yang Maha Besar dan untuk Allah-lah segala puji-pujian.”

Allahu ‘alam
– Mursal_Mujmal-
Persatuan Pelajar Malaysia Yaman

%d bloggers like this: