ADAB DAN DOA MINUM AIR ZAM ZAM


air-zamzam

Umat Islam percaya bahawa air zam-zam adalah kurniaan dan rahmat dari Allah سبحانه وتعالى. Air zam-zam mampu menghilangkan dahaga dan kelaparan. Itulah sebabnya jemaah umrah dan haji disunatkan meminum air zam-zam sepuas-puasnya terutama selepas melakukan ibadah tawaf.

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ ada bersabda: “Perbezaan antara kita dan orang ramai (kaum munafik) adalah mereka itu tidak suka meneguk (minum) air zam-zam.” (Hadis riwayat Addara Qutni dan lbnu Majah).

  1. Adab Meminum Air Zam-Zam

Adab ketika minum air zam-zam  itu sebagaimana yang disebutkan oleh sebahagian Fuqaha adalah termasuk dalam hukum sunat, antaranya:

  1. Menghadap kiblat
  2. Membaca Bismillah sebelum minum.
  3. Minum air zam-zam dengan niat ikhlas.
  4.  Jangan minum dengan sekali teguk sehingga habis
  5. Minum sebanyak tiga kali dan diselangi bernafas di luar bekas minuman, kemudian baru teguk lagi.
  6. Setiap kali mengambil nafas ketika minum air zam-zam, melihat ke arah Kaabah/kiblat.
  7. Minumlah air zam-zam sehingga kenyang kerana orang munafiq tidak meminumnya sehingga kenyang.
  8. Sesudah minum, ucapkan pujian kepada Allah سبحانه وتعالى (baca Alhamdulillah).
  9. Memperbanyakkan doa ketika minum dan mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat.

 

 

Hadis Ibnu Majah

Adab minum air zam-zam ini juga sebagaimana disebutkan dalam hadis oleh Ibnu Majah:

Daripada Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Bakr, katanya: “Ketika aku duduk di sisi Ibnu ‘Abbas datang seorang lelaki kepadanya, lalu berkata Ibnu ‘Abbas: “Dari mana engkau datang?”
Lelaki itu berkata: “Dari perigi zam-zam.”

Ibnu Abbas berkata: “Apakah engkau minum dari perigi itu sebagaimana yang sepatutnya.”

Lelaki itu berkata: “Bagaimana?”
Ibnu Abbas berkata: “Apabila engkau minum air zam-zam, maka menghadaplah ke kiblat, sebut nama Allah سبحانه وتعالى dan bernafaslah tiga kali (waktu minum). Minumlah air zam-zam sehingga kenyang dan jika sudah selesai maka pujilah Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya tanda yang membezakan antara kita dengan orang-orang munafiq, sesungguhnya mereka tidak minum air zam-zam itu sehingga kenyang.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Ibnu Abbas menjelaskan: “Apabila minum air zam-zam hendaklah menghadap kiblat, sebutkan nama Allah (baca Bismillah) dan bernafas di luar bekas minuman, kemudian baru teguk lagi dan (sesudah selesai minum) ucapkan pujian kepada Allah سبحانه وتعالى (baca Alhamdulillah).”

Adab Mengambil Air Zam-Zam

  1. Sunat melihat dan masuk ke tempat perigi zam-zam.
  2. Sunat menggunakan timba bagi mengambil air lalu meminumnya.
  3. Merenjiskan air zam-zam ke kepala, muka dan dada.

Kini setelah proses pemodenan dan didirikan kilang pembotolan, orang awam tidak lagi dibenarkan mengambil dan memasuki ke kawasan sebenar telaga zam-zam.

Doa Minum Air Zam-Zam

1.Doa Ketika Minum Air Zam-Zam

doa-minum-air-zamzam1

Daripada Ikramah meriwayatkan, bahawa Ibnu Abbas apabila minum air zam-zam berdoa:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ عِاْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشَفِيًا مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقِيْمًا.

“Ya Allah ya Tuhanku! Daku bermohon kepadaMu supaya dikurniakan ilmu yang memberi manfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan daripada segala penyakit.”  (Hadis riwayat ad-Dara Qutni dan lbnu Majah).

Menurut riwayat, Ibnu Abbas ialah sahabat yang sangat tinggi pekertinya, mendalam ilmunya, luas rezekinya dan tidak pernah sakit kecuali penyakit tua.

2.  Doa Dan Niat Minum Air Zam-Zam

doa-dan-niat-minum-air-zam-zam

Berkata Imam At-Tirmizi

Imam At-Tirmizi, salah seorang dari enam tokoh hadis yang terulung di dunia berkata:

“Orang yang meminum air Zam-zam itu:

  • Jika dia minum untuk kenyang, maka Allah سبحانه وتعالى akan mengenyangkannya.
  • Jika dia minum untuk minuman, maka Allah سبحانه وتعالىmemberinya minuman.
  • Jika dia minum untuk sembuh dari penyakit, maka Allah سبحانه وتعالىakan menyembuhkannya dari penyakit.
  • Jika dia minum kerana akhlaknya yang buruk, maka Allah سبحانه وتعالىakan mengelokkan akhlaknya.
  • Jika dia minum untuk menghilangkan kegelapan hatinya, maka Allah سبحانه وتعالىakan menghilangkannya.
  • Jika dia minum untuk mengkayakan hatinya, maka Allah سبحانه وتعالىakan mengkayakannya.
  • Jika dia minum kerana sesuatu hajat, maka Allah سبحانه وتعالىakan memakbulkannya.
  • Jika dia minum kerana sesuatu musibah yang menimpa, maka Allah سبحانه وتعالىmelindunginya.
  • Jika dia minum kerana kesusahan yang menimpa, maka Allah سبحانه وتعالىakan menghilangkan kesusahannya.
  • Dan jika dia minum kerana memohon bantuan, maka Allah سبحانه وتعالىakan membantunya.”

Demikianlah kata Imam At-Tirmizi yang dipetik dari kitab ‘Mukjizat Perubatan Dengan Air Zam Zam’ karangan Sheikh Majdi Fathi Al-Sayyid Ibrahim.

Penutup

Berdasarkan hadis-hadis di atas, betapa pentingnya adab dan niat semasa meminum air zam-zam. Sebenarnya, apa jua niat, asalkan niat itu baik dan halal, Insya’Allah ianya akan dimakbulkan oleh Allah سبحانه وتعالى.

Allah سبحانه وتعالى berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿٦٠﴾

“Berdoalah kepadaKu, nescaya Daku perkenankan doa permohonanmu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

(Surah Al-Mukmin: Ayat 60)

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

SUMBER: shafiqolbu.wordpress.com

ALAM RUH MANUSIA DALAM AL QURAN


n-DEATH-628x314
Pada pembahasan materi keislaman berikutnya, saya ingin mencantumkan, menelaah, dan memberitahukan kabar dari Al-Qur’an yang telah Allah Swt mukjizatkan kepada Rasulullah Saw dengan menitik beratkan pembahasan pada subjudul “Perjalanan Setiap Manusia.”
 
Setiap orang tentunya harus mengetahui, bahwa perjalanan manusia itu telah terperinci, telah diskenario, dan telah dibimbing dalam Al-Qur’an. Semua awal kehidupan manusia adalah sama yaitu di mulai dari Alam ruh dan berakhir di Surga atau Neraka. Untuk lebih detailnya mari ikuti pembelajaran ini, mudah-mudahan bisa sangat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
 
Dan perlu diketahui dari awal bahwa saya membahas materi ini dengan merujuk pada Al-Quran, Al- Hadis, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Mishbah dan Ensiklopedia Islam serta berbagai buku lain yang bersangkutan dengan pembahasan materi ini. Sehingga materi ini dengan izin Allah Swt mudah-mudahan dijauhkan dari kekeliruan, walaupun manusia adalah tempatnya salah dan keliru, namun manusia bisa berusaha untuk menjadi lebih baik dan mengurangi setiap kekeliruan. Dan bahwa materi ini tidak akan selesai sampai akhir dalam satu bagian, materi ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian agar bisa membahasnya secara terperinci mengingat materi ini sangat penting bagi kehidupan manusia, dunia dan akhirat.
Maka dengan menyebut Bismillahirrahmanirrohim dan asma Allah materi ini dimulai untuk dibahas.
 
Seperti yang telah diberitahukan di awal bahwa setiap kehidupan manusia itu pertamanya ada di Alam Ruh, Apa yang dimaksud alam ruh itu? Alam ruh adalah suatu tempat yang dimana manusia itu semuanya dalam keadaan suci, alam gaib yang hanya Allah Swt yang tahu dan Allah yang menciptakan, tak ada makhluk Allah yang dapat menciptakan ruh ini. Firman Allah Swt dalam Al-Quran surah Al- A’raaf ayat 172:
 
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”
 
Inilah Ayat yang menjelaskan tentang pertanyaan Allah kepada manusia saat manusia berada di alam ruh, Allah bertanya pada manusia yang masih dalam keadaan ruh itu atau lebih jelasnya yaitu meminta pengakuan manusia melalui potensi yang dianugerahi Allah Swt yaitu akal.
Allah Berfirman “Bukankah aku tuhan pemelihara kamu dan yang selalu berbuat baik kepadamu?” Ketika mereka ada di alam ruh mereka menjawab, ”Betul! Kami menyaksikan bahwa Engkau adalah Tuhan kami dan menyaksikan pula bahwa Engkau Maha Esa” (M. Quraish Shihab).
 
Jika ditelaah maka manusia pada waktu itu (saat dalam keadaan Ruh/di alam ruh) semuanya dalam keadaan beriman dan bertakwa kepada Allah tanpa satupun dari mereka itu berkhianat kepada Allah. mengapa? Karena pada saat di alam ruh, manusia itu sesungguhnya masih dalam keadaan suci, sepertinya bayi yang dilahirkan oleh manusia, mereka dalam keadaan suci.
 
 
Juga firman Allah dalam surah Al- Hadid, ayat 8:
 
“ Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah Padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. dan Sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”
 
Yang dimaksud dengan perjanjianmu ialah Perjanjian ruh Bani Adam sebelum dilahirkan ke dunia bahwa Dia mengakui (naik saksi), bahwa Tuhan-nya ialah Allah, seperti tersebut dalam ayat 172 surat Al A´raaf.
 
Perjanjian yang dimaksud tiada lain adalah kesaksian dari Ruh manusia bahwa Allah adalah Tuhan manusia dan Allah adalah yang Maha Esa.
Al- Insan Ayat 1:
 
”Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.”
 
Surah ini mengingatkan manusia tentang kehadirannya di pentas bumi ini sekaligus menjelaskan tujuan penciptaanya. Allah berfirman, Bukankah yakni sungguh telah datang atas mereka satu waktu dari masa yakni sebelum ia diciptakan, sedang ia pada waktu itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Ketika itu ia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada. Kemudian kami menciptakannya. (M. Quraish Shihab). 

FENOMENA HUJAN METEOR MENURUT AL QURAN DAN AL HADITH JUGA PENYELIDIKAN AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)


SALIN SEMULA DARI FACEBOOK DAN KREDIT KEPADA : BERKHALIMAH ALLAH

bg-3-angkasa

Ada beberapa ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang meteor, berikut diantaranya,

1. Firman Allah,

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ * وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ * إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Aku telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), ( ) Aku menjaganya dari setiap syaitan yang terkutuk, ( ) kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS. Al-Hijr: 16 – 18).

2. Firman Allah,

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ * لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ * دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ * إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

“Sesungguhnya Aku telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang terang.” (QS. As-Shaffat: 6 – 10).

3. Firman Allah, yang menjelaskan kebiasaan jin mencuri berita dari langit

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا * وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

“Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jin: 8 – 9)

4. Firman Allah menjelaskan fungsi bintang;

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.(QS. Al-Mulk: 5)

171213_vod_orig_meteor_16x9_992

Keterangan Hadis

Beberapa ayat di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa meteor atau bintang jatuh, yang kita saksikan sebagai fenomena langit itu, sejatinya adalah benda langit yang digunakan untuk melempar setan, yang mencoba mencuri berita dari langit. Keterangan yang singkat dari Al-Quran di atas, dijelaskan lebih detail dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى اللَّهُ الْأَمْرَ فِي السَّمَاءِ ضَرَبَتْ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ ، فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا لِلَّذِي قَالَ : الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ . فَيَسْمَعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ وَمُسْتَرِقُ السَّمْعِ هَكَذَا بَعْضُهُ فَوْقَ بَعْضٍ ، فَيَسْمَعُ الْكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ ثُمَّ يُلْقِيهَا الْآخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ حَتَّى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوْ الْكَاهِنِ ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ ، فَيُقَالُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا كَذَا وَكَذَا ؟ فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الْكَلِمَةِ الَّتِي سَمِعَ مِنْ السَّمَاءِ

“Apabila Allah menetapkan suatu ketetapan di langit maka para malaikat mengepakkan sayap mereka karena tunduk terhadap firman-Nya, seperti layaknya suara rantai yang digesek di atas batu. Setelah rasa takut itu dicabut dari hati para malaikat, mereka bertanya-tanya: ‘Apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?’ Malaikat yang mendengar menjawab, ‘Dia berfirman yang benar. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.’ Bisikan malaikat ini didengar oleh jin pencuri berita. Pencuri berita modusnya dengan ‘pundi-pundian’ (jin yang bawah menjadi penopang bagi jin yang di atasnya, bertingkat terus ke atas). Jin yang paling atas mendengar ucapan malaikat, kemudian disampaikan ke jin bawahnya, dan seterusnya, hingga jin yang paling bawah menyampaikannya kepada tukang sihir atau dukun. Terkadang mereka mendapat panah api sebelum dia sampaikan kepada dukun, dan terkadang berhasil disampaikan sebelum terkena panah api. Kemudian dicampur dengan 100 kedustaan. (sehingga ada 1 yang benar). Orang mengatakan, bukankah pak dukun telah mengatakan demikian dan dia benar? Akhirnya sang dukun dibenarkan dengan satu kalimat yang benar yang dicuri dari langit. (HR. Bukhari 4800).

Dalam riwayat Ibnu Hibban, terdapat keterangan,

فربما أدركه الشهاب قبل أن يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه ، وربما لم يدركه الشهاب حتى يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه

“..terkadang dia terkena panah api sebelum menyampaikan kepada jin yang berada di bawahnya, dan terkadang tidak terkena panah api, sehingga berhasil dia sampaikan kepada jin di bawahnya.” (Shahih Ibn Hibban, no. 36).

Selain itu, dalam riwayat Ahmad disebutkan Sababul Wurud, mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadis di atas. Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

حَدَّثَنِي رِجَالٌ مِنَ الْأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُمْ كَانُوا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، إِذْ رُمِيَ بِنَجْمٍ؛ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

“Beberapa orang anshar dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepadaku, bahwa mereka pernah duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam. Tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan.. kemudian Ibnu Abbas menyebutkan hadis selengkapnya.” (HR. Ahmad 1883 dan dinyatakan shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

KETERANGAN ULAMA TAFSIR

Ketika menafsirkan surat Al-Mulk ayat 5, seorang ahli tafsir masa tabi’in, Qatadah rahimahullah, mengatakan,

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلَاثٍ : جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ، وَعَلَامَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا ؛ فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا بِغَيْرِ ذَلِكَ : أَخْطَأَ ، وَأَضَاعَ نَصِيبَهُ ، وَتَكَلَّفَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ

“Allah menciptakan bintang untuk 3 hal: Allah jadikan sebagai penghias langit, sebagai pelempar setan, dan sebagai tanda alam untuk petunjuk arah. Maka siapa yang menggali tentang bintang, selain 3 hal tersebut, dia keliru, menyia-nyiakan jatahnya, dan membebani diri dengan sesuatu yang sama sekali dia tidak memilikimodal ilmu tentangnya.” (HR. Bukhari dalam shahihnya secara muallaq, 4/107).

Yang beliau maksud dengan memahami selain 3 hal tersebut adalah menggunakan memahami bintang untuk astrologi (bukan astronomi), seperti zodiak atau ramalan bintang.

Sementara itu, As-Syaukani menafsirkan firman Allah (yang artinya), ‘Aku jadikan bintang itu sebagai pelempar setan’, beliau mengatakan,

الرجم في اللغة هو الرمي بالحجارة

‘Rajam (pelempar) secara bahasa artinya, melempar dengan batu.’ (Fathul Qadir, 3/179)

Bagaimana dengan Meteorit?

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan, sehingga bisa memahami lebih seksama.

Pertama, bahwa sesungguhnya Al-Quran bukanlah kitab astronomi, bukan pula kitab fisika. Karena itu, anda tidak akan menjumpai penjelasan tentang astronomi atau fisika secara panjang lebar dari Al-Quran. Sebaliknya, Al-Quran adalah firman Allah yang memberikan penjelasan dari sisi syariah, yang bisa jadi tidak dibahas dalam ruang lingkup fisika atau ilmu eksak lainnya. Yang dijelaskan oleh Al-Quran adalah masalah ghaib yang itu di luar jangkauan kajian manusia.

Sebagai orang yang beriman, ketika kita hendak memahami penjelasan syariat yang bisa jadi dianggap tidak masuk akal, sikap yang harus kita kedepankan adalah pasrah dan meyakininya. Bukan ‘ngeyel’ dengan mengingkari dan menolaknya. Karena sesuatu yang tidak masuk akal itu, di luar jangkauan kemampuan nalar manusia.

Ketika Allah memberitakan bahwa komet yang memancarkan cahaya itu adalah bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan, maka sikap yang harus kita kedepankan adalah sami’na wa amannaa, kami dengar dan kami mengimaninya. Meskipun, dalam kajian astronomi atau ilmu falak, semacam ini tidak pernah dibahas.

Kedua, jika kita memahami keterangan ayat dan hadis, serta penjelasan ulama di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya tidak ada pertentangan antara penjelasan syariah dengan kesimpulan ahli astronomi.

Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX tahun 1961 mendefinisikan meteoroid sebagai berikut :

Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.

Ketika memasuki atmosfer sebuah planet, meteoroid akan terpanaskan dan akan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya. Jejak dari gas bercahaya ini disebut sebagai meteor, atau bintang jatuh. Jika sebagian meteoroid ini mencapai tanah, maka akan disebut sebagai meteorit.

Tidak berbeda dengan keterangan di atas. Bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan itu, bisa jadi kemudian masuk ke atmosfer bumi atau bahkan mendarat di bumi dan menjadi meteorit. Dalam fatwa islam dinyatakan

وهذا يعني أن هذه الشهب يقذف بها في جو السماء ، ولا يمنع ذلك من دخولها المجال الجوي للأرض بعد قذف الشيطان ورجمه بها ، وقد تنزل إلى الأرض وتحدث بها تصدعا
وهذا يوافق في الجملة المعنى الشرعي للشهب .

Bintang jatuh yang dilemparkan dari langit, tidak menutup kemungkinan masuk ke atmosfer bumi, setelah digunakan untuk melempar dan merajam setan. Dan terkadang sampai turun di bumi, hingga menimbulkan tumbukan keras. Dan kejadian ini secara umum, sesuai dengan penjelasan syariat. (Fatwa Islam, no. 180866)

Ketiga, beberapa ayat di atas menerangkan bahwa tujuan bintang yang dilemparkan ke arah setan itu, sebagai bentuk penjagaan terhadap berita langit. Ini menunjukkan bahwa fenomena bintang jatuh terjadi secara terus menerus. Karena penjagaan langit, terjadi secara terus menerus. Mengingat, setan selalu berusaha untuk mencuri dengar berita takdir dari langit.

Keterangan ini tidak berbeda dengan realita di lapangan sebagaimana ketarangan ahli astronomi, bahwa meteoroid itu terjadi kapanpun, tanpa batasan waktu yang jelas.

Ini semua memberikan kesimpulan, tidak ada pertentangan, antara penjelasan ilmiah syariah dengan keterangan menurut ahli astronomi tentang meteorit yang sampai ke bumi.

PENDAPAT AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)

KELAB GREENBOC:
Kebenaran Itu Tetap Menang Mengatasi Kebatilan
Jan 25, 2014

Akhir Zaman: Peta Dunia Terbalik, NASA Tak Nafi Matahari Akan Terbit Dari Barat (Lihat GAMBAR)

NASA

Menyampaikan dalam bahasa termudah. Tidak perlu bermadah. Tidak perlu susah. AMARAN! BACA SAHAJA! Persoalan yang bermain di benak seketika anda membaca boleh diletakkan ke tepi dahulu. Perkara yang diberitahu ini adalah perkara yang tidak kita nampak. Masa depan. Masa depan dalam satu jangka waktu yang amat dekat TANPA disedari ramai. BACA dengan SABAR.

PERUBAHAN KUTUB BUMI (POLE SHIFT)

Pada tahun 2007, Medan kutub utara berganjak dari Kanada Utara kearah Siberia di Russia pada kadar 35 batu setahun. Ini bermakna arah kompas berganjak 35 batu menghampiri Russia dalam tahun tersebut. Anjakan kutub bumi ini mengakibatkan jajaran kompas dan arah utara sebenar semakin ketara perbezaannya. Hingga menjadikan arah panduan beberapa landasan kapal terbang tidak lagi terpakai. Ia semakin memberi kesan terhadap kegiatan manusia hinggakan lapangan terbang antarabangsa Tampa di Florida terpaksa mengubahsuai tanda arah di landasan dengan kedudukan yang baru. Lapangan terbang tersebut terpaksa ditutup selama sebulan bagi kerja-kerja pengubahsuaian.

Pergerakan kutub utara ke arah Siberia berlaku kerana cepatnya perubahan magnet pada kerak bumi. Perubahan terkini adalah paling dramatik. Ia bergerak semakin pantas. Kutub bergerak ke timur laut 9 batu setahun pada tahun 1904. Kelajuannya kira-kira 35 batu setahun pada tahun 2007. Ia bergerak sepantas 26 batu sebulan pada tahun 2013. Terkini kepantasannya 1 batu setiap hari!!

Kelajuan pergerakan Kutub makin bertambah Dalam masa 2 tahun kutub ia akan sampai ke Siberia untuk berada di kedudukan 40 darjah. Pada titik ini ia akan meluru merentasi garis Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan. Ini boleh berlaku dalam jangka waktu yang sangat pantas samada beberapa hari atau beberapa jam. Jika ini berlaku, seluruh geografi akan berubah. Ada tempat yang timbul. Ada tempat yang tenggelam. Air akan mencari tempatnya. Ada tempat mengalami banjir. Ada tempat berubah menjadi padang pasir. Amerika selatan khususnya Brazil akan menjadi Kutub Utara manakala India akan menjadi Kutub Selatan. Malaysia dijangka berada sebaris dengan India. Tidak tenggelam tapi membeku. Khatulistiwa pula berada di Antartika.

Peralihan kutub yang semakin pantas membuatkan saintis mengagak keseluruhan medan magnet bumi akan flip di mana kompas yang dahulunya menunjuk ke utara akan beralih arah ke selatan.

Semasa pergerakan flip peralihan kutub dari 40 darjah utara ke 40 darjah selatan pergerakan besar air boleh mencetuskan mega tsunami yang menenggelamkan tempat-tempat sebagaimana yang berlaku kepada Atlantis. Antara negara yang dijangka tenggelam terus ialah India dan Australia Barat. Bandar-bandar ditepi laut akan ditenggelami air. Peta dunia akan berubah dalam masa dua tahun selepas peralihan kutub berlaku. India akan tenggelam terus. Begitu juga Australia barat.

Apabila berlaku flip pada kutub medan magnet bumi akan menjadi lemah. Medan magnet yang kuat melindungi bumi dari kerosakan oleh sinaran matahari. Kini bumi akan lebih terdedah kepada kesan dahsyat akibat gejolak api di matahari, angin solar, ribut surya dan sun spot. Manakala flip juga bakal mengakibatkan berlaku gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tsunami dan taufan yang dahsyat yang belum pernah berlaku sedahsyat itu.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku. Makin hari makin laju. Pergerakan kutub dapat dilihat dengan fenomena berbagai bencana alam yang kerap berlaku.

Bilakah peralihan sepenuhnya kutub akan berlaku? Mengikut anggaran para spekulator, ianya akan berlaku pada tahun 2015 kerana selepas pada itu, pergerakannya dijangka tidak sedrastik kini. Sumber 1. Sumber 2. Sumber 3. Ingat! Hanya Allah yang Maha Mengetahui kerana semuanya adalah perencanaan Ilahi.

BINTANG BEREKOR

Kata Saidina Ali RA mengungkapkan dalam catatannya (Jufr Ahmar), “Kedatangan Al Mahdi akan didahului oleh kemunculan BINTANG yang ekornya menakjubkan, BUKAN seperti bintang yang kamu lihat muncul setiap dua pertiga pada satu dekad dan bukan juga bintang yang muncul pada dua pertiga abad dan bukan juga bintang yang muncul setiap abad. Tetapi ia adalah bintang berabad-abad. Yang diliputi api, udara, salju dan tanah. Ekornya memanjang, kelajuannya seperti kelajuan cahaya matahari ketika menyonsong fajar. Hujung depannya bertemu dengan hujung belakangnya seperti lingkaran raksasa memancarkan sinar terang dalam langit yang gelap seperti matahari yang terbit. Kemudian bintang itu akan kembali beredar pada orbitnya. SETELAH itu akan datang banyak MALAPETAKA dan KEMATIAN yang merupakan keuntungan bagi orang-orang yang baik dan ia merupakan kerugian bagi orang-orang yang jahat”.

Comet ISON (C/2012 S1) was discovered by V. Nevski and A. Novichonok on September 21 2012. The name ISON comes from “International Scientific Optical Network” which is the name of the observatory used to make the discovery. Komet ini memang jarang dijumpai. Teramatlah besar. Jarak dengan bumi pada waktu ini adalah Sun dist: 142,492,558 km [43.3 km/s] Earth dist: 64,977,671 km [47.5 km/s]. Fakta Komet Ison seperti berikut:

1. ISON digelar “ Komet abad ini”

2. ISON akan berada paling hampir dengan matahari pada 28 November 2013.

3. ISON akan berada paling hampir dengan bumi pada 26 Disember 2013

4. ISON dapat dilihat seperti matahari kedua di siang hari.

5. ISON boleh dilihat di waktu siang dan malam.
6. ISON memiliki ekor sepanjang 57,000 Km.

7. ISON adalah komet yang paling mudah dilihat oleh ramai orang.

8. ISON akan dilihat 15 kali ganda kecerahan cahaya bulan.

9. ISON akan menghasilkan ribut suria yang sempurna@perfect Solar Storm.
10. Bumi dijangka akan merempuh debu2 komet ISON dalam jangka waktu pada 12 atau hingga 14 Januari 2014.

Saya percaya ia semakin menghampiri bumi setiap detik, setiap waktu dan setiap saat. Ison telah pun melalui lintasan matahari pada 28 November 2013 dan pada waktu ini Ison menuju ke arah bumi dalam bentuk V. NASA mengeluarkan kenyataan yang komet ini telah hancur atau tidak ada lagi di dalam orbit. NASA dikatakan sengaja mengeluarkan kenyataan ini bagi mengelakkan berlakunya huru-hara sebelum ianya berlaku dan mengharapkan kejadian tersebut tidak berlaku. Tetapi dari satu fakta yang lain, Observatory of Lisbon pula mengeluarkan kenyataan yang fragments ISON akan menghentam bumi.

They claim that fragments of Comet ison will hit earth in December, this based in emulations performed using supercomputer ‘Tiger 2′ and a propietary model. They claim that the when the comet enter the atmosphere of the sun the ice will change state abruptely, turning into a propellant, changing the trajectory of the comet. They claim that the fragments of the comet will spread in the shape of a cone with a base diameter of 300.000 kms , that is the distance of from the earth to the moon. They claim that the comet after crossing the sun will be higly fragmented, fragments ranging from a football to the size of a ship. They say that the propulsion of the ice will change the trajectory of the fragments, causing a shower of cometary fragments that will hit Earth in December.

Bila akan menghentam bumi? Dijangkakan akan berada paling dekat dengan bumi pada 26 Disember 2013. Wallahu’alam. Jika komet (atau apa yang tinggal setelah melalui matahari) tersebut masih tetap ada, maka dunia akan menyaksikan pertunjukan hujan meteor yang terhebat pernah disaksikan seumur hidup. Satu persatu negara akan dihentam komet tersebut. Hujan batu. Hujan batu yang dilemparkan ke atas bumi. Mengingatkan aku akan Surah Ar-Rahmaan.

Ali Adams, seorang yang begitu takjub dengan keajaiban nombor-nombor ganjil membuat kajian pada Surah Ar-Rahmaan di dalam Al-Quran. Kenapa Surah Ar-Rahmaan? Kerana padanya terdapat ungkapan yang disebut berulang-ulang kali sebanyak 31 kali. Apakah ayat itu? ”So which of the favors of your Lord would you deny?; Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?; Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)?” – (Terjemahan Al-Quran:55;13 dalam Sahih Internation, Indonesia & Malay) Ingin tahu metodologi dan apa yang beliau jumpa? Sila klik Quran and 2012 Latest untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kajian yang dijalankan beliau.

Baca ayat ini. “Maka tatkala فَلَمَّا datang جَآءَ KEPUTUSAN Kami أَمْرُنَا, Kami jadikan جَعَلْنَا di ATASnya عٰلِيَهَا ke BAWAHnya سَافِلَهَا , dan Kami hujani وَأَمْطَرْنَا ATASnya عَلَيْهَا BATU حِجَارَةً dari مِّن sijjil (batu MASSIVE/TANAH yang DWARF/ mengkerut menjadi SANGAT PADAT/ dari BESAR menjadi kecil kerana sangat KERAS/massive) سِجِّيلٍ dengan bertubi-tubi مَّنضُودٍ” – Surah Huud; ayat 82. di atasnya ke bawahnya=POLE SHIFT=matahari terbit dari barat. Al-Quran menceritakan bagaimana umat-umat terdahulu telah seksa oleh Allah kerana berlaku fasiq terhadap Allah . Ayat ini mengingatkan kepada kita bahawa perkara yang sama mungkin boleh berulang lagi. Bukankah antara fungsi ayat-ayat Al-Quran adalah itu memperingatkan manusia seluruh alam?

Sila baca ayat ini pula.

“Deem not that Allah is unaware of what the wicked do. He but giveth them a respite till a day when eyes will stare (in terror);

Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyangka Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim; sesungguhnya Dia hanya melambatkan balasan mereka hingga ke suatu hari yang padanya terbeliak kaku pemandangan mereka, (kerana gerun gementar melihat keadaan yang berlaku); Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” [Diterjemahkan ke Sahih International, Malay & Indonesia; Surah Ibrahim – Ayat 42 (14:42)] Ingin melihat sendiri terjemahannya? Slik klik sini. Apa yang cuba disampaikan oleh Allah di dalam ayat ini? Allah mengingatkan kita bahawa akan tiba satu hari yang mana mata-mata mereka yang berlaku zalim akan terbeliak besar. Terbeliak besar kenapa? Akan satu KEJADIAN. Kejadian apa? MUNGKIN hujan meteor. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for three days of darkness – Nostradamus. Dapat difahamkan bahawa Nostradamus percaya bahawa pada tika dan waktunya berlaku pole-shift di planet bumi adalah apabila berlakunya planet alignment di antara planet-planet seperti berikut: i)Jupiter – Earth – Venus; ii)Mars – Moon – Earth dan; iii) Earth – Sun – Mercury. Bumi akan menjadi paksi kepada ketiga-tiga penjajaran tersebut. Maka atas fahaman inilah Nostradamus percaya akan berlakunya pole-shift di bumi. Bila anda tanya? Pada waktu dan sekarang ini, penjajaran antara planet-planet tersebut akan/sedang/telah pun berlaku – mengikut pada waktu anda membaca artikel ini. Boleh dilihat sendiri dengan jelas di sini. Subhanallah. Segalanya beredar atas paksi sendiri pada saat, minit dan jam yang anda saksikan di situ. Seperti yang telah diperjelaskan, keadaan ini sudah dan sedang terjadi cuma masih belum lengkap. Nostradamus mungkin meramalkan pada waktu lengkapnya pole shift berlaku pada bumi adalah pada waktu penjajaran tersebut. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for THREE days of darkness – Nostradamus

Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah SWT dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yang percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada orang yang bersekutu dengan Dajjal. Manakala penduduk yang tidak mahu bersukutu dengan Dajjal, mereka akan tetap berada dalam kebuluran dan kesusahan. Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah SAW bertanya: ”Jadi apa yang dimakan oleh orang Islam yang beriman pada hari itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” (Hadis Riwayat Ibnu Majjah)

Apakah persamaan antara keduanya? Ya. Nombor 3. KEBETULAN? Walau apa pun jua, kita sebagai umat Islam seharusnya wajib mempercayai akan kata-kata dari Baginda melebihi kata-kata Nostradamus meskipun beliau amat terkenal dengan ketepatan beliau meramal masa hadapan.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhubahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.[4] Shahih Al-Bukhariy, Kitaabur-Riqaaq (11/352 – bersama Al-Fath) dan Shahih Muslim,Kitaabul-Iimaan, Baab Az-Zamani Alladzii laa Yuqbalu fiihil-Iiman (2/194 – bersama Syarh An-Nawawiy).

*Penulis tiada niat untuk menakut-nakutkan pembaca tetapi penulis hanya sekadar ingin berkongsi dan mengingatkan diri dan pembaca bahawa hari kiamat itu sememangnya amat hampir. Setiap hari, setiap detik, setiap saat, setiap jam yang belalu membawa kita hampir ke sana. Mungkin ada yang salah faham yang menganggap tulisan ini adalah mengenai hari kiamat. Diperjelaskan, yang dikongsikan di sini bukanlah mengenai hari kiamat. Segala yang berkaitan dengan hari kiamat adalah rahsia Allah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

“Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dialah sahaja; dan ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.” (surah al-An’am, ayat 59).

“Bilakah masa datangnya?”, katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku, tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia. (Huru-hara) hari Kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi; ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut.” Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (surah al-A’raf, ayat 187).

Yang cuba disampaikan oleh penulis adalah tanda-tanda besar kiamat yang semakin menghampiri kita melalui tanda-tanda yang telah diperjelaskan. Tidak perlu rasanya memperjelaskan tanda-tanda kecil kiamat kerana semuanya telah berlaku. Kenapa penulis berkata sedemikian? Tolong TUNJUKKAN SATU PERKARA YANG ALLAH HARAMKAN, MASIH KEKAL HARAM sehingga ke hari ini. TIDAK ADA. Tanda-tanda besar inilah secara kronologinya akan merungkai satu persatu-satu yang pernah disebutkan Baginda Rasulullah seperti munculnya matahari dari barat, Dajjal, binatang, asap, gempa bumi di barat dan lain-lain sebelum tibanya Hari Pembalasan.

Al-Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku menghafal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebuah hadits yang aku tidak lupa setelahnya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Sesungguhnya tanda-tanda (besar hari kiamat) pertama yang akan muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat”. Musnad Ahmad (11/110-111 no. 6881) tahqiq Ahmad Syaakir, dan Shahih Muslim, Kitaabul-Fitan, Baab Dzikrid-Dajjaal (18/77-78 – bersama Syarh An-Nawawiy).

Sekali pun tidak berlaku pada masa dan waktu yang diramalkan, setidak-tidaknya kita boleh jadikan ini sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi menjadikan diri lebih bersedia secara mental apabila bertemu dengan saat yang sukar kelak. Wallahu’alam.

“Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): “Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri”. “Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”. “And [when] the true promise has approached; then suddenly the eyes of those who disbelieved will be staring [in horror, while they say], “O woe to us; we had been unmindful of this; rather, we were wrongdoers.” (Terjemahan Surah Al-’Anbya’; 97 dalam Melayu, Indonesia & Shahih International) Ayat ini mengingatkan kita supaya TIDAK MENJADI SEORANG YANG LALAI. Lalai daripada apa? Memikirkan PERKARA INI. Perkara apa? HARI KIAMAT YANG SEMAKIN HAMPIR. Jika lalai? Maka tergolonglah sebagai mereka yang MENGANIAYA dan MENZALIMI diri mereka sendiri. Wallahu’alam.

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa: “Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya. Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya,

“Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab,

“Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.” (Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim) –

Seorang pendakwah terkenal tanah air menceritakan sesuatu mengenai bani tamim. Siapa dan apa yang diceritakan? Ingin tahu- Semak bloger/mimmelayu.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dari ku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari).

KEDUDUKAN MALAYSIA BERALIH KE KUTUB SELATAN PADA 2015 ? (TAHUN INI)

KEBANYAKAN media sosial dan blogger kini sibuk memperkatakan fenomena pelik yang berlaku di seluruh dunia dan didakwa sebagai tanda awal kiamat.

Negara beriklim tropika dan panas mula menerima kesan akibat perubahan cuaca mendadak pada tahun ini dan sebahagian kawasan seperti Mesir serta Vietnam turut dilitupi salji tebal.

Perubahan magnet pada kerak bumi menyebabkan Kutub Utara bergerak dengan lebih cepat ke arah Siberia untuk berada pada kedudukan 40 darjah.

Beberapa kajian mendapati pergerakan itu berlaku semakin laju iaitu pada jarak 42 km sebulan dan dianggarkan berganjak sebanyak 2 km sehari pada 2013.

Ia merentasi garisan Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan.

Jika keadaan itu berlaku, seluruh permukaan bumi berkemungkinan akan berubah seperti dipaparkan dalam filem sains fiksyen berjudul ‘2012’.

Paling memeranjatkan, kawasan Amerika Selatan terutamanya Brazil didakwa akan menjadi Kutub Utara manakala India menjadi Kutub Selatan.

Bagaimana dengan nasib Malaysia? Ia dikatakan akan membeku dan berada sebaris dengan India, sekali gus meletakkan garisan Khatulistiwa berada di Antartika.

Bandar pesisir pantai bakal tenggelam dan Australia Barat dipercayai turut mengalami nasib sama serta setengah negara mengalami waktu siang atau malam lebih panjang.

Fenomena medan kutub bumi menyongsang dikhuatiri mengakibatkan bencana alam lebih dahsyat seperti taufan, gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Selain itu, ia juga akan memberi kesan besar kepada ekosistem dan migrasi haiwan yang selama ini bergantung kepada perubahan musim dan iklim di sesuatu kawasan.

Medan magnet bumi juga akan menjadi lemah dan terdedah kepada fenomena ribut suria serta sinaran kosmik iaitu partikel bertenaga tinggi dan gelombang elektromagnet dari angkasa lepas.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku dan ia boleh dilihat menerusi kejadian bencana alam yang didakwa berpunca daripada pemanasan global dan perubahan iklim secara mendadak sejak akhir-akhir ini.

Pelbagai teori didedahkan menyebabkan saintis menganggarkan medan magnet akan menyongsang dalam tempoh dua tahun lagi berdasarkan pergerakan kutub yang semakin laju.

Adakah keadaan itu akan berlaku atau ia hanya sebuah lagi spekulasi seperti ramalan kiamat 2012 yang digembar-gemburkan pada tahun lalu?

KIAMAT MENURUT ISLAM

Beberapa hadis dan ayat al-Quran ada menjelaskan persoalan mengenai hari kiamat:

Ibnu Umar RA berkata, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan ALLAH iaitu:

1) Tiada mengetahui apa tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan ALLAH.

2) Tiada siapa mengetahui apa akan terjadi esok hari melainkan ALLAH.

3) Tiada seorang pun mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan ALLAH.

4) Tiada seorang pun mengetahui di negeri mana dia akan mati melainkan ALLAH.

5) Tiada yang mengetahui bila kiamat akan terjadi melainkan ALLAH.
(Hadis Riwayat Bukhari)

Adakah fenomena pelik melibatkan perubahan ekstrem cuaca dunia dan bencana alam dahsyat adalah satu peringatan atau petanda kepada manusia di akhir zaman?

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara iaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.’
(Hadis Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Sebagai orang Islam, kita wajib percaya bahawa hari kiamat merupakan Rukun Iman ke- 5 akan tiba seperti diterangkan dalam al-Quran.

ALLAH SWT berfirman :Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi ALLAH, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Surah Al-A’raf, Ayat 187)

Dan juga pada ayat:Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi ALLAH.” Dan tahukah kamu (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Surah Al-Ahzab, Ayat 63).

Firmanullah di dalam Surah Ali Imran ayat 191

“orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

SALAM. Perbanyakkan bersujud kehadapan Allah Yang Maha Berkuasa dan Berselawat, Bersedekah dan Berdoa kepada Allah. Aamiin Rab’bal Alamin.

InsyaAllah.

KEJADIAN MANUSIA PERTAMA (ADAM) MENURUT AL-QUR’AN DAN PENTATEUCH (TORAH)


Oleh: Khairul Nizam Abdul Karim

PENDAHULUAN

Islam merupakan al-Din yang lengkap dan paling sempurna mengatasi agama-agama samawi yang lain, dan ia mendapat pengiktirafan daripada Allah secara langsung dan diturunkan melalui Kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad S.A.W sebagai agama samawi yang terakhir. Manakala Pentateuch pula adalah istilah yang digunapakai terhadap kitab-kitab samawi yang diturunkan sebelum al-Qur’an. Ia merangkumi Kitab Zabur, Taurat dan juga Injil. Dalam kertas kerja ini, penulis melihat bahawa persoalan penciptaan manusia pertama merupakan suatu kajian yang amat menarik untuk diselidiki di dalam al-Qur’an dan dibandingkan dengan kandungan Pentateuch.Ini kerana, terdapat persamaan terhadap beberapa peristiwa penting yang berlaku ketika berlangsungnya proses pencipaan manusia tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana kebenaran yang terkandung di dalam Pentateuch itu sama ada ia masih asli ataupun sudah diselewengkan. Selain dari itu juga penulis cuba untuk melihat perbezaan-perbezaan maklumat yang terkandung di antara Pentateuch dan juga al-Qur’an, seterusnya bakal merungkai bagaimana atau siapakah manusia pertama yang telah “diciptakan” itu.

KEJADIAN MANUSIA PERTAMA (ADAM) MENURUT AL-QUR’AN

Pendahuluan

Di peringkat awal sebelum penciptaan manusia bermula Allah S.W.T telah berfirman kepada malaikat bahawa akan menjadikan seorang khalifah di bumi ini. Sebagaimana firmanNya yang bermaksud:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”….. Surah al-Baqarah (2): 30

Merujuk kepada ayat di atas falsafah kejadian manusia iaitu sebagai khalifah merupakan satu penganugerahan sebagai ciptaan terbaik di antara ciptaanNya. Selian itu sebagai khalifah manusia juga mempunyai tanggungjawab yang tinggi untuk mentadbir alam ini.

Falsafah Penciptaan Manusia daripada Tanah

Berkenaan penciptaan manusia pertama di dalam Al-Quran terdapat di dalam beberapa surah yang kebanyakan ayat menyatakan bahawa manusia adalah dicipta daripada tanah. Sudah tentu penciptaan ini mempunyai intisari dan falsafahnya yang tesendiri.

Manusia telah dipaparkan di dalam Al-Quran sebagai ciptaan yang dihubungkan dengan tanah. Sebagaimana firman Allah:

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sabaik-baiknya. Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu(daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya” Surah Nuh (71): 17 –18

Dari bumi(tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain” Suran Thaha (20): 55

Merujuk kepada ayat-ayat di atas ianya menunjukkan bahawa aspek spiritual mengenai asal-usul kejadian manusia daripada tanah ialah menekankan bahawa manusia akan kembali kepada tanah selepas mati. Selain itu ia juga merujuk kepada kebangkitan manusia di hari penghisaban atau hari perhitungan.

Manakala Dr. Maurice Bucaille di dalam bukunya iaitu What Is The Origin Of Man?, mengatakan bahawa perkataan khalaqa yang biasanya diberi pengertian sebagai menjadikan atau “ to create” adalah kurang besesuaian. Beliau menafsirkan perkataan yang paling sesuai ialah “ to give porpotion to the a thing, atau “to make it of a certain propotion or quantity” atau to bring into existence a thing which did not formerly exist . Beliau juga menekankan bahawa perkataan di atas adalah hampir kepada perkataan asal yang digunakan di dalam Bahasa Arab .

Kompenen dan Proses Kejadian Manusia

Terdapat banyak surah di dalam al-Quran yang menghuraikan tentang penciptaan manusia. Didapati kebanyakan ayat menerangkan bahawa kejadian manusia adalah daripada tanah ( turab ). Di antara firman Allah itu ialah :

…maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu daripada tanah,….” Surah al-Hajj (22): 5

Maka dalam huraian seterusnya penulis akan menghuraikan proses kejadian manusia ini melalui beberapa peringkat dengan merujuk kepada beberapa ayat yang bersesuaian.

Pertama:Peringkat Saripati Tanah( سلالة من طين )

Pada peringkat ini didapati bahawa Allah S.W.T melakukan beberapa penyaringan debu tanah. Firman Allah:

Kemudian Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati(berasal) dari tanah”Surah al-Mu’minun (23): 12

Proses ini bertujuan untuk mendapatkan saripati tanah (sulālat min ţīn) yang bersih dan amat sesuai untuk dijadikan bahan sebagai salah satu unsur daripada penciptaan manusia. Ini menunjukkan bahawa tanah yang digunakan ini telah melalui proses penyaringan dan bukan daripada tanah biasa sebagaimana yang manausia pada hari ini fikirkan. Ini amat bersesuaian dengan kemuliaan yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada manusia. Dari aspek lain dipaparkan juga adalah kebesaran Allah S.W.T dalam penciptaan makhluqnya dan Dia sebagai Khāliqnya.

Manakala Dr. Maurice Bucaille menghuraikan dengan merujuk kepada Surah al-Furqan: 54 bahawa keturunan manusia juga berasal daripada air iaitu saripati sperma atau yang dipanggil secara sciencetific sebagai spermatozoon . Oleh itu beliau melihat saripati tanah yang dikemukakan di atas hendaklah dirujuk bersama pelbagai kompenen lain yang merangkumi saripati tanah dan saripati air yang menjadi elemen terpenting dalam penciptaan manusia.

Kedua: Peringkat Tanah Melakat (طين لازب )

Pada peringkat ini dikenali sebagai peringkat tanah melekat. Sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat” Surah As-Shaffat (37): 11

Sebagaimana diketahui tanah liat pada dasarnya mempunyai sifat melekat. Al-Qurtubiyy menghuraikan bahawa pada peringkat ini keadaan tanah melakat atau menempel di antara satu sama lain. Manalaka selepas itu tanah ini akan menjadi tanah yang keras .

Pada peringkat ini Al-Qurtubiyy juga menerangkan di dalam tafsirnya bahawa manusia pertama iaitu yang dikaitkan dengan Adam dikatakan kekal sebagai satu lembaga yang berbentuk tanah liat. Selain itu tempuh ia berada dalam keadaan ini adalah selama empat puluh tahun sehingga sifat fizikalnya berubah menjadi keras dan kering .

Ketiga: Peringkat Tanah Berbau (حماء مسنون)

Peringkat ini adalah dengan merujuk kepada firman Allah yang bermaksud:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering(yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” Surah al-Hijr (15): 26

Mengikut tafsiran Dr. Maurice Bucaille حماء مسنون diertikan juga sebagai lumpur atau tanah berorganik dan tidak tertumpu kepada pengertian lain seperti lumpur yang berubah-ubah yang berwarna hitam serta mempunyai bau tersendiri . Ini adalah disebabkan proses penyebatian di anatara tanah dan air telah berlaku.

Keempat: Peringkat Tanah Keras ( الصلصال)

Perkataan ini tidak sempurna jika perumpamaannya tidak dijelaskan bersama iaitu كاالفخار yang membawa erti seperti tembikar. Maka jelas bahawa pada peringkat ini dari aspek fizikalnya manusia yang ingin diciptakan oleh Allah S.W.T berada dalam keadaan yang keras seperti sifat tembikar. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:

Dia mencipta manusia dari tanah kering seperti tembikar” Surah Ar-Rahman (55): 14

Manakala Abū Hasan al-Tibrisī menerangkan bahawa dengan fizikal yang keras, ia dapat mengeluarkan dentingan bunyi yang gemerincing serta berulang-ulang di udara seperti suara besi yang dipukul angin . Pada peringkat ini menunjukkan bahawa masa untuk Adam menjadi lembaga manusia yang lengkap sudah tiba. Pada peringkat ini juga ianya dilihat sebagai peringkat terakhir penciptaan manusia dari aspek fizikalnya termasuk tiga peringkat yang terawal sebagaimana yang diterangkan sebelum ini.

Kelima: Peringkat Peniupan Roh

Peringkat yang kelima ini menunjukkan proses penciptaan manusia pertama(Adam) dari aspek spiritual, setelah aspek fizikalnya telah lengkap hingga ke tahap menjadi satu lembaga. Di dalam kitab Qisās al-Ambiyā’ penerangan tentang proses penciptaan manusia yang seterusnya dipaparkan dengan amat jelas. Dikatakan Allah S.W.T meniup roh ke dalam diri Adam melalui kepala dan selepas itu malaikat dengan perintah Allah telah mengajar Adam untuk memuji Allah iaitu (الحمد لله ) lalu dia menyebut. Apabila roh memasuki bahagian matanya, Adam telah dapat melihat denga jelas buah-buah yang terdapat di dalam syurga. Selepas itu apabila sampai roh ke bahagi kerongkong Adam ingin makan. Dan sebelum roh sampai kebahagian kaki, maka Adam segera ingin menjankau buah tersebut .

Di sini terdapat dua persoalan yang dapat dijelaskan. Pertama, jika merujuk kepada huraian di atas bahawa proses peniupan roh ke dalam jasad Adam berlaku di dalam syurga maka boleh dibuat kesimpulan bahawa tempat penciptaan manusia pertama(Adam) adalah berlaku di dalam syurga. Ini adalah bertepatan dengan pendapat yang menyatakan Adam dicipta di syurga Ma’wa iaitu tempat kediaman kepada orang-orang sāleh sepertimana yang dihuraikan di dalam kitab Hayāt Ādam .

Persoalan kedua adalah berkenaan dengan sikap gopoh Adam dam proses penyempurnaan penciptaannya. Ia dapat dilihat dalam sikap manusia pada hari ini yang suka melaksanakan sesuatu perkara dalam keadaan yang tergesa-gesa atau inginkan sesuatu itu dalam kadar yang segera. Sebagaimana pepatah Melayu:

“ Belum duduk sudah nak melunjur”.

Dalam hal ini Allah S.W.T telah menerangkan sikap ini di dalam al-Quran sebagaimana firmannya yang bermaksud:

Manusia telah dijadikan(bertabiat) tergesa-gesa…” Surah Al-Anbiya’(21): 37

Maka dengan berakhir proses peniupan roh ini sempurnalah kejadian Adam iaitu sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah S.W.T. Jika dilihat dengan teliti proses penciptaan manusia pertama yang dipaparkan di dalam al-Quran amat teliti dan huraiannya adalah bersifat kronologi.

KEJADIAN MANUSIA PERTAMA (ADAM) MENURUT PENTATEUCH (TORAH)

Pendahuluan

Kejadian manusia pertama yang dihuraikan di dalam Pentateuch adalah amat ringkas. Kebanyakan huraian terdapat di dalam Kitab Genesis iaitu di dalam chapter 1 – 2. Jika dirujuk secara teliti di dalam Kitab Genesis didapati manusia bukan cipataan Tuhan yang pertama.

Secara umum proses kejadian makhluk sebagaimana yang dihuraikan di dalam Kitab Genesis merangkumi 6 hari. Setiap hari terdapat ciptaan yang dijadikan oleh Tuhan sepertimana pada hari pertama siang mendahulu ciptaan-ciptaan yang lain. Manakala pada hari kedua Ia menciptakan air dan tumbuhan diciptakan pada hari ketiga. Selain itu matahari, bulan dan bintang turut diciptakan pada hari tersebut. Seterusnya pada hari keempat diciptakan makhluk-makhluk di daratan dan juga makhluk di lautan. Manakala pada hari kelima binatang berkepak pula dicipta sebagai makhluk di angkasa .

Maka pada hari keenam bermula penciptaan manusia sebagaimana yang diungkapkan di dalam Genesis ( 1:26):

The God said, “Let Us make humankind in our image, occording to our likeness and let them have dominion over the fish of the seaand over the birds of the air and over the cattle and over all the wild animals of the earth and over every creeping things that creeps upon earth

Penulis melihat bahawa tidak terdapat banyak ayat atau ungkapan di dalam Kitab Genesis yang menghuraikan secara terperinci berkenaan proses penciptaan manusia pertama. Didapati hanya terdapat satu ayat sahaja iaitu di dalam Genesis (2 : 7). Walaubagaimanapun penulis melihat ayat tersebut dapat dibahagikan huraiannya kepada dua aspek iaitu darisegi fizikal dan spiritual. Maka dalam huraian seterusnya penulis akan menumpukan perbincangan kepada dua aspek tersebut.

Kejadian manusia dari aspek fizikal

Kitab Suci Bibble iaitu di dalam Genesis telah menerangkan bahawa manusia pertama yang dicipatakan oleh Tuhan adalah daripada debu tanah. Sebagaimana yang diungkapkan di dalam Genesis ( 2:7 ):
“ then the LORD God formed man from the dust of the ground…”

Dengan jelas pada pandangan penulis fakta kejadian manusia daripada tanah ini harus dipegang oleh penganut Kristian. Walaubagaimanapun terdapat pelbagai pandangan yang diutarakan berkenaan fakta tanah ini.

Di dalam Evolution and Theology terdapat ahli agama yang menafsirkan penciptaan manusia daripada tanah itu harus difahami dalam bentuk metafora semata-mata dan bukan dalam bentuk tanah yang sebenar. Ini adalah kerana dari segi pandangan kasar tidak mungkin tanah akan dapat membentuk sehingga menjadi manusia yang lengkap seperti pembentukan Adam.

Selain itu mereka juga berpendapat bahawa jika ia berlaku, maka akan wujud proses-proses pembentukan tanah sehingga lengkap menjadi seorang manusia. Tetapi pada hakikatnya mereka tidak dapat menghuraikan pandangan tersebut dan bagaimanakah proses-proses pembentukan itu berlaku. Pada pandangan mereka, dalam hal ini seharusnya kepatuhan untuk menerima sebarang huraian daripada Kitab Suci iaitu Bibile harus diutamakan .

Penulis juga menemui bahawa ada terdapat huraian lain berkenaan persoalan tanah atau dust sebagaimana yang diungkapkan oleh Bibile. Di antaranya sebagaimana huraian di dalam Creation Revealed karangan Fredk A. Filby, perkataan tanah atau dust adalah dirujuk kepada particles atau butir-butir . Selain itu ia juga telah rujuk kepada unsur atom . Pada pandangan penulis huraian ini adalah mengambil kira aspek atom di mana dari segi fizikalnya terdiri daripada unsur-unsur yang kecil sepertimana unsur yang terdapat di dalam debu tanah.

Dengan melihat kepada huraian dan sumber yang terhad dan masa yang terbatas penulis dapati bahawa tidak terdapat huraian yang kukuh atau tepat tentang penciptaan manusia pertama iaitu Adam, begitu juga mengenai proses-proses pembentukannya. Ini dikuatkan lagi dengan hujah yang dikemukakan di dalam buku I Belileve in the Creator karangan James M. Houstan yang mengatakan bahawa kejadian manusia dari segi fizikal tidak banyak dihuraikan di dalam Old Testament mahupun New Testament. Oleh itu beliau membuat kesimpulan bahawa tidak terdapat seorang pun yang menghuraikan dengan kapasiti yang tepat berkenaan asal-usul manusia sepertimana penciptaan Adam .

Kejadian manusia dari aspek spiritual

Penulis telah menegaskan sebelum ini bahawa hanya terdapat satu ayat sahaja yang menghuraikan kejadian manusia pertama iaitu Adam di dalam Genesis. Bahagian pertama ayat tersebut telah dikategorikan sebagai huraian kepada pembentukan manusia secara fizikal. Manakala sebahagian yang lain telah menghuraikan dari aspek spiritual. Sebagaimana yang diungkap di dalam Genesis ( 2: 7 ):

…and breathed into his nostril the breath of life; and the man became a living being.”

Dengan melihat kepada ungkapan di atas penulis mendapati terdapat dua komponen utama dalam penyempurnaan penciptaan manusia, iaitu nostril mewakili badan atau body dan breath of life mewakil roh atau spirit. Penjelasan ini amat ketara sebagaimana huraian yang terdapat di dalam The Nature and Destiny of Man .

Dengan meneliti ayat di atas penulis tidak jelas dan tidak pasti sama ada ayat tersebut merupakan huraian kepada proses terakhir penciptaan manusia atau sebaliknya. Ia amat berbeza sebagaimana huraian yang dijelaskan dalam pendangan Islam terhadap peniupan roh ke dalam jasad Adam. Di sini penulis membuat kesimpulan dengan berdasarkan huraian dalam Islam sebagaimana huraian di perigkat peniupan roh bahawa, pada peringkat ini adalah peringkat terakhir kejadian penciptaan Adam.

Di dalam menafsir ayat di atas didapati bahawa terdapat unsur anthropomorphic . Di dalam The Genesis Record didapati seakan-akan Tuhan mempunyai pipi sehingga dapat mengembungkannya dan seterusnya meniupkan roh (breath of life) ke dalam jasad Adam melalui lubang hidung (nostril ). Ini menunjukkan bahawa Tuhan mempunyai jasad sepertimana manusia.

Berkenaan dengan jangkamasa penciptaan manusia pertama iaitu Adam, Genesis memaparkan bahawa proses ini hanya berlaku dalam tempoh masa yang singkat iaitu satu hari. Ini dapat dirujuk kepada Genesis ( 1:27 ). Penciptaan ini terjadi pada hari keenam sebelum Tuhan beristirehat pada hari seterusnya. Walaubagaimanapun al-Quran memaparkan bahawa proses penciptaan manusia mengambil masa yang panjang.

Persamaan dan perbezaan al-Quran dan Pentetuech dalam penciptaan manusia pertama

Dalam perbincangnan sebelum ini dengan jelas didapati bahawa terdapat hanya satu persamaaan di antara al-Quran dan Pentatuech dalam penciptaan manusia. Kedua-duanya menyatakan penciptaan manusia adalah daripada tanah. Walaubagaimanapun dalam perbincangan al-Quran unsur tanah ini mempunyai falsafahnya yang tersendiri. Di antaranya sebagaimana yang dihuraikan sebelum ini manusia dicipta oleh Allah S.W.T daripada tanah dan ia akan kembali ke tanah selepas mati. Selain itu Ibn Kathir menyatakan unsur tanah ini adalah bermaksud tetap pendirian dan ia juga adalah alternatif Allah ke atas zat tanah yang pada dasarnya tanah mempunyai manfaat dan lebih baik daripada unsur lain yang wujud seperti api dan sebagainya .

Di dalam Evolution and Theologi, St. Augustine menerangkan bahawa perbincangan penciptaan manusia adalah suatu yang tidak memberi manfaat. Ini adalah kerana mereka lebih mengutamakan persoalan dari aspek Theologi yang membicarakan persoalan manusia dengan Tuhannya .

Manakala dari segi perbezaan, penulis mendapati terdapat beberapa perbezaan yang amat ketara. Di antaranya berkenaan proses keseluruhan penciptaan manusia. Di dalam al-Quran proses penciptaan manusia ini dihurai dengan cara yang tersusun dan mempunyai peringkat-peringkat tertentu. Dengan ini ia akan lebih mudah difahami dan diyakini.

Manakala huraian yang terdapat di dalam Pentatuech agak ringkas dengan penggunaan satu ayat sahaja iaitu di dalam Genesis ( 2:7 ). Pada pandangan penulis ia sukar difahami dengan jelas bukan sahaja kepada penganut agama lain malah penganut agama Kristian sendiri termasuk ahli-ahli Theologi mereka. Selain itu ia juga akan mengundang salah interpretasi terutama dalam persoalan unsur tanah.

Perbezaan seterusnya adalah berkenaan dengan tempoh masa kejadian manusia. Walaupun penulis masih belum dapat memastikan tempoh masa sebenar penciptaan manusia di dalam al-Quran disebabkan masa yang terhad, tetapi yang pasti tempohnya mengambil masa yang panjang iaitu 40 tahun sebagaimana yang diterangkan sebelum ini.

Ini adalah berdasarkan huraian di peringkat sebelum peniupan roh ke dalam jasad Adam sebagaimana yang ditafsirkan oleh Ibn ‘Abbas dengan merujuk kepada kalimah “الدهر ” yang membawa maksud waktu daripada masa. Manakala di dalam Genesis dengan jelas menunjukkan penciptaan manusia ini hanya mengambil masa yang singkat iaitu selama satu hari sahaja iaitu pada hari keenam. Ini dengan merujuk kepada Genesis ( 1: 27-31 ).

Penulis melihat bahawa adalah benar jika untuk mengatakan bahawa perbincangan mengenai penciptaan manusia di dalam Bibble bukan suatu yang penting dan utama bagi masyarakat Kristian. Ini adalah kerana ia tidak termasuk salah satu doktrin agama Kristian seperti Konsep Triniti, Dosa Warisan, Salvation dan beberapa yang lain. Dalam Islam walaupun ia bukan termasuk dalam perbincangan doktrin utama sekalipun, tetapi persoalan ini bersangkut paut dengan kepercayaan dan keimanan terhadap kekuasaan Allah yang berkuasa untuk menentukan apa sahaja yang diinginiNya.

AL-QURAN: KEASLIAN KALAM TUHAN

Pendahuluan

Al-Quran telah diturunkan ke atas Nabi Muhammad S.A.W secara beransur-ansur sekitar dua puluh tahun, dan ia masih lagi belum sempurna sebagai satu kitab. Sebagaimana yang diketahui bahawa al-Quran atau wahyu diturunkan melalui pelbagai cara kepada Nabi Muhammad dan juga kepada Nabi-nabi terdahulu . Di antaranya perantaraan malaikat Jibril , mimpi yang benar dan ilham. Dalam proses penurunan ini Allah S.W.T memelihara dan menjamin supaya tidak berlaku sebarang penyelewengan atau sesuatu unsur yang dapat mengggugat keaslian dan kemurnian kalamNya selama-lamanhya. Sebagaimana fimanNya yang bermasksud:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” Surah Al-Hijr(15):9

Dari perspektif al-Quran amat jelas bahawa tidak akan berlaku sebarang penyelewengan terhadap wahyu atau al-Quran yang diturunkan oleh Allah kepada para Rasul. Ini adalah kerana ia dipelihara oleh Allah S.WT. Dalam huraian yang seterusnya penulis akan cuba melihat secara ringkas dari aspek peralihan ayat-ayat al-Quran melalui cara penghafalan, pengumpulan dan seterusnya proses pembukuan al-Quran. Di mana semua ini akan dapat membuktikan bahawa kalam Tuhan yang diturunkan ini tetap asli dan terpelihara kemurniannya.

Proses Penghafalan dan Peralihan secara lisan

Peralihan ayat-ayat al-Quran secara lisan adalah berasaskan konsep hifz atau penghafalan. Pada peringkat ini Nabi Muhammad S.A.W adalah orang yang pertama menghafal ayat-ayat al-Quran atau wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan Maikat Jibril. Penulis merujuk penjelasan ini sebagai mana yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam beberapa ayt-ayat al-Quran .

Pada peringkat seterusnya Nabi Muhammad S.A.W menerangkan tentang penurunan wahyu dan mengarahkan para sahabat untuk menghafalnya. Pelbagai langkah dan usaha telah di ambil oleh Rasulullah S.A.W untuk memastikan setiap ayat yang dihafal oleh para sahabat terus terpelihara. Sebagaimana Hadith yang diriwayatkan oleh Uthman bin ‘Affan yang bermaksud:

Orang yang paling tinggi kedudukannya di antara kamu (Muslim) adalah mereka yang mempelajari al-Quran dan mengajarnya.

Di samping itu para sahabat juga menggunakan ayat-ayat tersebut sebagai ayat bacaan di dalam sembahyang. Pada peringkat ini para sahabat mendengar dengan tekun ayat yang dibaca oleh Rasulullah S.A.W berulang kali dan kemudian mereka menghafalnya. Untuk memastikan mereka tidak lupa, ia digunakan sebagai ayat bacaan di dalam sembahyang seharin. Selain membacanya di dalam sembahyang Rasulullah S.A.W juga mendengar secara terus ayat-ayat yang telah dihafal oleh para sahabat . Ini adalah untuk memastuikan ia tidak silap dan peralihan daripadaNya melaui hafalan akan terus terpelihara.

Pada hakaikatnya lebih daripada dua puluh orang daripada kalangan mereka yang terkenal di dalam Islam yang telah menghafal ayat-ayat al-Quran . Di anatara mereka ialah Abu Bakr, ‘Umar , ‘Uthman, ‘Ali, Ibn Mas’ud, Abu Huraira, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Amr bin al’As, ‘Aisha, Hafsa Umm Salam dan lain lagi.

Pada peringkat ini penulis membuat kesimpulan awal bahawa proses penghafalan yang dilakukan pada zaman awal penurunan al-Quran menunjukkan kepada kita bahawa ianya amat terpelihara daripada sebarang unsur penyelewengan atau perubahan. Ini adalah kerana proses ini telah diteliti oleh Rasulullah satu persatu serta menyemak dari bacaan penghafal sendiri. Tradisi ini telah berlarutan di kalangan sahabat selepas kamatian Rasulullah, dan selepas itu di kalangan tabi’un dan ke semua generasi Muslim hingalah ke hari ini.

Proses Peralihan dalam bentuk Penulisan dan Dokumentasi

Suyuti di dalam Itqan telah menyatakan bahawa proses penulisan al-Quran telah dilakukan pada zaman Rasulullah lagi tetapi proses pembukuan atau dokumentasi masih belum berjalan dengan baik . Manakala proses seterusnya berlaku dengan sempurna ketika zaman Abu Bakr dan ‘Uthman.

Secara umum maksud pengumpulan al-Quran ini ialah

  1. Mengumpulkan ayat-ayat al-Quran secara lisan daripada penghafal al-Quran.
  2. Mengumpulkan ayat-ayat al-Quran dalam bentuk penulisan di atas kertas mahupun buku.

Proses yang terakhir dilihat dalam sejarah pembukuan al-Quran adalah pada zaman ‘Uthman yang diketahui umum sebagai Mashaf ‘Uthmani. Walaupun pada permulaannya terdapat sedikit perbezaan dari segi pembacaan terutama mashaf yang terdapat di zaman Abu Bakr. Selepas perbincangan dengan para sahabat mereka bersetuju untuk menyemek kembali Mashaf Abu Bakr yang disimpan oleh Hafsa sebagaimana yang diriwayatkan Anas bin Malik di dalam Hadith . Maka selepas itu ‘Uthman meminta para sahabat seperti Zaid bin Thabit untuk menulis semula ayar-ayat ini dalam keadaan yang sempurna dan dikenali sebagai Mashaf ‘Uthmani.

Oleh yang demikian adalah amat jelas proses yang dipaparkan di atas menunjukkan bahawa bagaimana ayat-ayat al-Quran it terus dipelihara dan dijaga daripada sebarang perubahan dan penyelewengan bermula daripada penurunannya sehingalah dibukukan sebagaimana yang digunakan olek seluruh umat islam di dunia. Pada hakikatnya keasl;ian dan kesahihan ayat-ayat al-Quran sebagai kalam Allah yang asal tidak dapat dipertikikan lagi.

Keagungan dan keaslian kalam Allah ini bukan sahaja diakui oleh seluruh umat Islam tetapi terdapat juga tokoh-tokoh Kristian yang mengakuinya, Sebagai contoh sebagaiman di dalam buku Keagungan Dunia Terhadap Islam, seorang tokoh Kristian iaitu Paul Cassanova mengatakan:

Bilamana saja Muhammad diminta sesuatu mukjizat sebagai bukti kebenaran ajarannya, dia mengutip ayat-ayat al-Quran dengan keistimewaan sasteranya yang tiada tandingan, sebagi bukti al-Quran itu datang dari Ilahi .

PENTATEUCH(TORAH) BUKAN KALAM TUHAN

Perspektif al-Quran

Pada bahagia ini penulis akan cuba mengemukakan hujah-hujah yang mengatakan bahawa Pentateuch atau Torah adalah bukan kalam Allah yang asal sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Musa.Ini adalah keran telah berlaku banyak penyelewengan terhadap sumber asal tesebut. Penulis hanya akan merujuk kepada sumber utama iaitu al-Quran untuk menghuraikan persoalan tersebut.

Allah telah berfirman di dalam al-Quran yang bermaksud:

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya(ada) petunjuk dan cahaya(yang meneranngi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya”  Surah al-Maidah (5): 44

Merujuk kepada ayat di atas al-Quran telah menerangkan bahawa Taurat ialah kitab yang diturunkan(diwahyukan) Tuhan kepada Nabi Musa. Pada dasarnya kitab ini mengandungi petunjuk, penerangan, hukum-hukum, peringatan dan juga nasihat bukan hanya untuk Nabi Musa tetapi untuk seluruh bangsa Yahudi.

Manakala dalam ayat lain Allah berfirman yang bermaksud:

Sesungguhnya Kami telah memberi petunjuk kepada Musa dan Kami wariskan kepada Bani Israil kitab petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang mempunyai fikiran” Surah al-Ghafir(40):53-54.

Dengan merujuk kepada ayat di atas maka dengan jelas menunjukkan bahawa pada hakikatnya Taurat itu telah sempurna diwahyukan kepada Nabi Musa ebagai kalam Allah dan telah diwariskan serta diajarkan kepada seluruh Bani Israil pada ketika Beliau masih hidup di dunia.

Tetapi dalam firman Allah yang seterusnya, telah dinyatakan pula sikap Bani Israil yang telah dan berpaling daripada ajaran yang di bawa oleh Nabi Musa sehingakan mereka mengubah perkataan yang terdapat di dalam Taurat seterusnya melupakan sebahagian peringatan Allah kepada mereka. Allah berfirman yang bermaksud:

Maka dengan sebab mereka( Bani Israil) membatalkan janjinya, Kami laknat mereka dan Kami jadikan hatinya keras; mereka mengubah-ubah perkataan dari tempatnya dan mereka melupakan sebahagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka dan engkau sentiasa melihat pengkhianatan mereka kecuali sedikit di antaranya” al-Maidah (5): 13

Terdapat juga beberapa ayat lain yang menerangkan bahawa Bani Israil ini telah melakukan banyak perubahan di dalam Kitab Taurat asal sebagaimana yang telah diturunkan kepada Nabi Musa. Di anataranya di dalam Surah al-Baqarah(2): 75, Surah an-Nisa'(4): 46 dan Surah al-Maidah(5): 41.

Selain daripada mengubah ayat-ayat yang terdapat di dalam Taurat, Bani Israil juga telah mengarang kitab dengan tangan mereka dan seterusnya mengatakan bahawa kitab itu adalah diutuskan oleh Allah. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:

Maka celakalah bagi mereka yang menulis kitab dengan tangannya kemudian katanya: “Ini dari sisi Allah”. Supaya dengan demikian mereka dapat menukarnya dengan harga yang sedikit. Maka celakalah bagi mereka dari(sebab) apa yang telah ditulis tangannya dan celakalah bagi mereka dari(sebab) apa yang diusahakannya” Surah al-Baqarah(2): 79.

Penulis juga dapat menegaskan lagi bahawa Taurat kini adalah bukan kalam Allah sebagaimana yang asal. Ini adalah kerana Bani Israil juga bukan sekadar mengubah dan mengarang tetapi telah menyembunyikan sebahagian ayat-ayat di dalam Taurat. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:

Hai ahli kitab! Sesungguhya telah datang kepadamu Rasul Kami menerangkan kepada kamu banyak di antara kitab yang telah kamui sembunyikan dan banyak yang dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepada kamu daripada Allah penerangan dan kitab yang terang”  Surah al-Maidah(5): 15.

Di dapati juga sebahagian cerdik pandai Yahudi melakukan pembohongan atau cuba memutarbelitkan lidah mereka ketika membaca Taurat supaya orang akan menganggap apa yang dibaca itu adalah dari kalam Tuhan. Tetapi pada hakikatnya mereka membaca atau mengemukakan pandangan mereka sendiri. Allah telah menerangkan hal ini di dalam al-Quran yang bermaksud:

Dan sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutarbelitkan lidahnya dengan kitab supaya kamu kira dia darikitab sedang dia bukan dari kitab; dan kata mereka dia dari sisi Allah sedang dia bukan dari sisi Allah dan mereka berkata dusta atas Allah sedang mereka mengetahui”. Surah al-‘Imran(3):78)

Pada bahagian ini penulis ingin membuat kesimpulan awal bahawa dengan merujuk kepada sumber utama iaitu al-Quran di dapati terdapat penerangan yang jelas bahawa Kitab Taurat yang dipegang oleh Bangsa Yahudi kini adalah bukan kalam Allah dan hal ini bukan perkara baru tetapi telah berlaku pada zaman Nabi Musa lagi. Ianya bermula dengan pengingkaran terhadap ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa. Maka seterusnya berlaku beberapa penyelewengan lain seperti melakukan perubahan pada Taurat, mengarang kitab dengan tangan mereka sendiri, menyembunyikan sebahagian ayat-ayat Taurat, memutarbelitkan ketika membaca Taurat, menyamakan kebenaran dengan kabatilan dan mereka juga telah menyembunyikan kebenaran mengenai kenabian Nabi Muhammad S.A.W .

Oleh yang demikian kitab yang terdapat pada orang-orang yahudi mahupun Kristain kini yang dianggap sebagai kitab suci tidak dapat diyakini lagi keaslian dan kesuciannya sebagai kala m yang berasal dari Allah.

Perspektif Sarjana Kristian

Di dalam bukunya yang bertajuk Perbandingan Agama Kristen dan Islam, H.M. Arsyad Talib Lubis telah mengemukakan bahawa terdapat pengakuan dari pihak Sarjana Kristian yang mengatakan bahawa Taurat yang ada kini bukan Taurat yang asli sebagaimana yang mereka dakwa. Beliau telah merujuk kepada huraian dua tokoh Kristian iaitu Dr. Mr. D.C.Mulder dan Dr.H.Rosin.

Beliau menulis, Dr. Mr. D.C.Mulder mengatakan bahawa sebelum abad ke 19 ahli-ahli fikir masih belum mampu berfikir kritis terhadap Alkitab dan tentang tradisi-tradisi mengenai terjadinya Alkitab itu. Tetapi dengan tersebarnya konsep rasionalism pada abad ke 19 mereka telah mula berubah dan mula menyelidiki tradisi-tradisi Alkitab secara kritis. Maka dengan kajian yang telah dijalankan akhirnya mereka mendapati bukti-bukti yang lengkap yang tidak boleh diragui kebenarannya bahawa Alkitab tidak dikarang pada zaman Nabi Musa. Walhal ia dikarang pada zaman selepasnya. Walaubagaimanapun terdapat satu persoalan yang tidak dapat jiwab oleh pengkaji-pengkaji tersebut iaitu berkenaan dengan siapakah pengarang asal kitan tersebut. Sehingga kini persoalan itu masih belum terungkai . Walaubagaimanapun penulis tidak mendapat informasi yang lengkap adakah sehingga abad ini persoalan tersebut masih belum terjawab ataupun sebaliknya.

Manakala pandangan kedua iaitu daraipada Dr.H.Rosin, beliau mengatakan bahawa Taurat bukan dikarang oleh Nabi Musa. Pada hakikatnya ia dikarang adalah sebagai hasil perkembangan yang lama dan selesai sesudah masa pembuangan di Babel. Menurut beliau lagi orang Yahudi dibuang ke Babel pada tahun 606 sebelum Jesus. Maka antara Nabi Musa dengan pembuangan ke Babel lebih kurang 900 tahun kerana Nabi Musa hidup kira-kira 1500 tahun sebelum Jesus. Maka kejadian-kejadian yang telah berlaku sesudah zaman Nabi Musa amat mustahil ditulis ketika zaman atau ketika Nabi Musa masih hidup .

Perspektif kandungan: Keraguan di dalam Torah

Penulis kembali merujuk hujah yang dikemukakan oleh penulis buku yang sama iaitu H.M.Arsyad Thalib Lubis. Pada kali ini beliau melihat dengan lebih mendalam ke dalam salah satu kitab Taurat iaitu Deuteronomy (31: 24 – 26). Dalam huraian ini beliau merujuk kepada ungkapan “ sudah habis disuratkan Musa segala firman torat ini dalam sebuah kitab sampai tamatnya”. Beliau mengatakan bahawa perkataan yang sedemikian tidak mungkin dijumpai di dalam kitab yang ditulis oleh Nabi Musa. Ayat itu pada hakikatnya menunjukan seorang penulis lain yang ingin menegaskan proses penulisan Kitab Taurat itu telah dilakukan oleh Nabi Musa. Beliau menambah, dengan merujuk kepada ayat di atas didapati bilangan kitab Turat hanya satu berdasarkan perkataan “….sebuah kitab sampai tamatnya” dan bukan lima buah sebagaimana yang diketahui umum .

Maka di sini jelas bahawa terdapat hujah-hujah yang kukuh untuk mengatakan bahawa Kitab Taurat yang ada kini bukan kalam Tuhan sebagaimana yang diwahyukan kepada Nabi Musa pada peringkat awalnya. Penulis tidak menafikan bahawa terdapat banyak lagi hujah-hujah yang dapat membuktikan di mana Kitab Taurat ini bukan kalam Tuhan. Di sini penulis hanya mengemukan dari sumber-sumber yang ditemui dalam masa yang terhad.

Kesimpulan

Setelah dikaji dan diteliti, penulis melihat bahawa terdapat perbezaan yang amat ketara mengenai isi kandungan al-Qur’an dan Pentateuch berhubung dengan isu penciptaan manusia pertama ini. Pelbagai andaian telah ditemui di dalam Pentateuch dan ia berbeza dengan kupasan al-Qur’an yang lebih detail dan teratur apabila berbicara mengenai sesuatu benda. Ini membuktikan kebenaran al- Qur’an itu sebagai kalam Allah yang asli dan Pentateuch itu telah pun dirubah dan diselewengkan.

Secara keseluruhannya, penulis melihat bahawa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dan sememangnya terdapat makhluk lain yang mendiami alam ini sebelum Adam diutuskan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Jelasnya proses kejadian manusia merupakan antara topik yang terkandung di dalam al-Qur’an dan juga Pentateuch, cuma ia berbeza mengenai beberapa kriteria yang telah pun diselewengkan. Penulis berharap dengan penjelasan yang ringkas ini akan memberi sedikit input kepada para pembaca sebagai jalan permulaan untuk mengkaji dengan lebih mendalam lagi tentang persoalan penciptaan manusia ini.

_______________________

Rujukan:

Dr. Maurice Bucaille ialah seorang sarjana berbangsa Perancis yang telah menghabiskan sebahagian besar masanya membuat kajian perbandingan kitab suci al-Quran, Injil dan Taurat sebagai sumber ramalan ilmu sains dan ilmu pengetahuan moden lain.

Maurice Bucaille (1982), What Is The Origin of Man? The Answers of Science and The Holy Scriptures. c. 8, Paris: Seghers, h.171.

Ibid.

al-Baqarah: 264, Ali ‘Imran, an-Nahl: 59, al-Kahfi: 37, al-Ghafir:67, al-Rum:20, al-Fathir:11 dan al-Ra’d.

“ Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu(punya) keturunan dan masyaharah dan adalah Tuhan maha kuasa”

Maurice Bucaille, “What Is The Origin of Man?:”, h.174.

Ibid.

Al-Qurtubiyy (t.t), Tafsir al-Qurtubiyy. j.1, Qāhirah: Dār al-Sya’b, h. 86.
Ibid., h.240.

Maurice Bucaille, “What Is The Origin of Man?:”, h.173.

Butrus al-Bustami (1983), Munkit al-Munhit. Beirut: Maktabah Lubnān, h. 515.
Abū Hasan al-Tibrisī , Majma’ al-Bayān fī Tafsir al-Qurān. , h.234.

Untuk maklumat lanjut lihat Muhammad al-Faqīy (1979), Qisās al-Ambiyā’ Ahdāthuha wa

΄Ibāruha. Maktabah Wahbah, h. 18.

Mahmūd Syalabiyy (1987), Hayāt Ādam. Beirut: Dār al-Jayl, h. 18.

Untuk maklumat lanjut lihat Genesis (1:1 – 25)

Ernest C. Messenger , Evolution and Theology. h. 108.

Ibid., h. 112.

Fredk A. Filby Creation Revealed. h. 118.

Ibid.

James M. Houstan (1980), I Believe in the Creator. Grand Rapids: Eermans Publishing Company, h. 73.

Kebanyakan masyarakay Kristian mempercayai bahawa manusia adalah dicipta dari dua aspek utama iaitu badan dan roh. Untuk maklumat lanjut lihat Reinhold Neibhnur (1941), The Nature and Destiny of Man. j. 1, New York: Charles Scribner’s Son, h. 13.

Anthropomorphic bermaksud memperlakukan Tuhan sebagai manusia sama ada dari segi rupa bentuk dan personaliti.

Lihat Hanry M. Morris, The Genesis Record. h. 85.

Ibn Kathir al-Bidayah wa al-Nihayah. j.1, h. 72.

Beliau adalah salah seorang ahli Theologi Kristian yang terkenal yang berusaha untuk mengungkap dan mengupas kembali doktrin-doktrin Agama Kristian yang dibawa oleh St. Paul terutama kepada kumpulan Gentile. Ini adalah kerana doktrin-doktri yang diajar oleh St.Paul sukar difahami terutama dalam persoalan konsep Triniti.

Ernest C. Messenger, Evolution and Theology. h. 170.

Sebagaimana yang di firmankan oleh Allah dalam Surah al-Insan (76: 1) yang bermaksud “Bukankah telah dating atas manusiasatu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”

Lihat Surah An-Nisa'(4):163-165

Lihat Surah al-Baqarah(2):97

Lihat Surah As-Shaffat(37):102

Lihat Surah al-Qiyamah(75):16-19; Surah al-Bayyinah(98):2
Bukhari, VI, No.546.

Lihat Bukhari,VI, No.106.

Suyuti (1973), al-Itqan fi ‘ulum al-quran.j. 2, Beirut: Maktab al-thaqafiyya, h. 124.

Ibid., h.41.

Lihat Bukhari, VI, No. 510.

M. Hashem, KeagunganDunia Terhadap Islam ,h.48.

Lihat Surah al-‘Imran(3): 78.

Lihat Surah al-‘Imran(3): 71.

Lihat Syrah al-Baqarah(2): 146.

H.M.Arsyad Thalib Lubis (1969), Perbandingan Agama Kristen dan Islam. Medan, h.333.
Ibid.
Ibid., h.333 – 334.

LAPISAN-LAPISAN ATMOSFERA


Oleh: Harun Yahya

Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)

Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (Al Qur’an, 41:11-12)

Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfera terdiri dari tujuh lapisan.

Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfera terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFERA. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER.A LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFERA. . TERMOSFERA berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFERA. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bahagian ini dinamakan EKSOSFERA. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfera tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

  1. Troposfera
  2. Stratosfera
  3. Ozonosfera
  4. Mesosfera
  5. Termosfera
  6. Ionosfera
  7. Eksosfera

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12,

… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.

Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap impak meteor yang berbahaya.

Atmosfera bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfera.

Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DALAM ENAM MASA


Oleh: Dr. T. Djamaluddin

Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an.

Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat An-Nazi’at ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kira-kira dapat diuraikan sebagai berikut:

Masa I (ayat 27): Penciptaan Langit Pertama Kali

Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.

Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut (gambar 1a), terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah.

Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi (gambar 1b dan c). Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi (gambar 1d).

Gambar 1a) awan debu (dukhan) yang terbentuk akibat big bang

Gambar 1b) hembusan angin bintang dari kedua kutubnya

Gambar 1c) galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya

Gambar 1d) struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas

Masa II (ayat 28): Pengembangan dan Penyempurnaan

Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauh (gambar 2).

Gambar 2) model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semesta

Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.

Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.

Masa III (ayat 29): Pembentukan Sistem Suria termasuk Bumi

Gambar 3) reaksi nuklir yang menjadi sumber energi bintang seperti Matahari

Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.

Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.

Masa IV (ayat 30): Awal Mula Daratan di Bumi

Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.

Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya,

Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam.

Gambar 4) daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi

Masa V (ayat 31): Pengiriman Air ke Bumi Melalui Komet

Gambar 5) ilustrasi komet yang membawa unsur hidrogen sebagai pembentuk air di Bumi

Dari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air.

Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.

Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.

Masa VI (ayat 32-33): Proses Geologis serta Lahirnya Haiwan dan Manusia

Gambar 6) gunung sebagai pasak Bumi

Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah. Proses detail terbentuknya gunung dapat dilihat pada artikel sebelumnya yang ditulis oleh Dr.Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc tentang fungsi gunung sebagai pasak bumi.

Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.

Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang bermaksyd,

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bisshowab.

________________________________________
Sumber: misykatulanwar.wordpress.com

ANAI-ANAI MENGENALI AYAT AL-QURAN BERUSIA 100 TAHUN


————————————————————–

Al-quran yang beserta dengan terjemahan dalam bahasa Urdu yang telah berusia 100 tahun ini telah dimakan oleh anai-anai. Apa yang ajaibnya anai-anai ini memakan semua termasuk terjemahannya tetapi tiada satu pon ayat Al-quran dalam bahasa Arab yang dimakan oleh anai-anai tersebut.

Klik Gambar Untuk Lebih Jelas

Klik Gambar Untuk Lebih Jelas

Kejadian ini berlaku di dalam rumah seorang muslim yang bernama En. Md Farooq penduduk Tappachabutra, Hyderabad.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr, surat ke 15 ayat ke 9, Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Ayat di atas menunjukkan jaminan dari Allah Swt., bahawa Dia selain menurunkan dan mewahyukan Al-Quran, juga berkomitmen akan menjaga kemurniannya hingga Hari Kiamat.

Al-Quran Al-Karim Adalah Mukjizat

Daripada Saidina Ali r.a :

Katanya: Ingatlah! Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: ” Awaslah! Sesungguhnya akn berlaku kekacauan dan bala bencana yang besar”. Aku bertanya: ” Apakah caranya untuk menyelamatkan diri dari bencana itu, Ya Rasulullah?” Baginda menjawab: ” (Caranya ialah berpegang teguh kepada ajaran) kitab Allah, ia mengandungi kisah-kisah perihal umat-umat yang terdahulu dari kamu, dan berita perkara-perkara yang akan datang sesudah kamu, serta hukum-hukum mengenai apa yang berlaku di antara kamu; (kitab Allah al-Quran) dialah yang menjadi pemutus (antara yang benar dengan yang salah), bukan keterangan yang olok-olok; sesiapa jua dari golongan yang sombong angkuh, meninggalkannya (dengan tidak menurut hukumnya): akan dibinasakan oleh Allah, dan sesiapa yang mencari pertunjuk dari yang lainnya – akan disesatkan oleh Allah; al-Quran ialah tali Allah yang teguh kukuh, dan dialah pengajaran yang menjadi ikutan, dan dialah juga As-Siratul Mustaqim (jalan yang lurus).

Dialah kitab yang dengan sebab berpegang teguh kepada ajarannya, hawa nafsu seseorang tidak akan menyeleweng atau terpesong; dan dialah kitab yang kalimah-kalimahnya tidak akan bercampur aduk atau berkesamaran dengan kata-kata makhluk; dan alim ulama pula tidak merasa puas daripada mengkaji isi kandungannya; (demikian juga) keindahan, kemanisan dan kelazatan membacanya tidak akan susut atau hilang, meskipun ia dibaca dengan berulang-ulang; dan kandungannya yang menakjubkan, tidak berkesudahan. Dialah kitab yang menjadikan sekumpulan jin semasa mendengarnya tidak tertahan hati menerimanya sehingga mereka memujinya dengan berkata: “Sesungguhnya kami mendengar bacaan al-Quran yang menakjubkan, yang memimpin ke jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya.” (Demikian juga) sesiapa yang memperkatakannya; dan sesiapa yang beramal dengan ajarannya, diberikan pahala; dan sesiapa yang membuat keputusan berdasarkan hukum-hukumnya, adillah keputusannya; dan sesiapa yang berdakwah supaya orang ramai menurut ajaran-ajarannya, sudah tentu ia (dan mereka) beroleh hidayah pertunjuk ke jalan yang lurus.”  – (Saidina Ali r.a)

Firman Allah Ta’ala Yang Bermaksud:

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal.” ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Subhanallah, Wallahu’alam….

Sumber: http://hasnulhadiahmad.com

%d bloggers like this: