CIRI DAJJAL MENURUT NABI, AL QURAN DAN HADITS


Dajjal+mata+satu
Ciri Dajjal Menurut Nabi, Al Quran dan Hadits . Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Ciri-ciri Dajjal

Dajjal Buta sebelah Matanya
Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:
إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية
Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya.seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)

Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :
إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم
dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak,seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :
إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور
Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanyasebelah tidak timbul tidak pula berlubang.Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)
Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)

Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى
Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

Memiliki “Surga” dan “Neraka”

Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار
Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah,dan nerakanya adalah surga ALLah.(HR.Muslim)

Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه
…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan :
ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم
…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)
Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :
يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب
…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)

Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه
Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)
Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال
“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)

Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;
ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى
Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)

Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :
الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان
Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi;dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)
Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda
يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود
Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh pulh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)
Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91)
Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)

Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.
Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .
Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam,kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakansambil menunjuk dengan tingkat ketanah:
هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق
“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)

Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة
“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah(HR.Muslim)
Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه
Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).

Berlindung dari fitnah Dajjal

Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal dengan surat al kahfi dan khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:
اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)
Peringatan !!!
Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya.jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah ahad (tidak mutawatir).karena mereka adalah orang-orang bodoh tentang ilmu hadits. tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. kalau saja mereka mau menelusurinya,niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya.
Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalagi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.(lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501).
Sumber: http://wawanislam.blogspot.my/2013/11/ciri-dajjal-menurut-nabi-al-quran-hadits.html

SOLAT JENAZAH


solat-jenazah

MUKADIMAH

Setiap yang bernyawa di dunia ini pastinya akan mati, begitu juga dengan manusia sepertimana firman Allah S.W.T dalam Surah Ali-‘Imran ayat 185 :

1

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati .”

2

Oleh itu, apabila datang kematian kepada seseorang hamba Allah ,maka orang lain yang hidup adalah kewajipan untuk menguruskan jenazah tersebut sebagai amalan yang dituntut dalam Islam .Hukum menyelenggarakan jenazah adalah fardu kifayah iaitu amalan yang tidak diwajibkan ke atas setiap individu muslim bahkan memadai dilakukan oleh sebahagian daripada mereka.

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud :

“Sembahyanglah kamu ke atas orang-orang yang telah mati.”
(Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Terdapat beberapa perkara yang harus dilakukan oleh manusia lain dalam menguruskan jenazah seperti memandikan ,mengkhafankan,menyembahyangkan dan seterusnya mengebumikan .

Di dalam buku risalah kecil ini, akan diterangkan cara-cara menyembahyangkan jenazah dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.

ORANG YANG HAMPIR MATI

Orang yang sakit ,yang hampir menghembuskan nafasnya yang akhir ,hendaklah dihadapkan ke kiblat,dibaringkan di atas lambungan yang kanan,muka dan dadanya dihadapkan ke kiblat ,kalau tidak boleh hendaklah ditelentangkan dan dua tapak kakinya dihalakan ke kiblat
Hendaklah diajar mengucap kalimah tauhid (dengan tidak bertubi-tubi), tetapi jika ia berkata dengan kalimah (perkataan) yang lain, hendaklah diajar balik dengan kalimah tauhid.
Dibacakan Surah Yaasiin() dan surah Ar-Ra’du ().
PERKARA YANG DILAKUKAN SESUDAH MATI

Apabila telah mati (yakin matinya) , hendaklah ditutup matanya , diikat dagunya supaya jangan terbuka mulutnya ,dilembutkan sendi-sendinya dengan minyak,ditutup seluruh badanya dengan kain dan diletakkan ditempat yang tinggi ,umpamanya diatas katil ,dan diletakkan diatas perutnya benda-benda yang berat ( lebih kurang 1 paun).
Ahli-ahli keluarga mayat itu hendaklah berikhitar membayar hutangnya daripada harta peninggalannyaatau daripada pertolongan ahli-ahli keluarga mayat itu atau seseorang waris atau orang lain membut pengakuan (berikrar) membayar akan hutangnya .
Hendaklah disebutnya membayar akan hutangnya.
Hendaklah disebutkan kebaikkan dan medoakan keampunan baginya.
KEWAJIPAN-KEWAJIPAN YANG
BERHUBUNG DENGAN MAYAT

Apabila mati seseorang Islam , maka wajiblah di atas orang-orang yang hidup sebagai fardu kifayah menyelenggarakan empat perkara ke atasnya (mayat):

Memandikan
Mengkhafankan
Menyembahyangkan
Mengkebumikan
Peringatan :

Semua perbelanjaan mengururskan mayat ini ialah daripada harta peninggalannya (si mati) kecuali isteri, maka wajib atas suaminya,anak kecil wajib atas bapanya ,sekiranya tidak ada ,maka tertanggunglah ke atas orang islam yang kaya .

TUJUAN MENYEMBAHYANGKAN JENAZAH

Sembahyang jenazah diadakan antara lain adalah untuk memohon keampunan serta limpahan rahmat Allah S.W.T bagi si mati dan mengharapkan suci dari dosa.

Manusia sebagaimana diketahui memang tidak sunyi dari melakukan kesilapan dan kesalahan .Allah sentiasa memberikan peluang kepada hamba-hambanya untuk bertaubat. Dengan mengadakan sembahyang jenazah orang yang hidup diberi peluang untuk memohon keampunan dan kerahmatan daripada Allah untuk si mati. Sembahyang jenazah juga adalah sebagai satu cara memberi penghormatan yang sopan kepada mayat.

Hukum mendirikan solat jenazah adalah fardu kifayah.Justeru itu,Islam menganjurkan supaya didirikan sembahyang jenazah dengan jumlah yang ramai itu lebih baik dan afdhal.

RUKUN SEMBAHYANG JENAZAH

Niat
Berdiri jika berkuasa
Takbir empat kali termasuk takbiiratul ihram
Membaca surah al-Fatihah
Membaca selawat ke atas nabi
Mendoakan mayat
Memberi salam
Nota :

Boleh membaca mana-mana selawat,seelok-eloknya membaca selawat Ibrahimiah.
Doa bagi mayat boleh dibaca mana-mana satu doa dengan syarat ditakhsiskan (ditentukan) bagi mayat lelaki,perempuan atau kanak-kanak.
SYARAT-SYARAT SEMBAHYANG JENAZAH

Suci daripada hadas besar dan hadas kecil
Menutup aurat dan menghadap kiblat
Mayat sudah dimandikan dan dikafankan
Mayat diletakkan di hadapan kecuali mayat ghaib
Mayat diletakkan dekat dengan orang sembahyang lebih kurang tiga kaki
Mayat hendaklah muslim
Matinya tidak kerana perang fisabilillah5
PERKARA-PERKARA SUNAT BAGI SEMBAHYANG JENAZAH

Mengangkat kedua tangan semasa mengucapkan empat takbir
Merendahkan suara dalam sembahyang
Membaca

Berjamaah sekurang-kurangnya tiga saf,setiap satu saf sekurang-kurangnya dua orang.
Nota:

Yang lebih utama menyembahyangkan jenazah itu ialah walinya,iaitu bapanya kemudian datuknya dan ke atas kemudian anaknya,cucu-cucunya dan seterusnya ke bawah, kemudian saudara lelakinya seibu sebapa ,kemudian saudara lelaki sebapa.Kemudian anak saudara seibu sebapa ,kemudian Asabah mengikut tertib, pusakanya dan kemudian zawil arham,jika didapati sama keadaan martabat mereka maka didahulukan yang lebih tua .Dan jika tidak terdapat kerabat-kerabat yang di atas maka didahulukan orang yang lebih faqih dan tua.

CARA -CARA SEMBAHYANG JENAZAH

Letakkan mayat di hadapan imam
Mayat hendaklah diletakkan melintang kiblat
Mayat lelaki bahagian kepala sebelah kiri imam dan imam berdiri setentang di antara kepala dengan badan ke arah kiblat
Mayat perempuan bahagian kepala jenazah di sebelah kanan imam bahagian badan menghala ke kiri. Imam berdiri menghala arah kiblat
Mayat di dalam keranda apabila hendaklah disembahyangkan hendaklah dibuka tudungnya
PANDUAN SEMBAHYANG JENAZAH

Berdiri (Bagi yang berupaya)
Niat
Takbiratu Ihram
Selepas Takbir Pertama :
Membaca Al-Fatihah

3
Selepas Takbir Kedua :
Membaca Selawat Atas Nabi

4
Selepas Takbir Ketiga :
Membaca Doa

5

Jika jenazah kanak-kanak, bacakan doa ini:

6
Selepas Takbir Keempat :
Memberi Salam

7
LAFAZ-LAFAZ NIAT, SELAWAT DAN DOA-DOA

LAFAZ-LAFAZ NIAT
i) Lafaz Niat : Jenazah lelaki dewasa (hadir)
8
(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

ii) Lafaz Niat : Jenazah perempuan dewasa (hadir)
8

(Sahaja aku sembahyang ke atas perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana allah Ta’ala)

iii) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak lelaki (hadir)
10

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak lelaki ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

iv) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak perempuan (hadir)
11

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

 

ALQURAN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT


Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya
kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W
memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.

Gambar-Al-Quran-8
Telah bersabda Rasulullah S.A.W :” Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di
akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang
sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah
kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab :
“Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan
juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di
waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu
Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui orang yang pernah membaca
mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan
kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula, yang muslim diberi perhiasan yang tidak
dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya
bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami
tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari
Al-Qur’an.”

KETABAHAN ITU MILIK SIAPA?


Firman Allah SWT yang bermaksud:

Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (Al Imran – 200)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al-Baqarah – 45)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Al-Baqarah – 155)

Ketabahan merupakan satu perkara yang amat perlu dalam persediaan kita untuk mewujudkan hasrat untuk mencapai kejayaan hidup dunia dan akhirat.

Akar umbi ketabahan ialah kekuatan. Kekuatan kehendak, kemahuan dan hasrat bila dipadukan akan menjadi satu gabungan kekuatan yang tidak akan dapat dikalahkan. Individu yang memiliki kehendak yang kuat,diseiringkan dengan daya ketahanan yang penuh ketabahan,melayakkan mereka sebagai latarbelakang penunjang keyakinan mereka,maka mereka seperti memperolehi sasaran tujuan mereka itu.

Sebahagian besar individu bersedia untuk melemparkan jauh-jauh sasaran dan tujuan mereka apabila mereka melihat gajala-gejala timbulnya halangan-halangan dan kegagalan dalam usaha mereka. Mereka segera menyerah ketabahan kepada keadaan. Hanya individu tertentu sahaja yang mampu maju terus ke hadapan meskipun menghadapi tribulasi yang hebat, akhirnya mereka berjaya mencapai cita-cita mereka.

Ibnu Qayyim berpendapat;

Tidak ada satu perkara yang amat susah daripada ketabahan dan kesabaran samada pada perkara yang disukai atau dibenci oleh individu, terutamanya apabila melalui detik-detik kesempitan dan kesusahan hidup ini setelah melayari hamparan kebahagiaan dan kesenangan,maka ketika itulah amat memerlukan bekalan untuk meneruskan perjalanan dan perjuangan hidup ini iaitu bekalan ketabahan di atas ketentuan Qada’ dan Qadar Allah SWT.”

MENGUJI DIRI ANDA DALAM SOAL KETABAHAN

Tidak memiliki daya tahan atau kurang bersikap tabah itu sering menjadi sebab utama kegagalan individu. Secara umumnya,ini adalah merupakan kelemahan yang banyak dialami oleh manusia. Sikap ini merupakan kelemahan yang tidak dapat diatasi oleh manusia itu sendiri. Sukar atau mudahnya mengatasi kekurangan daya tahan ini bergantung kepada besar atau kecilnya hasrat individu itu. Titik tolak daripada semua hasil yang akan dicapai ialah hasrat. Hendaklah berpegang teguh dan istiqamah dengan hasrat yang hendak dicapai. Hasrat yang lemah akan menghasilkan natijah yang lemah,ibarat nyalaan api yang kecil sehingga dapat mengeluarkan kepanasan yang kecil dan sedikit sahaja.

Kalau anda menemui diri anda dalam keadaan ‘kurang ketabahan’, kelemahan ini anda akan dapat atasi dengan cara membentuk hasrat yang lebih besar lagi dalam diri anda. Lantaran itulah, untuk melaksanakan cita-cita ke arah sasaran yang tepat memerlukan bahan bakar iaitu;  hasrat yang bernyala-nyala. Cita-cita tidak akan menjadi kenyataan apabila anda memilih sikap yang negatif, malas atau tidak bersemangat.

Apabila anda merasa diri anda lemah atau kurang bersemangat, maka yakinilah bahawa anda masih belum memiliki ‘kesedaran yang mendalam’  ke arah usaha untuk  mencapai kejayaan. Sewajarnya anda memiliki sifat ini terlebih dahulu sebelum anda yakin akan mendapatkan kejayaan dan merasai kemenangan dalam perjuangan hidup ini.

Sedarilah bahawa semua orang yang berjaya pada mulanya memang mengalami kehidupan yang pahit. Perjuangan memerlukan tenaga, menuntut pengorbanan agar boleh bertahan untuk hidup sebagai seorang muslim yang berjaya di dunia dan akhirat. Detik yang menentukan kekuatan seseorang ialah ketika dia mengalami krisis.

Sesungguhnya ketabahan memerlukan kesabaran. Kesabaran adalah natijah daripada mujahadah dalam diri individu itu. Sesiapa yang berjaya mempertahankan kesabarannya dengan ketaatan kepada Allah SWT,sabar menanggung kesulitan dan menjauhi maksiat, maka dia telah memiliki ketabahan hakiki dan akan mengecapi hasrat yang dikehendakinya. Firman Allah SWT yang bermaksud:

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zummar:10)

MEMANJAT MELALUI TEMBOK KEGAGALAN

Seorang pujangga menasihatkan: “Di atas kegagalan anda semalam,binalah bangunan kehidupan untuk hari esok. Letakkan bata-bata tujuan yang teguh,sediakan puing-puing raksaksa dari kejatuhan yang silam. Ukirlah menara-menara keazaman yang hebat bagi membenam lembah-lembah airmata kehampaan.”

Segelintir manusia sedar bahawa berdasarkan pengalaman mereka betapa tingginya nilai ketabahan itu. Mereka adalah orang-orang yang menerima kegagalan itu sebagai satu keadaan yang sifatnya adalah sementara sahaja, begitu juga bagi mereka yang menghadapi mehnah dalam perjuangan. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai hasrat yang kuat,sehingga ketabahan yang mereka terapkan itu akhirnya mengubah kegagalan dan mehnah perjuangan sebagai pendorong utama mencapai kejayaan yang gilang gemilang.

Hasil kejayaan samada:  individu yang jatuh terbenam dalam kegagalan yang tidak muncul kembali ke permukaan atau individu yang menerima kegagalan itu sebagai hukuman yang dapat mendorong mereka ke arah berusaha dengan lebih tekun lagi. Golongan kedua inilah sangat beruntung nasib mereka, kerana mereka belajar dan menerima kenyataan sebagai satu muhasabah dan pemangkin kejayaan. Firman Allah SWT yang bermaksud:

Dan sesungguhnya akan kami berikan cubaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah:155)

ANDA MAMPU MELATIH DIRI ANDA SENDIRI UNTUK BERSIKAP TABAH

Ketabahan adalah sikap yang berkaitan dengan minda dan spiritual individu, oleh sebab itulah setiap individu dapat membina dan memupuknya berdasarkan langkah-langkah tertentu,antaranya;

1. Adanya ketegasan dalam penentuan sasaran dan tujuan hidup

Langkah pertama yang paling penting untuk dapat membina dan memupuk sikap tabah ialah apabila kita benar-benar menyedari apa yang kita ‘kehendaki’ dan ‘ingin capai’, ‘sebab’ sesuatu motif yang kuat itu sehingga dapat mendorong seseorang untuk mengatasi segala kesusahan.

2. Mempunyai hasrat yang bernyala-nyala

Apabila kita memiliki hasrat yang kuat untuk memperolehi sesuatu matlamat, maka dengan mudah sahaja kita mendapatkannya serta mempertahankan sikap tabah supaya sentiasa dapat bertahan.

3. Memiliki rasa percaya kepada diri sendiri

Apabila memiliki rasa percaya kepada diri sendiri untuk melaksanakan sesuatu perancangan,ini akan mendorong individu untuk melaksanakan sehingga selesai dengan sepenuh ketabahan hati dan fikiran tanpa tergugat.

4. Kemampuan menyusun perancangan yang jelas lagi tegas

Perancangan yang tersusun rapi, sekalipun mempunyai banyak kelemahan kerana kurang praktikal akan memberi landasan yang kuat bagi seseorang untuk bersikap tabah mengatasi segala kesulitan.

5. Menguasai ilmu pengetahuan dengan cermat

Apabila seseorang itu menguasai selok belok perancangan yang jelas,samada berdasarkan pengalamannya atau pengamatannya sendiri,maka pengetahuan yang dia miliki itu dapat mendorong kepada satu sikap yang berani dan tabah. Sebaliknya dengan pengetahuan yang serba kekurangan hanya akan lebih banyak meneka sahaja dan bukan menunaikan tugasnya berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Dengan menguasai ilmu pengetahuan itu secara mantap,maka dia dapat menikmati daya tahu yang mantap.

6. Menjalin kerjasama yang erat dengan orang lain

Sikap ini akan dapat memupuk daya tahan yang kuat dalam dirinya. Untuk itu sewajarnyalah membina rasa simpati,saling memahami dan kerjasama yang harmonis dengan orang lain.

7. Memiliki daya kemahuan yang kuat

Dengan memiliki satu tujuan yang tegas dan jelas,seseorang itu akan memilih daya tahan yang kuat dalam memperjuangkan tujuan itu berdasarkan kemahuan yang kuat.

8. Memupuk kebiasaan yang kuat

Ketabahan itu sebenarnya adalah natijah daripada sesuatu kebiasaan. Kebiasaan itu kita jadikan sebahagian daripada pengalaman seharian kita yang merupakan unsur pembentukan kebiasaan yang kuat itu. Contohnya: rasa takut adalah musuh yang paling utama dan bahaya daripada semua musuh rohaniah kita, kita hapuskanlah secara efektif dengan memintasnya berulangkali dengan sikap keberanian.

MEMBENTUK KEBIASAAN UNTUK MEMILIKI KETABAHAN

Untuk mencapainya hanya dua perkara yang diperlukan ialah masa dan usaha. Langkah yang diperlukan:

  1. Satu tujuan yang pasti,yang didukungi oleh hasrat yang bernyala-nyala untuk memenuhinya.
  2. Satu perancangan yang jelas yang dizahirkan dalam bentuk tindakan yang berterusan.
  3. Satu fikiran jalan yang tertutup kepada semua pengaruh yang negatif dan mematahkan semangat.
  4. Mengadakan jalinan yang baik dengan seseorang atau golongan individu yang sentiasa memberi semangat kepada nada baik dalam perancangan mahupun tujuan.

Langkah yang berharga ini merupakan jaminan tiket untuk memasuki gelanggang imbalan yang cukup mahal  harganya bagi apa yang kita cita-citakan dalam hidup kita.

IDOLA KETABAHAN

Rasulullah SAW merupakanpemimpin terunggul dan kaunselor yang terbijak didunia. Ketabahan baginda SAW dengan memiliki kemantapan iman,keikhlasan yang tinggi kerana Allah SWT serta kesungguhan usaha dan konsep tawakkal yang hakiki telah mencetuskan kejayaan kepada masyarakat Islam dan menggemilangkan Islam seantero dunia. Suntikan ketabahan yang dipamerkan oleh Rasulullah SAW ini telah melahirkan Generasi Rabbani yang tahan uji,istiqamah dengan prinsip perjuangan dan memiliki motivasi yang timggi untuk maju di dunia dan akhirat serta berjaya menggenggam dunia di tangan mereka dan meletakakn akhirat di hati mereka.

Natijahnya,manusia melihat hamparan keizzahan Islam yang menghijau di bumi ini dengan beridolakan Nabi Muhammad SAW dan berpegang teguh  dengan Al Quran dan Sunnah.

Firman Allah SWT yang bermaksud:

Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman,sedangkan mereka tidak diuji?.” (Al Ankabut:2)

Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga,padahal masih belum nyata bagi orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Al Imran:142)

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

Orang yang banyak mengalami ujian ialah para anbiya’,kemudian yang lebih mulia-mulia,kemudian mulia-mulia. Seseorang itu akan diuji mengikut agamanya. Jika dia kuat berpegang dengan agamanya maka ujiannya adalah hebat(kuat). Jika agamanya lembut maka ujian adalah mengikut kadar agamanya itu.”

Rujukan: Alquran & Hadis.
Rakaiz Ad dakwah – Dr.Majdi Hilali
Rukun Kejayaan   –  Imran Jaafar

SOLAT KHUSYUK JIWA TENANG


Oleh Idris Musa

Harian Metro

Dalam al-Quran ada lebih 25 tempat ayat yang merujuk kepada makna perintah mengerjakan atau mendirikan solat manakala perkataan solat itu sendiri lebih 70 kali disebut, menunjukkan betapa pentingnya ibadat berkenaan.

Kemudian apabila kamu selesai mengerjakan solat, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk, dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu berasa tenteram maka dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu satu ketetapan yang diwajibkan atas orang yang beriman, yang tertentu waktunya.” (An-Nisa’: 103)

Kesedaran umat Islam semakin meningkat kerana boleh dikatakan semua tahu bersolat, sama ada secara berjemaah atau bersendirian.

Tinggal lagi, kadang-kadang solat yang dilakukan tidak khusyuk, malah terlewat waktu dan tertinggal disebabkan alpa dengan urusan masing-masing dan kurang prihatin terhadap tuntutan agama.

Mungkin disebabkan jahil mengenai hikmah dan keistimewaan solat membuatkan sesetengah pihak memandang ringan tuntutan pelaksanaan ibadat itu, kurang tertarik terhadapnya.

Imam Besar Masjid Negara, Datuk Syaikh Ismail Muhammad, berkata solat sangat dituntut dalam Islam, kerana menjadi tiang agama dan ia membezakan di antara Muslim dan kafir.

Malah, ibadat itu amalan pertama disoal di alam kubur dan sekiranya individu itu dapat menjawab dengan baik persoalan solat, dipermudahkan lagi persoalan lain.

Sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud:

Amal pertama akan dihisab bagi seseorang hamba di hari akhirat ialah solatnya. Jika solatnya baik, maka baiklah segala amalannya yang lain. Dan jika solatnya rosak, maka binasalah segala amalannya yang lain.” (HR Thabrani)

Syeikh Ismail menegaskan, banyak keistimewaan mereka yang memelihara solat, umpamanya terasa seperti berada dekat dengan Allah dan disayangi-Nya, malah dipermudahkan segala dihajati walaupun tidak dikabulkan segera.

“Orang yang mengerjakan solat bukan saja diberikan ganjaran baik, malah mendapat keberkatan dalam kehidupan, berasa lapang dan jika ada isteri, tidak memberikan masalah, malah anak-anak berkelakuan baik.

“Tetapi bagi yang tidak solat hati tidak tenteram, diri berasa seperti berhutang, kerana tidak melaksanakan tuntutan Allah,” katanya.

Aspek keberkatan ini sesuai dengan penegasan Allah di dalam surah al-Mukminun, ayat 1-2, bermaksud:

Sesungguhnya berjayalah orang yang beriman. Iaitu mereka yang khusyuk dalam solatnya.

Katanya, Rasulullah s.a.w apabila ada masalah akan melakukan solat sunat dan ia sangat baik dijadikan contoh bagi umat Islam sebagai amalan penyejuk hati.

Solat sebenarnya ibadat paling agung yang dapat meningkatkan seseorang untuk sentiasa mengingati Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surah Thaaha, ayat 14, bermaksud: “Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan melainkan Aku, oleh itu sembahlah Aku dan dirikanlah solat untuk mengingati-Ku.”

Ibadat itu juga dapat menghapuskan dosa, sebagaimana difahami dalam satu hadis bermaksud: “Dari Abi Hurairah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Solat lima waktu dan solat Jumaat hingga Jumaat berikutnya adalah penebus dosa antara jarak waktu solat-solat itu, selama dijauhinya dosa-dosa besar.” (Riwayat Muslim)

Syaikh Ismail berkata, solat dilakukan dengan khusyuk juga mencegah orang yang melakukannya daripada kemungkaran.

“Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari al-Quran dan dirikanlah solat (dengan tekun); sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut: 45)

Katanya, untuk mendapatkan solat yang khusyuk seseorang itu perlu mengelak daripada hasutan syaitan dan memberikan tumpuan penuh ketika melaksanakan ibadat berkenaan.

“Memanglah, apabila solat pasti syaitan datang menggoda kita, tetapi kita jangan layan. Sebab itu, antara kebaikan bagi mendatangkan khusyuk ialah kita mengetahui maksud bacaan kita dalam solat,” katanya.

Beliau menjelaskan, sekiranya perkara buruk masih juga berlaku, menunjukkan solat yang dilakukan individu terbabit tidak dapat mendidik dirinya kerana lazimnya mereka mengerjakan solat dengan baik malu melakukan perkara buruk.

“Jika masih berlaku benda buruk yang tidak sepatutnya, individu terbabit kenalah bermuhasabah semula, cuba perbaiki lagi solat, biar ia sebati dengan diri, barulah iman meresap balik dan paling penting kena ada istiqamah,” katanya.

Katanya, solat fardu tidak boleh ditinggalkan, sebaliknya wajib dikerjakan dalam apa keadaan sekalipun, sama ada berdiri dan jika tidak berkuasa dengan cara duduk, berbaring serta isyarat dan hati.

“Mereka yang tidak solat, tetapi masih mempunyai kemewahan, harta berlimpah ruah, malah cakap juga besar itu dipanggil istidraj, iaitu dihulurkan juga rezeki oleh Allah tetapi sampai satu masa jika dikehendaki Allah ditarik rezekinya,” katanya.

Ayat 132, surah Thaaha, bermaksud:

“Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan solat dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan (ingatlah!) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Sumber: Harian Metro

AKAL DAN NAFSU


Oleh: Ustaz Hassan Adli B. Haji Othman

Yang pertama-tamanya marilah kita sama-sama bersyukur kepada Allah Ta’ala kerana kita semua dilahirkan dalam keadaan sudah dianugerahkan akal dan nafsu. Kedua-dua perkara tersebut amatlah penting bagi manusia. Kalau kurang satu je daripada kedua tu pun da susah dibuatnya kita. Cubalah bayangkan kita dilahirkan dalam keadaan tidak berakal, alamatnya jadi orang tiga suku la kita(orang gila la). Kalau tak ada nafsu pun sama la juga. Hidup pun cam zombi jek, apa yang dilihat semua tak membawa makna bagi diri kita.

Orang hulur kek ke, mee goreng ke, pizza ke, semua bagi dia cam tengok batang kayu je. Tak rasa apa-apa pun. Kalau ada nafsu tapi tak pandai kawal pun masalah juga. Semua yang dia rasa nak dia gomo je, yang penting kehendak nafsu dia tercapai. Tak fikir da halal haram makruh sunat ke apa semua, yang penting dapat. Ish2..ni la yang orang kata binatang bertopengkan manusia. Ye la, da kalau hidup ni nak puas nafsu je, kan sama je ngan binatang tu. Dorang kan hidup tak diamanahkan apa-apa,maka boleh la nak ikut suka je apa nak buat.

Dalam Qur’an kalimah akal diulang sebanyak 29 kali. Tapi bukanlah semua kalimah tersebut bunyinya akal juga, akal tu disebutkan dalam perkataan lain tapi para ulama’ menafsirkannya sebagai akal.(paham x nih? x faham kontek penulis) Antara ayat Qur’an yang menyentuh tentang akal ialah firman Allah yang mana ertinya:-

Padahal sesungguhnya telah ada satu puak dari mereka yang mendengar kalam Allah(taurat), kemudian mereka mengubah dan memutarkan maksudnya sesudah mereka memahaminya,sedangkan mereka mengetahui(bahawa perbuatan mereka itu salah)?” (Al-Baqarah:75)

Kalau kita bandingkan manusia dengan robot,atau manusia dengan binatang, sebenarnya tak adalah jauh berbeza sangat pun. Manusia ada kaki, robot pun ada kaki, binatang pun ada kaki. Manusia ada kepala, robot pun ada kepala juga, macam tu la juga binatang, lebih kurang je dorang semua tu(cam la penulis bukan manusia juga,hu2..)

Cuma yang membezakan antara mereka semua adalah akal yang dimiliki oleh manusia. Akal yang dimiliki oleh manusia tidak dimiliki oleh binatang, robot, kayu, batu dan sebagainya. Dek kerana akallah manusia dimuliakan,oleh kerana akal jugalah manusia diagungkan. Lihat, betapa besar pengaruh akal pada manusia. Tujuan utama akal dikurniakan pada manusia adalah untuk mengenal Allah S.W.T, mengenal rasul-rasulnya,mengenal kitab-kitabnya dan pelbagai lagi ilmu-ilmu islam yang perlu diketahui sebagai landasan pada manusia untuk terus kekal berada di jalan yang lurus yang akan membawanya pada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Kita semua dilahirkan bukanlah sekadar memenuhi muka bumi Allah Ta’ala,juga bukanlah sekadar untuk bersuka-ria memenuhi nafsu syahwat dengan membuta-tuli, tapi kita dilahirkan membawa satu amanah yang perlu kita laksanakan. Satu amanah yang mana satu ketika nanti kita semua akan disoal kembali tentang amanah-amanah tersebut. Firman Allah Ta’ala yang mana maksudnya:-

Dan (ingatlah) aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepada-Ku”. (Az-Zariyat:56)

Nafsu juga merupakan satu anugerah yang amat bernilai bagi manusia. Dengan nafsulah manusia dapat memahami apa yang dikatakan nikmat,apa yang dikatakan lazat dan apa-apa lagilah yang menbawa kepada rasa ‘best’. Dengan nafsu manusia dapat merasai lazatnya ayam bakar,dengan nafsu manusia dapat merasa manisnya teh tarik mamak, tapi dengan bantuan lidah la, kalau tak ada lidah tak dapat juga nak rasa apa-apa. Tapi kena ingat! Secara garis besarnya nafsu memang akan membawa kita pada kejahatan dan kemaksiatan. Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:-

Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan”. (Yusuf:53)

Adapun nafsu manusia itu mempunyai tiga tingkatan iaitu:-

  1. Nafsu Ammarah iaitu nafsu yang membawa pada keburukan
  2. Nafsu Lawwamah iaitu nafsu yang mencela
  3. Nafsu Mutma’innah iaitu nafu yang tenang lagi tenteram

Perbezaan antara nafsu dan akal itu amatlah besar. Nafsu sentiasa menginginkan kenikmatan tanpa mengira batasan syara’ manakala akal sentiasa membawa manusia pada perbuatan yang rasional, yang mengikut landasan syara’. Di situlah terletaknya fungsi akal. Sentiasa mengawasi nafsu agar sentiasa menuju ke arah kebaikan. Ibaratnya nafsu sebagai anak kecil yang buas dan akal sebagai ayah yang sentiasa menjaga anaknya dari apa-apa perkara yang membahayakan anaknya.

Sebagai kesimpulan, kita perlulah memastikan agar nafsu kita sentiasa menuruti akal. Kita perlu mendidik nafsu sehingga segala kehendak nafsu akan seiring dengan akal, seiring dengan landasan syara’. Moga-moga segala mujahadah yang kita lakukan mendapat ganjaran daripada Allah S.W.T.

Wallahu’alam..

MENGHAYATI AIDIL FITRI


Pada ketika ini kita semua sedang dalam keadaan suasana kegembiraan menyambut Aidilfitri. Berziarah dan kunjung mengunjung, membuat rumah-rumah terbuka, menjamu sanak saudara dan sahabat handai.

Begitulah kebiasaan atau tradisi kita menyambut lebaran. Semoga kita menyambut Aidilfitri ini mengikut seperti mana yang telah dianjurkan oleh syara’ dengan tidak mencemari dan merosakkan keimanan yang telah kita sucikan disepanjang bulan Ramadhan.

Antara perkara yang dianjurkan oleh syara’ itu ialah :-

Pertama – bermaaf-maafan, perkara ini bukan hanya dilakukan pada hari raya sahaja, bahkan sewajarnya dilakukan dari masa ke semasa dengan seberapa segera, demi mengukuhkan ikatan persaudaraan agar terus menjadi erat dan mesra.

Kedua – kunjung mengunjung ( berziarah ) tanda persaudaraan dan silaturrahim. Mengujudkan hubungan silaturrahim ini merupakan salah satu yang dituntut oleh Islam bahkan dengan mengujudkan silaturrahim itu adalah jalan kepada hubungan dengan Allah Subhanahu Wataala. Ini jelas sebagaimana hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam riwayat Al-Imam At-Tarmizi :- Maksudnya :-

Hubungan silaturrahim adalah jalinan daripada tuhan yang pengasih. Siapa yang menyambungnya, Allah juga berhubung dengannya dan siapa yang memutuskannya, Allah memutuskan hubungan dengannya.

Dalam pada itu patut kita ingat bahawa dalam kita asyik mengadakan kunjungan itu, janganlah pula sampai tertinggal sembahyang atau melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama Islam seperti bersalam-salaman antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram.

Ketiga – selain ziarah menziarahi di hari yang mulia ini, marilah kita sambut dengan cara yang berpatutan baik dari segi mengadakan jamuan, perhiasan, mahu pun pakaian, jangan sampai wujud pembaziran yang akan menyebabkan kita menanggung beban dikemudian hari. Hari raya ini bukan untuk kita menunjuk-nunjuk atau berbangga-bangga, akan tetapi hari raya adalah hari untuk kita meningkatkan hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wataala dan hubungan kita sesama makhluk. Ingatlah akan Firman Allah Subhanahu Wataala dalam surah Ali-Imran ayat 112 :-

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَ‌ٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَ‌ٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ ﴿١١٢﴾

Mereka diliputi kehinaan dimana sahaja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali ( agama ) Allah dan tali perjanjian dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu kerana mereka mengingkari dengan ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui.

Keempat – janganlah hendaknya ibu bapa membiarkan anak-anak mereka berhari raya dengan yang bukan mahramnya, balik hingga lewat malam dan menjadikan hari raya ini sebagai hari pergaulan bebas diantara mereka dan kawan-kawan.

%d bloggers like this: