CIRI DAJJAL MENURUT NABI, AL QURAN DAN HADITS


Dajjal+mata+satu
Ciri Dajjal Menurut Nabi, Al Quran dan Hadits . Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Ciri-ciri Dajjal

Dajjal Buta sebelah Matanya
Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:
إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية
Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya.seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)

Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :
إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم
dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak,seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :
إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور
Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanyasebelah tidak timbul tidak pula berlubang.Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)
Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)

Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى
Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

Memiliki “Surga” dan “Neraka”

Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار
Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah,dan nerakanya adalah surga ALLah.(HR.Muslim)

Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه
…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan :
ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم
…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)
Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :
يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب
…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)

Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه
Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)
Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال
“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)

Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;
ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى
Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)

Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :
الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان
Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi;dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)
Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda
يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود
Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh pulh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)
Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91)
Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)

Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.
Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .
Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam,kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakansambil menunjuk dengan tingkat ketanah:
هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق
“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)

Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة
“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah(HR.Muslim)
Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه
Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).

Berlindung dari fitnah Dajjal

Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal dengan surat al kahfi dan khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:
اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)
Peringatan !!!
Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya.jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah ahad (tidak mutawatir).karena mereka adalah orang-orang bodoh tentang ilmu hadits. tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. kalau saja mereka mau menelusurinya,niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya.
Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalagi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.(lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501).
Sumber: http://wawanislam.blogspot.my/2013/11/ciri-dajjal-menurut-nabi-al-quran-hadits.html

SOLAT JENAZAH


solat-jenazah

MUKADIMAH

Setiap yang bernyawa di dunia ini pastinya akan mati, begitu juga dengan manusia sepertimana firman Allah S.W.T dalam Surah Ali-‘Imran ayat 185 :

1

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati .”

2

Oleh itu, apabila datang kematian kepada seseorang hamba Allah ,maka orang lain yang hidup adalah kewajipan untuk menguruskan jenazah tersebut sebagai amalan yang dituntut dalam Islam .Hukum menyelenggarakan jenazah adalah fardu kifayah iaitu amalan yang tidak diwajibkan ke atas setiap individu muslim bahkan memadai dilakukan oleh sebahagian daripada mereka.

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud :

“Sembahyanglah kamu ke atas orang-orang yang telah mati.”
(Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Terdapat beberapa perkara yang harus dilakukan oleh manusia lain dalam menguruskan jenazah seperti memandikan ,mengkhafankan,menyembahyangkan dan seterusnya mengebumikan .

Di dalam buku risalah kecil ini, akan diterangkan cara-cara menyembahyangkan jenazah dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.

ORANG YANG HAMPIR MATI

Orang yang sakit ,yang hampir menghembuskan nafasnya yang akhir ,hendaklah dihadapkan ke kiblat,dibaringkan di atas lambungan yang kanan,muka dan dadanya dihadapkan ke kiblat ,kalau tidak boleh hendaklah ditelentangkan dan dua tapak kakinya dihalakan ke kiblat
Hendaklah diajar mengucap kalimah tauhid (dengan tidak bertubi-tubi), tetapi jika ia berkata dengan kalimah (perkataan) yang lain, hendaklah diajar balik dengan kalimah tauhid.
Dibacakan Surah Yaasiin() dan surah Ar-Ra’du ().
PERKARA YANG DILAKUKAN SESUDAH MATI

Apabila telah mati (yakin matinya) , hendaklah ditutup matanya , diikat dagunya supaya jangan terbuka mulutnya ,dilembutkan sendi-sendinya dengan minyak,ditutup seluruh badanya dengan kain dan diletakkan ditempat yang tinggi ,umpamanya diatas katil ,dan diletakkan diatas perutnya benda-benda yang berat ( lebih kurang 1 paun).
Ahli-ahli keluarga mayat itu hendaklah berikhitar membayar hutangnya daripada harta peninggalannyaatau daripada pertolongan ahli-ahli keluarga mayat itu atau seseorang waris atau orang lain membut pengakuan (berikrar) membayar akan hutangnya .
Hendaklah disebutnya membayar akan hutangnya.
Hendaklah disebutkan kebaikkan dan medoakan keampunan baginya.
KEWAJIPAN-KEWAJIPAN YANG
BERHUBUNG DENGAN MAYAT

Apabila mati seseorang Islam , maka wajiblah di atas orang-orang yang hidup sebagai fardu kifayah menyelenggarakan empat perkara ke atasnya (mayat):

Memandikan
Mengkhafankan
Menyembahyangkan
Mengkebumikan
Peringatan :

Semua perbelanjaan mengururskan mayat ini ialah daripada harta peninggalannya (si mati) kecuali isteri, maka wajib atas suaminya,anak kecil wajib atas bapanya ,sekiranya tidak ada ,maka tertanggunglah ke atas orang islam yang kaya .

TUJUAN MENYEMBAHYANGKAN JENAZAH

Sembahyang jenazah diadakan antara lain adalah untuk memohon keampunan serta limpahan rahmat Allah S.W.T bagi si mati dan mengharapkan suci dari dosa.

Manusia sebagaimana diketahui memang tidak sunyi dari melakukan kesilapan dan kesalahan .Allah sentiasa memberikan peluang kepada hamba-hambanya untuk bertaubat. Dengan mengadakan sembahyang jenazah orang yang hidup diberi peluang untuk memohon keampunan dan kerahmatan daripada Allah untuk si mati. Sembahyang jenazah juga adalah sebagai satu cara memberi penghormatan yang sopan kepada mayat.

Hukum mendirikan solat jenazah adalah fardu kifayah.Justeru itu,Islam menganjurkan supaya didirikan sembahyang jenazah dengan jumlah yang ramai itu lebih baik dan afdhal.

RUKUN SEMBAHYANG JENAZAH

Niat
Berdiri jika berkuasa
Takbir empat kali termasuk takbiiratul ihram
Membaca surah al-Fatihah
Membaca selawat ke atas nabi
Mendoakan mayat
Memberi salam
Nota :

Boleh membaca mana-mana selawat,seelok-eloknya membaca selawat Ibrahimiah.
Doa bagi mayat boleh dibaca mana-mana satu doa dengan syarat ditakhsiskan (ditentukan) bagi mayat lelaki,perempuan atau kanak-kanak.
SYARAT-SYARAT SEMBAHYANG JENAZAH

Suci daripada hadas besar dan hadas kecil
Menutup aurat dan menghadap kiblat
Mayat sudah dimandikan dan dikafankan
Mayat diletakkan di hadapan kecuali mayat ghaib
Mayat diletakkan dekat dengan orang sembahyang lebih kurang tiga kaki
Mayat hendaklah muslim
Matinya tidak kerana perang fisabilillah5
PERKARA-PERKARA SUNAT BAGI SEMBAHYANG JENAZAH

Mengangkat kedua tangan semasa mengucapkan empat takbir
Merendahkan suara dalam sembahyang
Membaca

Berjamaah sekurang-kurangnya tiga saf,setiap satu saf sekurang-kurangnya dua orang.
Nota:

Yang lebih utama menyembahyangkan jenazah itu ialah walinya,iaitu bapanya kemudian datuknya dan ke atas kemudian anaknya,cucu-cucunya dan seterusnya ke bawah, kemudian saudara lelakinya seibu sebapa ,kemudian saudara lelaki sebapa.Kemudian anak saudara seibu sebapa ,kemudian Asabah mengikut tertib, pusakanya dan kemudian zawil arham,jika didapati sama keadaan martabat mereka maka didahulukan yang lebih tua .Dan jika tidak terdapat kerabat-kerabat yang di atas maka didahulukan orang yang lebih faqih dan tua.

CARA -CARA SEMBAHYANG JENAZAH

Letakkan mayat di hadapan imam
Mayat hendaklah diletakkan melintang kiblat
Mayat lelaki bahagian kepala sebelah kiri imam dan imam berdiri setentang di antara kepala dengan badan ke arah kiblat
Mayat perempuan bahagian kepala jenazah di sebelah kanan imam bahagian badan menghala ke kiri. Imam berdiri menghala arah kiblat
Mayat di dalam keranda apabila hendaklah disembahyangkan hendaklah dibuka tudungnya
PANDUAN SEMBAHYANG JENAZAH

Berdiri (Bagi yang berupaya)
Niat
Takbiratu Ihram
Selepas Takbir Pertama :
Membaca Al-Fatihah

3
Selepas Takbir Kedua :
Membaca Selawat Atas Nabi

4
Selepas Takbir Ketiga :
Membaca Doa

5

Jika jenazah kanak-kanak, bacakan doa ini:

6
Selepas Takbir Keempat :
Memberi Salam

7
LAFAZ-LAFAZ NIAT, SELAWAT DAN DOA-DOA

LAFAZ-LAFAZ NIAT
i) Lafaz Niat : Jenazah lelaki dewasa (hadir)
8
(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

ii) Lafaz Niat : Jenazah perempuan dewasa (hadir)
8

(Sahaja aku sembahyang ke atas perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana allah Ta’ala)

iii) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak lelaki (hadir)
10

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak lelaki ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

iv) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak perempuan (hadir)
11

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

 

KISAH AINUL MARDIAH BIDADARI SYURGA


Bidadari merupakan salah satu anugerah Allah kepada seorang lelaki yang memasuki syurga. Bagi seorang wanita yang solehah maka bidadari bagi suaminya adalah di kalangan bidadari-bidadari kurniaan Allah dan dia (isteri solehah merupakan ketua kepada segala bidadari-bidadari).

Berjihad / berdakwah untuk agama Allah swt merupakan satu amalan yang akan menjadi kesukaan Allah swt dan ini merupakan sunnah besar Nabi SAW dan kalangan sahabat-sahabat r.hum. Setiap manusia yang mati walaupun berapa umurnya maka akan ditanya di manakah masa mudanya dihabiskan.

Rasulullah saw bersabda,

Tidak akan berganjak kaki anak Adam di Hari Kiamat hingga disoal tentang empat perkara: tentang usianya pada apa dihabiskannya, tentang masa mudanya apa yang telah diperjuangkannya, tentang hartanya dari mana datangnya dan ke mana telah dibelanjakannya dan tentang ilmunya apa yang telah dibuatnya. – (Hadith sahih riwayat Tirmizi).

Ainul Mardhiah (bidadari untuk orang yang berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt.

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. QS. ar-Rahman (55):58

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. QS. ar-Rahman (55):70

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. QS. ar-Rahman (55):72

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. QS. ar-Rahman (55):74

‘Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad/berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari syurga.

Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut, tetapi disebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada Nabi saw,kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah. Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.

Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri-seri, lalu di tanya sahabat ini, di manakah beliau berada,lalu ada suara yang menjawab,inilah syurga,tiba-tiba dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan ‘Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi saw bagitahu tadi), lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu,tak pernah dilihat di dunia ini, lalu diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini Ainul Mardhiah,wanita itu menjawab ehh tidakk(lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita), saya penjaganya, Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai,lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab,eh tidak, saya hanya penjagaya di dalam mahligai ini,Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan, lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda cantiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi, dan tidak pernah di lihat di dunia, lalu wanita itu berkata, akulah Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku, bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab,nanti kamu belum syahid lagi,tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi SAW, tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi saw.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi saw di dalamnya telah keluar berperang/berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi saw dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi,dalam menceritakan kepada nabi saw,Nabi saw menjawab benar, benar, benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..

___________________________________
Sumber: http://iburok.blogspot.com

KELUASAN NERAKA JAHANAM


Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:-

Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w. “Mengapa aku melihat kau berubah muka?”

Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.”

Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.”

Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu daripada orang laki-laki dan perempuan.”

Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”

Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: iaitu yang lebih bawah lebih panas).

Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”

Jawab Jibrail: “Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah. Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.”

Maka Nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: “Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”

Jawabnya: “Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.”Kemudian Nabi s. a. w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta keampunan kepada Allah. (dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yang Lalai”)

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu: Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat, iaitu;

  • Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
  • Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
  • Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
  • Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
  • Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
  • Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
  • Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
  • Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
  • Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
  • Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.Wallahua’lam.

Sumber: http://iburok.blogspot.com

12 BARISAN MANUSIA DI AKHIRAT


Suatu ketika, Muaz b Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya;

Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada sangkakala ditiup,maka kamu sekalian datang berbaris-baris  (Surah an-Naba’:18)

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata.Lalu menjawab:”Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada saya, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut :-

BARISAN PERTAMA

Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:

Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA

Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:

Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KETIGA

Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka nuh dengan ular dan kala jengking.

Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KEEMPAT

Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.

Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…

BARISAN KELIMA

Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar.

Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KEENAM

Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.

Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilahbalasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KETUJUH

Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah.

Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KELAPAN

Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KESEMBILAN

Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KESEPULUH

Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta.

Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KESEBELAS

Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran.

Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…

BARISAN KEDUA BELAS

Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan:

Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga,mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…

Jika engkau mahukan kemesraan dengan Allah, maka garanglah terhadap dirimu sendiri. Jika engkau merasakan manisnya berhubung dengan Allah, tahulah engkau betapa peritnya berpisah denganNya…..Wallahua’alam

_____________________________________________

Sumber: http://www.murabbiy.com/

TIMBANGAN DAN PERHITUNGAN AMAL


Oleh: KH. A. Zakaria

Manusia akan mengalami dua kali hidup dan dua kali mati. Mati yang pertama adalah sebelum kita hidup di dunia ini. Sedangkan kematian kedua adalah setelah kita hidup di dunia ini. Hidup yang pertama adalah kehidupan kita di dunia ini. Dan kehidupan yang kedua adalah setelah kematian kita dari kehidupan dunia ini. Kehidupan yang pertama adalah masa untuk menanam amal shaleh. Kehidupan kedua adalah untuk menerima balasan dari kehidupan pertama.

Sekarang adalah masa menanam amal shaleh untuk mati nanti. Orang kafir, menganggap hari ini adalah masa menanam. Nasib hari akhir nanti tergantung kepada tanaman hari ini. Orang yang tidak meyakini hari akhir tidak akan beramal, maka ia tidak berbuat apa-apa. Maka nanti di akhirat orang kafir terbelalak karena tidak mempunyai amal apa-apa. Maka tempat kembalinya adalah ke nereaka. Surga dan nereka adalah tempat kehidupan manusia yang kedua.

Ada beberapa kriteria manusia dalam memasuki neraka dan surga. Ada orang yang sudah dijamin surga dan mereka sudah diumumkan di dunia ini. Orang-orang ini diantaranya adalah sepuluh sahabat yang dijamin masuk sorga oleh Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam. Mereka ialah Abu Bakar radhiya alläh ‘anh, Umar bin Khatab radhiya alläh ‘anh, Utsman bin Affan radhiya alläh ‘anh, Ali bin Abi Thalib radhiya alläh ‘anh, Thalhah radhiya alläh ‘anh, Zubair bin ‘Awwan radhiya alläh ‘anh, Sa’ad bin Malik radhiya alläh ‘anh, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiya alläh ‘anh, dan Sa’id bin Zaid radhiya alläh ‘anh.

Manakala ada yang sudah di jamin untuk masuk surga, di sisi lain ada yang sudah pasti masuk neraka. Diantaranya adalah Abu Lahab. Al-Qur`an menyatakan:

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5)

Ada pula yang masuk surga namun harus dibersihkan terlebih dahulu dari dosa-dosanya. Ini adalah orang yang memiliki keimanan, namun ia banyak melakukan dosa. Manakalah dosa-dosanya telah dibersihkan dengan siksaan, maka ia akan memasuki surga.

Ada juga yang fifty-fifty (setengah-setengah). Kesalahan dan amal shalehnya sama. Mereka di tahan di al-A’raf. Mereka hanya diperliahatkan surga dengan kenikmatannya. Mereka pun ingin memasukinya. Esok harinya, ia diperlihatkan neraka, kemudian ia berlindung diri dari siksaan tersebut.

Ada yang menanam amal shaleh, namun ia juga menanam perbuatan zhalim, seperti akan dijelaskan di depan. Di samping itu ada pula yang menanam, namun ia pun berbuat syirik. Maka hancurlah amal kebaikannya.

Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-Zumar: 65)

Ada juga orang yang beramal, namun asal beramal. Ia tidak selektif. Perbuatan amal ini tergolong bid’ah, fahua raddun (maka itu adalah tertolak), karena tidak ada SK; tidak ada dalam al-Qur`an dan al-Sunnah.
Mengenai catatan dan timbangan amal ini, al-Qur`an mengatakan:

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ (47)

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya: 47)

Timbangan Allah pada hari kiamat adalah adil. Tidak akan ada yang dizhalimi. Seluruh kebaikan dan keburukan akan diperlihatkan. Ayat ini harus menyadarkan kita bahwa perbuatan apa pun akan diperlihatkan Allah pada hari kiamat. Kita pun harus ingat bahwa setiap hari kita diingatkan dalam shalat dengan kalimat maaliki yaumiddin (Yang menguasai di hari Pembalasan).

Semua Orang Akan Diperlihatkan Catatan Amalnya

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا (48) وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا (49)

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu[883] (memenuhi) perjanjian. Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun”. (QS. Al-Kahfi: 48-49)

Dalam ayat ini diperinci bahwa kita dihisab dengan datang berkelompok. Dalam ayat lain disebutkan bahwa datangnya kita kepada Allah adalah dengan furada (sendiri-sendiri). Ini tidak bertentangan. Memang bahwa kita akan berbaris, akan tetapi manakala menghadap kepada Allah adalah dengan sendiri-sendiri.

Pada hari itu, orang yang durhaka akan takut dan gemetar. Semua amalnya tercatat dengan rapi. Mereka mendapatinya dengan nyata di hadapan mata. Allah pun tidak akan menzhalimi mereka.

Katakanlah hari ini kita sedang main film; kita dishooting. Maka nanti rekaman kita akan diputar. Tentu tidak akan ada yang terlewat.

Semua Orang Akan Dipanggil Dengan Buku Catatan Amalnya

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا (71) وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلًا (72)

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan Barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya Maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. Dan Barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. Al-Isra: 71-72)

Tadi sudah disampaikan, bahwa kita akan dipanggil bersama dengan imamnya. Ada yang memahami bahwa nanti bagi yang bermazhab akan diminta pertanggung jawab dengan imamnya. Maka mereka akan ditanggung jawab oleh imam tersebut. Padahal, imam di sini adalah catatan amal shaleh, bukan pemimpin.

Imam itu bisa berarti pimpinan dan juga berari catatan amal. Seperti dalam surat Yaasin dikatakana: “Wa naktubu ma qaddamu wa atsarhum wa kulla sya`in ahsainahu fi imam mubin” (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata). Ini jelas berarti catatan amal. Begitupula dalam surat al-Isra di atas adalaha catatan amal, bukan berarti pemimpin. Dalam ayat ini kalimat Imam berarti catatan amal diperkuat dengan kalimat “faman utiya kitabahu bi yaminihiI” (Barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya).

Tentang Orang Yang Bangkrup

Di akhirat nanti, akan ada orang-orang yang pailit. Dalam hadits dijelaskan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ». قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ ». (مسلم)

Dari Abu Hurairah radhiya alläh ‘anh, sesungguhnya Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrup?” Para shahabat menjawab: “Orang yang bangkrup diantara kami ialah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak punya harta.” Maka Rasulullah shallallähu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di antara ummatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, shaum dan zakat. Akan tetapi ia sungguh telah memaki seseorang, menuduh orang lain, makan harta yang bukan haknya, membunuh, dan memukul orang lain. Maka diambillah kebaikannya, kemudian diberikan kepada orang lain (yang pernah ia sakiti) dan juga kepada yang lainnya (yang pernah dizhalimi). Jika telah habis seluruh kebaikannya, sebelum diadili, maka diambil alihlah dosa-dosa yang dizhalimi dan diserahkan padanya sebagai ganti. kemudian ia diseret ke dalam api neraka.” (HR. Muslim)

Kesan di kita yang bangkrut adalah orang yang tidak punya apa-apa, berusaha gagal, dan di sana-sini banyak hutang. Padahal dalam pandangan Allah dan Rasulnya tidak demikian. Orang yang bangkrut adalah muflis. Mereka banyak menanam amal shaleh, namun ia pun banyak menzhalimi orang lain. Dalam hadits lain digambarkan bahwa nanti di akhirat ada seseorang yang amal shalehnya sangat banyak. Manakala setiap orang terpesona oleh banyak amal shalehnya, tiba-tiba ada orang yang pernah dizhaliminya di dunia meminta bayaran dengan amalnya. Apakah menceritakan keburukan orang lain, menyakiti, memakan harta orang lain, dan lain sebagainya akan diganti dengan amal shalehnya. Pada akhirnya, akan ada orang yang kezhalimannya belum lunas, sementara amal shalehnya sudah habis. Maka dosa orang yang dizhaliminya menjadi tanggungan dirinya.

Imam Bukhari pernah menyuruh pembantunya untuk membawa makanan kepada tamu. Sebelum sampai, apa yang dibawa pembantunya malah tumpah kepada diri Imam Bukhari. Maka imam Bukhari memarahinya. Namun, di tengah kemarahannya itu ia sadar, bahwa itu tidak benar. Maka pembantunya itu dimerdekakan. Ia tidak maus menzhalimi pembantunya, maka ia memerdekakannya.

Penilaian terhadap fisik masih dominan di antara kita. Untuk main bola, kemarin kita melihat ada dukungan yang penuh sampai digelar istigotsah. Dukungan istigotsah dikerahkan untuk kemenangan Timnas. Meskipun tidak ada hubungannya, acara itu dilakukan. Acara ini diadakan karena mendukung terhadap hal yang berkaitan dengan fisik.

Hisablah Amal Kita Selagi Masih di Dunia

قَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: “حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا، وَزِنُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا، وَتَأَهَبُّوْا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ عَلَى مَنْ لَا تَخْفَى عَلَيْهِ أَعْمَالُكُمْ

Dari ‘Umar radhiya alläh ‘anh, ia berkata: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (nanti di hari kiamat) dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah kalian untuk dihadapkan dalam peristiwa yang besar, yaitu dihadapkan kepada Dzat (Allah) yang tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya amal kalian. (Ibnu Katsir, Jilid 1, hlm. 25)

Di masyarakat kita yang baru berjalan adalah hisab badan dengan timbang badan. Seharusnya yang dihisab adalah amal. Bukan fisik semata. Shahabat Umar bin Khathab setiap malam hari melakukan muhasabah. Ia mengambil tongkat, kemudian memukulkannya terhadap anggota badan yang melakukan kezhaliman di siang harinya. Umar melakukan muhasabah dengan cara demikian. Kita tidak usah mengikuti caranya, yang penting adalah bagaimana melakukan muhasabahnya.

Mohon Maaf Selagai Masih Hidup

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا ، فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ ، فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ » (البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiya alläh ‘anh, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallähu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang pernah zhalim terhadap saudaranya, maka hendaklah ia minta dihalalkan (mohon maaf) dari perbuatan tersebut. Karena sesungguhnya pada saat itu tidak ada dinar dan tidak pula dirham, sebelum pahala kebaikannya diambil untuk saudaranya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan, maka diambillah kejahatan-kejahatan saudaranya itu, dan dibebankanlah (dosanya) kepadanya. (HR. Imam Bukhari)

Zhalim adalah suatu penganiayaan. Zhalim dapat terjadi pada orang lain dan terhadap diri sendiri. Al-Bukhari menilai bahwa banyak perbuatan yang sederhana adalah perbuatan zhalim. Suatu kali, Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam mengambil sesuatu kemudian diberikan kepada orang yang ada di sebelah kanannya. Hal itu terus beliau lakukan, padahal di sebelah kiri ada Abu Bakar radhiya alläh ‘anh. Umar bin Khatab radhiya alläh ‘anh mengatakan: “Abu Bakar! Ya Rasulullah”. Nabi mengatakan: “Al-Aiman, al-Aiman” (yang sebelah kanan, sebelah kanan dahulu).

Di lain kesempatan Ibnu Abbas berada di sebelah kanan Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasululläh meminta izin kepada Ibnu Abbas radhiya alläh ‘anh untuk menggunakan sesuatu. Namun Ibnu Abbas yang masih kanak-kanak itu tidak mengijinkan. Maka Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam pun tidak memaksanya. ini baru kezhaliman kecil. Islam sangat memperhatikan untuk tidak berbuat zhalim, meskipun itu adalah kecil dan sederhana. Bila kita berbuat zhalim, maka seringlah melakukan pembebasan kezhaliman tersebut.

Empat Hal Yang Menjadi Inti Pertanyaan

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ ». (الترمذي)

Dari Abu Hurairah radhiya alläh ‘anh, ia berkata: “Rasululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tidak henti-henti kaki seorang hamba (berdiri) pada hari kiamat sehingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, sejauh mana ia telah mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana ia mengusahakannya dan untuk apa ia membelanjakannya; dan tentang badannya, bagaimana ia menjadikannya hingga lusuh. (HR. Imam Tirmidzi)

Umur adalah anugerah Allah. Begitupula dengan ilmu, harta dan jasad adalah pemberian dari Allah. Namun, apakah sampai kita miliki adalah dengan cara yang benar? Dan apakah pula semua itu digunakan dalam hal yang benar? Hadits ini memberi peringatan dan catatan kepada kita mengenai perkara-perkara yang harus kita perhatikan. Maka hadits ini harus semakin memperkuat kesadaran kita untuk giat beramal.

Hindari perbuatan yang menghancurkan perbuatan amal kita seperti syirik, bid’ah dan kezhaliman-kezhaliman agar hisab dan timbangan amal shaleh kita ada dan menguntungkan.

(Yusup dari Jihad Persis di Viaduct)

Sumber: http://www.staipi-garut.ac.id

SIKSAAN NERAKA JAHANAM


…Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (Surat as-Sajda: 13)

Neraka ialah tempat hukuman yang abadi kepada mereka yang mengingkari Allah, menghabiskan kehidupan mereka tanpa memikirkan Hari Kemudian. Kebenarannya ialah, dunia ini, yang mana mereka yang tidak percaya kepada Hari Kiamat terlalu taksub, akan lenyap tetapi neraka akan wujud selama-lamanya. Para “ahli neraka” akan tinggal didalamnya buat selama-lamanya. Sebagai hukuman, mereka tidak akan dapat lari daripadanya. Hukuman ini tidak sama dengan hukuman-hukuman lain:

Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaNya. (Surah al-Fajr: 25)

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (Surah al-Muddaththir: 27-29)

Sesetengah manusia berpegang kepada kepercayaan yang tidak berasas iaitu mereka akan masuk syurga selepas memasuki neraka untuk suatu jangka masa. Walau bagaimanapun, realiti yang mengerikan tentang neraka ialah, azab di dalam neraka tidak akan berhenti dan tiada cara untuk keluar darinya. Al-Qur’an menjelaskan bahawa ia suatu kesalahan yang serius untuk berpegang kepada kepercayaan itu:

Dan mereka berkata;”Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberap hari sahaja.” Katakanlah:”Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janjiNya ataukah kamu hanya menyatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Bukan demikian) yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, mereka itu perhuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (Surah al-Baqara: 80-82)

Sesungguhnya neraka jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. (Surah an-Naba’ : 21-23)

Sekiranya tidak dikehendaki Allah, ia adalah mustahil untuk meninggalkan neraka. Apabila pesalah memasuki neraka, pintunya akan tertutup untuk selama-lamanya dan api akan menyelubunginya dari setiap sudut:

Dan orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. (Surah al-Balad: 19-20)

Nabi Muhammad (sollalahualaihiwassalam) juga bersabda bahawa tiada kematian bagi penghuni neraka:

Allah akan memasukkan penghuni syurga ke dalam syurga dan penghuni neraka ke dalam neraka. Selepas itu, pembuat pengumuman akan berdiri di antara mereka dan berkata: “Wahai penghuni syurga, tiada kematian buatmu, wahai penghuni neraka, tiada kematian buatmu. Engkau akan hidup kekal di dalamnya.” [Muslim]

Ingatlah, setiap individu yang menghabiskan masa yang terhad yang dianugerahkan kepadanya dengan cuai ketika di dunia akan mendapat neraka, di mana api akan menyelubunginya untuk selama-lamanya.

Ia sukar untuk memahami betapa pedihnya azab di dalam pintu yang tertutup rapat. Daripada ayat-ayat al-Qur’an, kita faham bahawa neraka ialah tertutup, riuh, suram dan tempat yang berasap. Neraka ialah destinasi terakhir, tempat azab di mana kepanasan menyelubungi setiap sel penghuni-penghuni dan di mana makanan dan minuman adalah menjijikan. Setiap saat di dalam neraka dipenuhi oleh keperitan yang tidak terduga. Penghuni-penghuni neraka akan melihat gambaran yang paling menakutkan dan mengerikan; mereka akan mendengar suara yang mengerikan dan menyedihkan, suara yang kuat, jeritan dan tangisan. Mereka akan menghidu bau yang sangat busuk, rasa yang sangat teruk dan tajam. Tubuh mereka akan kehangusan daripada kepala ke kaki.

Wajah penghuni-penghuni neraka akan dibaluti dengan api; air yang mendidih akan dicurahkan ke atas kepala mereka. Dan, mereka akan dicop pada sisi dan di belakang mereka. Tanpa rehat dan keringanan daripada hukuman, kesengsaraan akan berpanjangan buat selama-lamanya.

Api yang panas akan menyelubungi penghuni-penghuni neraka. Penerangan-penerangan di dalam al-Qur’an, memberi gambaran jelas betapa dahsyatnya azab yang dihadapai oleh ahli-ahli neraka; pakaian daripada api akan dibuat untuk mereka (surah al-Hajj: 19), dan mereka akan memakai baju daripada tar (surah Ibrahim: 50). Setiap kali kulit mereka hangus terbakar, tubuh mereka akan digantikan dengan kulit yang baru (surah an-Nisa’: 56) supaya mereka akan sentiasa merasai sakit yang tidak henti-henti daripada api. Mereka akan dirantai dan disebat. Tangan diikat di leher, mereka akan dicampakkan ke dalam lubang neraka (surah al-Furqan: 13). Mereka akan berbaring di atas katil daripada api neraka yang dialas dengan linen daripada api.

Mereka akan menjerit dan merayu untuk dilepaskan, tetapi tidak akan berjaya; tiada sesiapa di sekeliling yang akan menjawab. Mereka akan meminta untuk diringankan hukaman, walaupun untuk sehari, tetapi permintaan mereka akan dijawab dengan penghinaan dan hukuman yang lebih menyeksakan.

Bunyi gemuruh daripada api adalah sangat kuat dan boleh didengar daripada jauh. Penghuni-penghuni neraka akan dicampakkan ke dalam amukan api (surah al-ma’aarij: 15) yang menyala dengan hebatnya (surah al-Layl: 14) dan dibakar ketika mereka menjerit dan menangis.

Ingatlah bagaimana sakitnya apabila kita terbakar walaupun hanya di hujung jari. Jadi, jangan sesekali lupa untuk mengelakkan diri daripada kelakuan buruk yang boleh membawa kita memasuki tempat dimana hukuman daripada api yang sangat dahsyat.

Di dalam tempat tinggal yang kekal ini, manusia tentu sekali akan berasa lapar dan dahaga. Tetapi, sebagai balasan terhadap rasa tidak bersyukur dan perbuatan jahat mereka, mereka akan dibalas dengan buah-buahan yang pahit dan berduri (Surah al-Ghaashiyah: 6) dan pohon Zaqqum. Mereka tidak akan merasa sebarang minuman kecuali air yang mendidih dan nanah yang mendidih. Mereka akan muntah (surah al-Muzzammil: 13), tidak dapat menelan makanan dan minuman (surah an-Naba’: 24-25) yang tidak memberi khasiat mahupun melegakan mereka (surah al-Ghaashiyah: 7)

Segala usaha mereka untuk melepaskan diri daripada neraka terbukti sia-sia; apabila mereka masuk ke dalamnya, di mana tiada jalan keluar. Melalui hukuman yang tidak terbendung, mereka akan menjerit  untuk kemusnahan diri mereka sendiri. Walau bagaimanapun, di dalam neraka, seseorang itu tidak akan mati atau hidup. Kematian akan mengelilingi mereka daripada semua sudut, tetapi mereka tidak akan mati (Surah Ibrahim: 17) Ahli neraka hanya menderita kerana apa yang telah mereka lakukan. Tiada rahmat terhadap mereka atau keredaan daripada kesakitan mereka.

Api neraka tidak akan membunuh, tetapi akan menyebabkan kesakitan yang hebat. Menyedari penderitaan adalah untuk selama-lamanya, penghuni neraka akan sedar bertapa buntu, tiada harapan dan lemahnya mereka. Sementara itu, wajah-wajah orang yang sombong dan bongkak yang mereka sanjungi ketika di dunia juga akan berada di dalam api. Dan muka ialah salah satu bahagian badan yang merasai kesakitan yang sangat perit kerana disitulah tempat semua saraf-saraf bertemu:

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata; “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul.” (Surah al-Ahzab: 66)

Muka mereka dibakar apai neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. (Surah al-Muminun: 104)

Sekiranya kita tidak mahu wajah kita ditutupi dengan api, maka jangan sesekali lupa tujuan kewujudan kita di dunia ini, dan kita pasti akan bertemu dengan Hari Kiamat, kecuali jika kita mendapat keredhaan Allah.

Selain daripada seksaan fizikal, penghuni-penghuni neraka juga akan mengalami penderitaan rohani; mereka akan berasa rendah diri, terhina dan malu. Mereka akn diselubungi perasaan menyesal, tidak berdaya dan putus asa. Mereka yang sombong dan terlalu angkuh untuk menyembah Allah ketika di dunia akan memasuki neraka yang hina. Terhina, malu, mereka tidak mampu mengangkat wajah mereka:

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (dikatakan kepada mereka); “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (Surah al-Qamar: 48)

Peganglah dia kemudian seretlah dia k tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. Sesungguhnya ini adlaah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukan. (Surah ad-Dukhan: 47-50)

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Surah at-Tur: 13)

Allah berfirman didalam ayat lain, “KepadaNyalah aku bertawakkal dan kepadaNyalah aku kembali…” (surah: Ash-Shura: 10)

Maka mereka (semabahan-semabahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat.” (Surah ash-Shu’ara’: 94)

Pada hari itu, setiap orang daripada mereka akan mengakui perbuatan jahat mereka. Sebagaimana al-Qur’an memberitahu kita, kata-kata mereka ialah:

Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Surah al-Mulk : 10),

“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata:Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,” (Surah al-An’am: 27),

…Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul,” (Surah al-Ahzab: 66).

Pada hari itu, mereka akan mencela sesama mereka.Mereka akan meminta air dan makanan daripada ahli-ahli syurga, tetapi mereka akan dihalang:

…Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka… (Surah al-Kahf: 29)

Mereka akan menjerit, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang soleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan!” (Surah Fatir: 37) ) Tetapi semua usaha adalah sia-sia. Tiada pertolongan buat mereka dan nasib mereka yang pahit tidak akan diubah.

Oleh itu, selalulah mengingati ayat ini, “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)” (surah -Ash-Shura: 47)

Ingatlah, Allah yang menghakimi manusia secara adil, telah mengutuskan Rasul sebagai memberi amaran kepada semua umat manusia, termasuklah kita, dan telah menganugerahkan setiap manusia masa yang cukup untuk bersiap sedia. Oleh itu, di akhirat, tiada siapa yang akan membantu mereka yang maksudkan di dalam al-Qur’an sebagai ‘pesalah’ (surah Fatir: 37). Kebenaran yang mutlak ialah tiada siapa yang diberi balasan kecuali apa yang dilakukan ketika didunia:

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu; “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal, kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Yunus: 52)

Inilah neraka jahannam yang Allah sentiasa ingatkan hamba-hambanya dengan pelbagai cara. Tiada siapapun di atas muka bumi ini boleh mendakwa bahawa dia tidak pernah diberi amaran tentang azab neraka yang kekal. Allah menceritakan penyesalan yang pahit yang dirasa oleh mereka pada hari itu:

…Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia menyatakan,”Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal soleh) untuk hidupku ini,” (Surah al-Fajr: 23-24)

Ingatlah, pada hari itu walaupun kita mengambil amaran, peringatan yang kita terima ketika di dunia, tidak akan membantu kita langsung dan ia adalah mustahil untuk keluar daripada api nereka, tidak selepas setahun, seribu tahun, sejuta tahun dan tidak untuk selama-lamanya.

%d bloggers like this: