FENOMENA HUJAN METEOR MENURUT AL QURAN DAN AL HADITH JUGA PENYELIDIKAN AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)


SALIN SEMULA DARI FACEBOOK DAN KREDIT KEPADA : BERKHALIMAH ALLAH

bg-3-angkasa

Ada beberapa ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang meteor, berikut diantaranya,

1. Firman Allah,

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ * وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ * إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Aku telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), ( ) Aku menjaganya dari setiap syaitan yang terkutuk, ( ) kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS. Al-Hijr: 16 – 18).

2. Firman Allah,

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ * لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ * دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ * إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

“Sesungguhnya Aku telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang terang.” (QS. As-Shaffat: 6 – 10).

3. Firman Allah, yang menjelaskan kebiasaan jin mencuri berita dari langit

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا * وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

“Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jin: 8 – 9)

4. Firman Allah menjelaskan fungsi bintang;

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.(QS. Al-Mulk: 5)

171213_vod_orig_meteor_16x9_992

Keterangan Hadis

Beberapa ayat di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa meteor atau bintang jatuh, yang kita saksikan sebagai fenomena langit itu, sejatinya adalah benda langit yang digunakan untuk melempar setan, yang mencoba mencuri berita dari langit. Keterangan yang singkat dari Al-Quran di atas, dijelaskan lebih detail dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى اللَّهُ الْأَمْرَ فِي السَّمَاءِ ضَرَبَتْ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ ، فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا لِلَّذِي قَالَ : الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ . فَيَسْمَعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ وَمُسْتَرِقُ السَّمْعِ هَكَذَا بَعْضُهُ فَوْقَ بَعْضٍ ، فَيَسْمَعُ الْكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ ثُمَّ يُلْقِيهَا الْآخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ حَتَّى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوْ الْكَاهِنِ ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ ، فَيُقَالُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا كَذَا وَكَذَا ؟ فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الْكَلِمَةِ الَّتِي سَمِعَ مِنْ السَّمَاءِ

“Apabila Allah menetapkan suatu ketetapan di langit maka para malaikat mengepakkan sayap mereka karena tunduk terhadap firman-Nya, seperti layaknya suara rantai yang digesek di atas batu. Setelah rasa takut itu dicabut dari hati para malaikat, mereka bertanya-tanya: ‘Apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?’ Malaikat yang mendengar menjawab, ‘Dia berfirman yang benar. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.’ Bisikan malaikat ini didengar oleh jin pencuri berita. Pencuri berita modusnya dengan ‘pundi-pundian’ (jin yang bawah menjadi penopang bagi jin yang di atasnya, bertingkat terus ke atas). Jin yang paling atas mendengar ucapan malaikat, kemudian disampaikan ke jin bawahnya, dan seterusnya, hingga jin yang paling bawah menyampaikannya kepada tukang sihir atau dukun. Terkadang mereka mendapat panah api sebelum dia sampaikan kepada dukun, dan terkadang berhasil disampaikan sebelum terkena panah api. Kemudian dicampur dengan 100 kedustaan. (sehingga ada 1 yang benar). Orang mengatakan, bukankah pak dukun telah mengatakan demikian dan dia benar? Akhirnya sang dukun dibenarkan dengan satu kalimat yang benar yang dicuri dari langit. (HR. Bukhari 4800).

Dalam riwayat Ibnu Hibban, terdapat keterangan,

فربما أدركه الشهاب قبل أن يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه ، وربما لم يدركه الشهاب حتى يرمي بها إلى الذي هو أسفل منه

“..terkadang dia terkena panah api sebelum menyampaikan kepada jin yang berada di bawahnya, dan terkadang tidak terkena panah api, sehingga berhasil dia sampaikan kepada jin di bawahnya.” (Shahih Ibn Hibban, no. 36).

Selain itu, dalam riwayat Ahmad disebutkan Sababul Wurud, mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadis di atas. Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

حَدَّثَنِي رِجَالٌ مِنَ الْأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُمْ كَانُوا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، إِذْ رُمِيَ بِنَجْمٍ؛ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

“Beberapa orang anshar dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepadaku, bahwa mereka pernah duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam. Tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan.. kemudian Ibnu Abbas menyebutkan hadis selengkapnya.” (HR. Ahmad 1883 dan dinyatakan shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

KETERANGAN ULAMA TAFSIR

Ketika menafsirkan surat Al-Mulk ayat 5, seorang ahli tafsir masa tabi’in, Qatadah rahimahullah, mengatakan,

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلَاثٍ : جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ، وَعَلَامَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا ؛ فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا بِغَيْرِ ذَلِكَ : أَخْطَأَ ، وَأَضَاعَ نَصِيبَهُ ، وَتَكَلَّفَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ

“Allah menciptakan bintang untuk 3 hal: Allah jadikan sebagai penghias langit, sebagai pelempar setan, dan sebagai tanda alam untuk petunjuk arah. Maka siapa yang menggali tentang bintang, selain 3 hal tersebut, dia keliru, menyia-nyiakan jatahnya, dan membebani diri dengan sesuatu yang sama sekali dia tidak memilikimodal ilmu tentangnya.” (HR. Bukhari dalam shahihnya secara muallaq, 4/107).

Yang beliau maksud dengan memahami selain 3 hal tersebut adalah menggunakan memahami bintang untuk astrologi (bukan astronomi), seperti zodiak atau ramalan bintang.

Sementara itu, As-Syaukani menafsirkan firman Allah (yang artinya), ‘Aku jadikan bintang itu sebagai pelempar setan’, beliau mengatakan,

الرجم في اللغة هو الرمي بالحجارة

‘Rajam (pelempar) secara bahasa artinya, melempar dengan batu.’ (Fathul Qadir, 3/179)

Bagaimana dengan Meteorit?

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan, sehingga bisa memahami lebih seksama.

Pertama, bahwa sesungguhnya Al-Quran bukanlah kitab astronomi, bukan pula kitab fisika. Karena itu, anda tidak akan menjumpai penjelasan tentang astronomi atau fisika secara panjang lebar dari Al-Quran. Sebaliknya, Al-Quran adalah firman Allah yang memberikan penjelasan dari sisi syariah, yang bisa jadi tidak dibahas dalam ruang lingkup fisika atau ilmu eksak lainnya. Yang dijelaskan oleh Al-Quran adalah masalah ghaib yang itu di luar jangkauan kajian manusia.

Sebagai orang yang beriman, ketika kita hendak memahami penjelasan syariat yang bisa jadi dianggap tidak masuk akal, sikap yang harus kita kedepankan adalah pasrah dan meyakininya. Bukan ‘ngeyel’ dengan mengingkari dan menolaknya. Karena sesuatu yang tidak masuk akal itu, di luar jangkauan kemampuan nalar manusia.

Ketika Allah memberitakan bahwa komet yang memancarkan cahaya itu adalah bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan, maka sikap yang harus kita kedepankan adalah sami’na wa amannaa, kami dengar dan kami mengimaninya. Meskipun, dalam kajian astronomi atau ilmu falak, semacam ini tidak pernah dibahas.

Kedua, jika kita memahami keterangan ayat dan hadis, serta penjelasan ulama di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya tidak ada pertentangan antara penjelasan syariah dengan kesimpulan ahli astronomi.

Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX tahun 1961 mendefinisikan meteoroid sebagai berikut :

Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.

Ketika memasuki atmosfer sebuah planet, meteoroid akan terpanaskan dan akan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya. Jejak dari gas bercahaya ini disebut sebagai meteor, atau bintang jatuh. Jika sebagian meteoroid ini mencapai tanah, maka akan disebut sebagai meteorit.

Tidak berbeda dengan keterangan di atas. Bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan itu, bisa jadi kemudian masuk ke atmosfer bumi atau bahkan mendarat di bumi dan menjadi meteorit. Dalam fatwa islam dinyatakan

وهذا يعني أن هذه الشهب يقذف بها في جو السماء ، ولا يمنع ذلك من دخولها المجال الجوي للأرض بعد قذف الشيطان ورجمه بها ، وقد تنزل إلى الأرض وتحدث بها تصدعا
وهذا يوافق في الجملة المعنى الشرعي للشهب .

Bintang jatuh yang dilemparkan dari langit, tidak menutup kemungkinan masuk ke atmosfer bumi, setelah digunakan untuk melempar dan merajam setan. Dan terkadang sampai turun di bumi, hingga menimbulkan tumbukan keras. Dan kejadian ini secara umum, sesuai dengan penjelasan syariat. (Fatwa Islam, no. 180866)

Ketiga, beberapa ayat di atas menerangkan bahwa tujuan bintang yang dilemparkan ke arah setan itu, sebagai bentuk penjagaan terhadap berita langit. Ini menunjukkan bahwa fenomena bintang jatuh terjadi secara terus menerus. Karena penjagaan langit, terjadi secara terus menerus. Mengingat, setan selalu berusaha untuk mencuri dengar berita takdir dari langit.

Keterangan ini tidak berbeda dengan realita di lapangan sebagaimana ketarangan ahli astronomi, bahwa meteoroid itu terjadi kapanpun, tanpa batasan waktu yang jelas.

Ini semua memberikan kesimpulan, tidak ada pertentangan, antara penjelasan ilmiah syariah dengan keterangan menurut ahli astronomi tentang meteorit yang sampai ke bumi.

PENDAPAT AHLI SAINS ASTRONOMI DI NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION (NASA)

KELAB GREENBOC:
Kebenaran Itu Tetap Menang Mengatasi Kebatilan
Jan 25, 2014

Akhir Zaman: Peta Dunia Terbalik, NASA Tak Nafi Matahari Akan Terbit Dari Barat (Lihat GAMBAR)

NASA

Menyampaikan dalam bahasa termudah. Tidak perlu bermadah. Tidak perlu susah. AMARAN! BACA SAHAJA! Persoalan yang bermain di benak seketika anda membaca boleh diletakkan ke tepi dahulu. Perkara yang diberitahu ini adalah perkara yang tidak kita nampak. Masa depan. Masa depan dalam satu jangka waktu yang amat dekat TANPA disedari ramai. BACA dengan SABAR.

PERUBAHAN KUTUB BUMI (POLE SHIFT)

Pada tahun 2007, Medan kutub utara berganjak dari Kanada Utara kearah Siberia di Russia pada kadar 35 batu setahun. Ini bermakna arah kompas berganjak 35 batu menghampiri Russia dalam tahun tersebut. Anjakan kutub bumi ini mengakibatkan jajaran kompas dan arah utara sebenar semakin ketara perbezaannya. Hingga menjadikan arah panduan beberapa landasan kapal terbang tidak lagi terpakai. Ia semakin memberi kesan terhadap kegiatan manusia hinggakan lapangan terbang antarabangsa Tampa di Florida terpaksa mengubahsuai tanda arah di landasan dengan kedudukan yang baru. Lapangan terbang tersebut terpaksa ditutup selama sebulan bagi kerja-kerja pengubahsuaian.

Pergerakan kutub utara ke arah Siberia berlaku kerana cepatnya perubahan magnet pada kerak bumi. Perubahan terkini adalah paling dramatik. Ia bergerak semakin pantas. Kutub bergerak ke timur laut 9 batu setahun pada tahun 1904. Kelajuannya kira-kira 35 batu setahun pada tahun 2007. Ia bergerak sepantas 26 batu sebulan pada tahun 2013. Terkini kepantasannya 1 batu setiap hari!!

Kelajuan pergerakan Kutub makin bertambah Dalam masa 2 tahun kutub ia akan sampai ke Siberia untuk berada di kedudukan 40 darjah. Pada titik ini ia akan meluru merentasi garis Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan. Ini boleh berlaku dalam jangka waktu yang sangat pantas samada beberapa hari atau beberapa jam. Jika ini berlaku, seluruh geografi akan berubah. Ada tempat yang timbul. Ada tempat yang tenggelam. Air akan mencari tempatnya. Ada tempat mengalami banjir. Ada tempat berubah menjadi padang pasir. Amerika selatan khususnya Brazil akan menjadi Kutub Utara manakala India akan menjadi Kutub Selatan. Malaysia dijangka berada sebaris dengan India. Tidak tenggelam tapi membeku. Khatulistiwa pula berada di Antartika.

Peralihan kutub yang semakin pantas membuatkan saintis mengagak keseluruhan medan magnet bumi akan flip di mana kompas yang dahulunya menunjuk ke utara akan beralih arah ke selatan.

Semasa pergerakan flip peralihan kutub dari 40 darjah utara ke 40 darjah selatan pergerakan besar air boleh mencetuskan mega tsunami yang menenggelamkan tempat-tempat sebagaimana yang berlaku kepada Atlantis. Antara negara yang dijangka tenggelam terus ialah India dan Australia Barat. Bandar-bandar ditepi laut akan ditenggelami air. Peta dunia akan berubah dalam masa dua tahun selepas peralihan kutub berlaku. India akan tenggelam terus. Begitu juga Australia barat.

Apabila berlaku flip pada kutub medan magnet bumi akan menjadi lemah. Medan magnet yang kuat melindungi bumi dari kerosakan oleh sinaran matahari. Kini bumi akan lebih terdedah kepada kesan dahsyat akibat gejolak api di matahari, angin solar, ribut surya dan sun spot. Manakala flip juga bakal mengakibatkan berlaku gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tsunami dan taufan yang dahsyat yang belum pernah berlaku sedahsyat itu.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku. Makin hari makin laju. Pergerakan kutub dapat dilihat dengan fenomena berbagai bencana alam yang kerap berlaku.

Bilakah peralihan sepenuhnya kutub akan berlaku? Mengikut anggaran para spekulator, ianya akan berlaku pada tahun 2015 kerana selepas pada itu, pergerakannya dijangka tidak sedrastik kini. Sumber 1. Sumber 2. Sumber 3. Ingat! Hanya Allah yang Maha Mengetahui kerana semuanya adalah perencanaan Ilahi.

BINTANG BEREKOR

Kata Saidina Ali RA mengungkapkan dalam catatannya (Jufr Ahmar), “Kedatangan Al Mahdi akan didahului oleh kemunculan BINTANG yang ekornya menakjubkan, BUKAN seperti bintang yang kamu lihat muncul setiap dua pertiga pada satu dekad dan bukan juga bintang yang muncul pada dua pertiga abad dan bukan juga bintang yang muncul setiap abad. Tetapi ia adalah bintang berabad-abad. Yang diliputi api, udara, salju dan tanah. Ekornya memanjang, kelajuannya seperti kelajuan cahaya matahari ketika menyonsong fajar. Hujung depannya bertemu dengan hujung belakangnya seperti lingkaran raksasa memancarkan sinar terang dalam langit yang gelap seperti matahari yang terbit. Kemudian bintang itu akan kembali beredar pada orbitnya. SETELAH itu akan datang banyak MALAPETAKA dan KEMATIAN yang merupakan keuntungan bagi orang-orang yang baik dan ia merupakan kerugian bagi orang-orang yang jahat”.

Comet ISON (C/2012 S1) was discovered by V. Nevski and A. Novichonok on September 21 2012. The name ISON comes from “International Scientific Optical Network” which is the name of the observatory used to make the discovery. Komet ini memang jarang dijumpai. Teramatlah besar. Jarak dengan bumi pada waktu ini adalah Sun dist: 142,492,558 km [43.3 km/s] Earth dist: 64,977,671 km [47.5 km/s]. Fakta Komet Ison seperti berikut:

1. ISON digelar “ Komet abad ini”

2. ISON akan berada paling hampir dengan matahari pada 28 November 2013.

3. ISON akan berada paling hampir dengan bumi pada 26 Disember 2013

4. ISON dapat dilihat seperti matahari kedua di siang hari.

5. ISON boleh dilihat di waktu siang dan malam.
6. ISON memiliki ekor sepanjang 57,000 Km.

7. ISON adalah komet yang paling mudah dilihat oleh ramai orang.

8. ISON akan dilihat 15 kali ganda kecerahan cahaya bulan.

9. ISON akan menghasilkan ribut suria yang sempurna@perfect Solar Storm.
10. Bumi dijangka akan merempuh debu2 komet ISON dalam jangka waktu pada 12 atau hingga 14 Januari 2014.

Saya percaya ia semakin menghampiri bumi setiap detik, setiap waktu dan setiap saat. Ison telah pun melalui lintasan matahari pada 28 November 2013 dan pada waktu ini Ison menuju ke arah bumi dalam bentuk V. NASA mengeluarkan kenyataan yang komet ini telah hancur atau tidak ada lagi di dalam orbit. NASA dikatakan sengaja mengeluarkan kenyataan ini bagi mengelakkan berlakunya huru-hara sebelum ianya berlaku dan mengharapkan kejadian tersebut tidak berlaku. Tetapi dari satu fakta yang lain, Observatory of Lisbon pula mengeluarkan kenyataan yang fragments ISON akan menghentam bumi.

They claim that fragments of Comet ison will hit earth in December, this based in emulations performed using supercomputer ‘Tiger 2′ and a propietary model. They claim that the when the comet enter the atmosphere of the sun the ice will change state abruptely, turning into a propellant, changing the trajectory of the comet. They claim that the fragments of the comet will spread in the shape of a cone with a base diameter of 300.000 kms , that is the distance of from the earth to the moon. They claim that the comet after crossing the sun will be higly fragmented, fragments ranging from a football to the size of a ship. They say that the propulsion of the ice will change the trajectory of the fragments, causing a shower of cometary fragments that will hit Earth in December.

Bila akan menghentam bumi? Dijangkakan akan berada paling dekat dengan bumi pada 26 Disember 2013. Wallahu’alam. Jika komet (atau apa yang tinggal setelah melalui matahari) tersebut masih tetap ada, maka dunia akan menyaksikan pertunjukan hujan meteor yang terhebat pernah disaksikan seumur hidup. Satu persatu negara akan dihentam komet tersebut. Hujan batu. Hujan batu yang dilemparkan ke atas bumi. Mengingatkan aku akan Surah Ar-Rahmaan.

Ali Adams, seorang yang begitu takjub dengan keajaiban nombor-nombor ganjil membuat kajian pada Surah Ar-Rahmaan di dalam Al-Quran. Kenapa Surah Ar-Rahmaan? Kerana padanya terdapat ungkapan yang disebut berulang-ulang kali sebanyak 31 kali. Apakah ayat itu? ”So which of the favors of your Lord would you deny?; Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?; Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)?” – (Terjemahan Al-Quran:55;13 dalam Sahih Internation, Indonesia & Malay) Ingin tahu metodologi dan apa yang beliau jumpa? Sila klik Quran and 2012 Latest untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kajian yang dijalankan beliau.

Baca ayat ini. “Maka tatkala فَلَمَّا datang جَآءَ KEPUTUSAN Kami أَمْرُنَا, Kami jadikan جَعَلْنَا di ATASnya عٰلِيَهَا ke BAWAHnya سَافِلَهَا , dan Kami hujani وَأَمْطَرْنَا ATASnya عَلَيْهَا BATU حِجَارَةً dari مِّن sijjil (batu MASSIVE/TANAH yang DWARF/ mengkerut menjadi SANGAT PADAT/ dari BESAR menjadi kecil kerana sangat KERAS/massive) سِجِّيلٍ dengan bertubi-tubi مَّنضُودٍ” – Surah Huud; ayat 82. di atasnya ke bawahnya=POLE SHIFT=matahari terbit dari barat. Al-Quran menceritakan bagaimana umat-umat terdahulu telah seksa oleh Allah kerana berlaku fasiq terhadap Allah . Ayat ini mengingatkan kepada kita bahawa perkara yang sama mungkin boleh berulang lagi. Bukankah antara fungsi ayat-ayat Al-Quran adalah itu memperingatkan manusia seluruh alam?

Sila baca ayat ini pula.

“Deem not that Allah is unaware of what the wicked do. He but giveth them a respite till a day when eyes will stare (in terror);

Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyangka Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim; sesungguhnya Dia hanya melambatkan balasan mereka hingga ke suatu hari yang padanya terbeliak kaku pemandangan mereka, (kerana gerun gementar melihat keadaan yang berlaku); Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” [Diterjemahkan ke Sahih International, Malay & Indonesia; Surah Ibrahim – Ayat 42 (14:42)] Ingin melihat sendiri terjemahannya? Slik klik sini. Apa yang cuba disampaikan oleh Allah di dalam ayat ini? Allah mengingatkan kita bahawa akan tiba satu hari yang mana mata-mata mereka yang berlaku zalim akan terbeliak besar. Terbeliak besar kenapa? Akan satu KEJADIAN. Kejadian apa? MUNGKIN hujan meteor. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for three days of darkness – Nostradamus. Dapat difahamkan bahawa Nostradamus percaya bahawa pada tika dan waktunya berlaku pole-shift di planet bumi adalah apabila berlakunya planet alignment di antara planet-planet seperti berikut: i)Jupiter – Earth – Venus; ii)Mars – Moon – Earth dan; iii) Earth – Sun – Mercury. Bumi akan menjadi paksi kepada ketiga-tiga penjajaran tersebut. Maka atas fahaman inilah Nostradamus percaya akan berlakunya pole-shift di bumi. Bila anda tanya? Pada waktu dan sekarang ini, penjajaran antara planet-planet tersebut akan/sedang/telah pun berlaku – mengikut pada waktu anda membaca artikel ini. Boleh dilihat sendiri dengan jelas di sini. Subhanallah. Segalanya beredar atas paksi sendiri pada saat, minit dan jam yang anda saksikan di situ. Seperti yang telah diperjelaskan, keadaan ini sudah dan sedang terjadi cuma masih belum lengkap. Nostradamus mungkin meramalkan pada waktu lengkapnya pole shift berlaku pada bumi adalah pada waktu penjajaran tersebut. Wallahu’alam.

When Ison (V-shaped object) will be above us (around late December 2013 or early January 2014) causes pole-shift in our planet that will last for THREE days of darkness – Nostradamus

Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah SWT dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yang percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada orang yang bersekutu dengan Dajjal. Manakala penduduk yang tidak mahu bersukutu dengan Dajjal, mereka akan tetap berada dalam kebuluran dan kesusahan. Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah SAW bertanya: ”Jadi apa yang dimakan oleh orang Islam yang beriman pada hari itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” (Hadis Riwayat Ibnu Majjah)

Apakah persamaan antara keduanya? Ya. Nombor 3. KEBETULAN? Walau apa pun jua, kita sebagai umat Islam seharusnya wajib mempercayai akan kata-kata dari Baginda melebihi kata-kata Nostradamus meskipun beliau amat terkenal dengan ketepatan beliau meramal masa hadapan.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhubahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.[4] Shahih Al-Bukhariy, Kitaabur-Riqaaq (11/352 – bersama Al-Fath) dan Shahih Muslim,Kitaabul-Iimaan, Baab Az-Zamani Alladzii laa Yuqbalu fiihil-Iiman (2/194 – bersama Syarh An-Nawawiy).

*Penulis tiada niat untuk menakut-nakutkan pembaca tetapi penulis hanya sekadar ingin berkongsi dan mengingatkan diri dan pembaca bahawa hari kiamat itu sememangnya amat hampir. Setiap hari, setiap detik, setiap saat, setiap jam yang belalu membawa kita hampir ke sana. Mungkin ada yang salah faham yang menganggap tulisan ini adalah mengenai hari kiamat. Diperjelaskan, yang dikongsikan di sini bukanlah mengenai hari kiamat. Segala yang berkaitan dengan hari kiamat adalah rahsia Allah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

“Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dialah sahaja; dan ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.” (surah al-An’am, ayat 59).

“Bilakah masa datangnya?”, katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku, tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia. (Huru-hara) hari Kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi; ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut.” Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (surah al-A’raf, ayat 187).

Yang cuba disampaikan oleh penulis adalah tanda-tanda besar kiamat yang semakin menghampiri kita melalui tanda-tanda yang telah diperjelaskan. Tidak perlu rasanya memperjelaskan tanda-tanda kecil kiamat kerana semuanya telah berlaku. Kenapa penulis berkata sedemikian? Tolong TUNJUKKAN SATU PERKARA YANG ALLAH HARAMKAN, MASIH KEKAL HARAM sehingga ke hari ini. TIDAK ADA. Tanda-tanda besar inilah secara kronologinya akan merungkai satu persatu-satu yang pernah disebutkan Baginda Rasulullah seperti munculnya matahari dari barat, Dajjal, binatang, asap, gempa bumi di barat dan lain-lain sebelum tibanya Hari Pembalasan.

Al-Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku menghafal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebuah hadits yang aku tidak lupa setelahnya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Sesungguhnya tanda-tanda (besar hari kiamat) pertama yang akan muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat”. Musnad Ahmad (11/110-111 no. 6881) tahqiq Ahmad Syaakir, dan Shahih Muslim, Kitaabul-Fitan, Baab Dzikrid-Dajjaal (18/77-78 – bersama Syarh An-Nawawiy).

Sekali pun tidak berlaku pada masa dan waktu yang diramalkan, setidak-tidaknya kita boleh jadikan ini sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi menjadikan diri lebih bersedia secara mental apabila bertemu dengan saat yang sukar kelak. Wallahu’alam.

“Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): “Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri”. “Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”. “And [when] the true promise has approached; then suddenly the eyes of those who disbelieved will be staring [in horror, while they say], “O woe to us; we had been unmindful of this; rather, we were wrongdoers.” (Terjemahan Surah Al-’Anbya’; 97 dalam Melayu, Indonesia & Shahih International) Ayat ini mengingatkan kita supaya TIDAK MENJADI SEORANG YANG LALAI. Lalai daripada apa? Memikirkan PERKARA INI. Perkara apa? HARI KIAMAT YANG SEMAKIN HAMPIR. Jika lalai? Maka tergolonglah sebagai mereka yang MENGANIAYA dan MENZALIMI diri mereka sendiri. Wallahu’alam.

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa: “Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya. Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya,

“Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab,

“Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.” (Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim) –

Seorang pendakwah terkenal tanah air menceritakan sesuatu mengenai bani tamim. Siapa dan apa yang diceritakan? Ingin tahu- Semak bloger/mimmelayu.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dari ku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari).

KEDUDUKAN MALAYSIA BERALIH KE KUTUB SELATAN PADA 2015 ? (TAHUN INI)

KEBANYAKAN media sosial dan blogger kini sibuk memperkatakan fenomena pelik yang berlaku di seluruh dunia dan didakwa sebagai tanda awal kiamat.

Negara beriklim tropika dan panas mula menerima kesan akibat perubahan cuaca mendadak pada tahun ini dan sebahagian kawasan seperti Mesir serta Vietnam turut dilitupi salji tebal.

Perubahan magnet pada kerak bumi menyebabkan Kutub Utara bergerak dengan lebih cepat ke arah Siberia untuk berada pada kedudukan 40 darjah.

Beberapa kajian mendapati pergerakan itu berlaku semakin laju iaitu pada jarak 42 km sebulan dan dianggarkan berganjak sebanyak 2 km sehari pada 2013.

Ia merentasi garisan Khatulistiwa untuk berada pada kedudukan 40 darjah di selatan.

Jika keadaan itu berlaku, seluruh permukaan bumi berkemungkinan akan berubah seperti dipaparkan dalam filem sains fiksyen berjudul ‘2012’.

Paling memeranjatkan, kawasan Amerika Selatan terutamanya Brazil didakwa akan menjadi Kutub Utara manakala India menjadi Kutub Selatan.

Bagaimana dengan nasib Malaysia? Ia dikatakan akan membeku dan berada sebaris dengan India, sekali gus meletakkan garisan Khatulistiwa berada di Antartika.

Bandar pesisir pantai bakal tenggelam dan Australia Barat dipercayai turut mengalami nasib sama serta setengah negara mengalami waktu siang atau malam lebih panjang.

Fenomena medan kutub bumi menyongsang dikhuatiri mengakibatkan bencana alam lebih dahsyat seperti taufan, gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Selain itu, ia juga akan memberi kesan besar kepada ekosistem dan migrasi haiwan yang selama ini bergantung kepada perubahan musim dan iklim di sesuatu kawasan.

Medan magnet bumi juga akan menjadi lemah dan terdedah kepada fenomena ribut suria serta sinaran kosmik iaitu partikel bertenaga tinggi dan gelombang elektromagnet dari angkasa lepas.

Pergerakan kutub memang sedang berlaku dan ia boleh dilihat menerusi kejadian bencana alam yang didakwa berpunca daripada pemanasan global dan perubahan iklim secara mendadak sejak akhir-akhir ini.

Pelbagai teori didedahkan menyebabkan saintis menganggarkan medan magnet akan menyongsang dalam tempoh dua tahun lagi berdasarkan pergerakan kutub yang semakin laju.

Adakah keadaan itu akan berlaku atau ia hanya sebuah lagi spekulasi seperti ramalan kiamat 2012 yang digembar-gemburkan pada tahun lalu?

KIAMAT MENURUT ISLAM

Beberapa hadis dan ayat al-Quran ada menjelaskan persoalan mengenai hari kiamat:

Ibnu Umar RA berkata, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan ALLAH iaitu:

1) Tiada mengetahui apa tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan ALLAH.

2) Tiada siapa mengetahui apa akan terjadi esok hari melainkan ALLAH.

3) Tiada seorang pun mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan ALLAH.

4) Tiada seorang pun mengetahui di negeri mana dia akan mati melainkan ALLAH.

5) Tiada yang mengetahui bila kiamat akan terjadi melainkan ALLAH.
(Hadis Riwayat Bukhari)

Adakah fenomena pelik melibatkan perubahan ekstrem cuaca dunia dan bencana alam dahsyat adalah satu peringatan atau petanda kepada manusia di akhir zaman?

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara iaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.’
(Hadis Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Sebagai orang Islam, kita wajib percaya bahawa hari kiamat merupakan Rukun Iman ke- 5 akan tiba seperti diterangkan dalam al-Quran.

ALLAH SWT berfirman :Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi ALLAH, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Surah Al-A’raf, Ayat 187)

Dan juga pada ayat:Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi ALLAH.” Dan tahukah kamu (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Surah Al-Ahzab, Ayat 63).

Firmanullah di dalam Surah Ali Imran ayat 191

“orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

SALAM. Perbanyakkan bersujud kehadapan Allah Yang Maha Berkuasa dan Berselawat, Bersedekah dan Berdoa kepada Allah. Aamiin Rab’bal Alamin.

InsyaAllah.

MANUSIA SETELAH KEWAFATAN NABI ISA DI AKHIR ZAMAN


Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, “Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya.” {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat.

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH

Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda

Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan ‘Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya. {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat. {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda

Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom.” {4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi ‘Allah. {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam’an,

Saat mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi. {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka. {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya’la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji. {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda

Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman,

Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah bin Amr berkata,” Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawap “Apa yang Anda perintahkan?” Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala. {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah. Aisyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, “Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya.” {12} maka itu telah selesai. Baginda bersabda “Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda,

Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai.” Abdullah Ibn Umar bertanya, “Itu sungguh terjadi?” Baginda SAW menjawap “Ya, itu sungguh akan terjadi.

Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah:

Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, “Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini? {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam’an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan,

Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)

API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA

Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda,

Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. {16}

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata,

Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?” Rasulullah SAW menjawab, Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat. {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia. Sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?” Jawap Baginda, “Jangan pergi ke Syam. {18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari. {19}

Dalam Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda,

Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda

Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah. {21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab Fadha ‘il asy-Syam karangan ar-Rab’i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran.” Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab’i dalam Fadha’il asy-Syam dari Maimunah binti Sa’d. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali. {23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi ‘Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria). {24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :

Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan.

Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan.

Golongan kedua ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim: dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain.

Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil “Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.” {25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan “dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta,” dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a’lam.

Oleh: Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________

  1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
  2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
  3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
  4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami’ al-Ushul, X, h 410
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits no. 5516
  6. 6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Penyebutan Dajjal’, hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala’ Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
  7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
  8. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
  9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
  10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
  11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah’. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
  12. Q.S At-Taubah : 33
  13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906
  14. Bersenggama bermaksud bersetubuh
  15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245
  16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
  17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca Shahih al-Bukhari, Bab ‘Keutamaan Orang Ansar’ (Fath al-Bari, VII, h 272)
  18. Jami’ al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
  19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
  20. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
  21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
  22. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
  23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
  24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
  25. QS Maryam 85-86
  26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259

_________________________________
Sumber: MacJay.blogspot.com

TEORI KERKAHAN BESAR DAN HARI KIAMAT


Artikel oleh : Natalia Sadiqova Ebrahimi


Al Quran telah membicarakan tentang hari kiamat dengan gambaran yang amat mengerikan. Allah berfirman:

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya, dan manusia bertanya:“Mengapa bumi jadi begini?” (Az Zalzalah : 1-3).

Allah berfirman lagi tentang hari kiamat :

Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (Al Qaariah : 4-5).

Pada hari kiamat, semua manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali dalam bermacam-macam keadaan seperti digambarkan didalam Al Quran :

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam supaya diperlihatkan kepada mereka balasan pekerjaan mereka ” (Az Zalzalah : 6).

Pada hari ini, hari kiamat bukanlah sekadar teori yang digambarkan oleh sebahagian ahli-ahli sains tetapi mereka meyakininya! !!

Hari kiamat bermaksud berakhirnya alam semesta yang maha luas ini. Ahli-ahli fizik dan kosmologi menyatakan keadaan berakhirnya alam semesta ini sebagai teori kerkahan besar (The Big Crunch).

Ahli-ahli fizik telah lama menyedari bahawa alam semesta ini sentiasa berkembang seperti sebiji belon yang ditiupkan oleh seseorang. Mereka mendapati galaksi-galaksi yang jauh saling bergerak menjauhi antara satu sama lain dengan kadarnya yang semakin pantas.

Pada tahun 1998, ahli-ahli astronomi telah mengkaji supernova-supernova yang jauh dan mendapati alam semesta semakin bergerak pantas mengembang. Mereka mengatakan terdapat sesuatu yang dipanggil tenaga hitam (Dark Energy) yang menyebabkan proses penolakan alam semesta. Sekaligus ia menyebabkan alam semesta mengembang dengan kadar yang semakin pantas.

Didalam teori tenaga hitam, proses pengembangan alam semesta dikatakan didorong oleh suatu medan yang disebut “scalar field”. Bahkan sejurus sahaja letupan besar berlaku medan inilah dikatakan menjadi faktor utama yang mendorong pengembangan alam semesta. Keadaan sejurus selepas berlakunya letupan besar (Big Bang) dinamakan sebagai infiniti.

Teori ini telah di bangunkan oleh seorang pengkaji fizik yang bernama Andrei Linde? dari Universiti Standford. Mengikut sesetengah ahli sains, kadar pengembangan alam semesta akan menjadi semakin perlahan sehingga mencapai suatu tahap yang dinamakan sifar (zero). Walaupun begitu mereka mempercayai alam semesta tetap lagi mengalami proses pengembangan selepas keadaan sifar. Namun teori ini mempunyai kelemahannya.

Mengikut Andrei Linde, alam semesta bukan sahaja akan berhenti proses pengembangannya sehingga mencapai ke tahap sifar, tetapi akan mewujudkan situasi yang dipanggil infiniti minus berdasarkan teori fizik kuantum. Keadaan infiniti minus (minus infinity) akan menyebabkan pengembangan alam semesta menjadi sebaliknya iaitu pengecutan dan menyebabkan fenomena ruang dan masa mengalami keruntuhan yang total.

Berdasarkan kajian sains, alam semesta pada ketika ini berumur dalam lingkungan 14 bilion tahun dan kemungkinan fenomena ini akan berlaku dalam jangkamasa 10 hingga 20 bilion tahun lagi. Ini bermaksud manusia pada hari ini berada ditengah-tengah zaman kehancuran alam semesta!

Sesetengah teori kosmologi menyatakan apabila berlakunya keadaan infiniti minus maka fenomena masa dan graviti akan berlaku secara berlawanan. Ini bermaksud masa akan kembali ke belakang dan graviti akan mempunyai daya yang bertentangan. Ahli-ahli fizik seperti Michael Berry, Thomas Gold, dan Stephen Hawking adalah penyokong kepada teori ini..

Allah swt berfirman :

Yaitu pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya” (Al Anbiyaa : 104).

Proses pengembalian masa ke belakang ini seumpama sebuah pita rekod yang merakamkan segala sejarah dan peradaban manusia.

Dan pada hari itu kamu lihat tiap-tiap ummat berlutut. Tiap-tiap ummat dipanggil untuk melihat buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan” (Al Jaatsiyah : 28).

Daya bertentangan graviti semasa berlakunya proses pengecutan alam semesta akan menyebabkan kesemua objek berjisim ditarik ke atas. Keadaan ini akan menyebabkan gempa bumi yang maha hebat dan gunung-ganang akan mengalami proses penarikan ke atas.

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur ” (Al Haaqqah : 13-14).

Proses keterbalikan graviti akan menyebabkan bumi memuntahkan segala isinya. Kesemua kandungan seperti larva yang panas dilapisan bawah bumi akan ditarik ke atas oleh kuasa graviti.

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak dan gunung-gunung menjadi seperti bulu yang beterbangan “(Al Maarij : 8-9).

Hari kiamat mampu dijelaskan melalui kaedah sains dan pada hari ini semakin ramai pengkaji yang meyakininya. Al Quran menjelaskan tiada sesiapapun yang mengetahui bilakah berlakunya hari kiamat. Namun kejadiannya dapat dijelaskan didalam teori kerkahan besar.

SUMBER
# Gambar hanyalah khayalan artis mengenai kejadian kemuasnahan alam semesta. Harap maklum.

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. (Surah an-Anfal: Ayat 2)

Wallahua’lam.

HARI KIAMAT DAN PADANG MAHSYAR


Gambaran Hari Akhirat:

✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri. 

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati. 

Wukuf di Arafah merupakan peringatan Allah kepada hambaNya tentang perhimpunan besar di Padang Mahsyar

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi. 

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih. 

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak. 

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka. 

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat. 

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan. 

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun. 

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah: 

ⅰ- Pemimpin yang adil. 

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah. 

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid. 

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah. 

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wan ita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”. 

ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai). 

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah. 

_________________________

Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.


RUKUN IMAN 5 – PERCAYA KEPADA HARI AKHIRAT


I. BERIMAN KEPADA HARI AKHIR SERTA MAKSUDNYA

Beriman kepada hari Akhir adalah rukun ke lima dan rukun-rukun iman. Ertinya ialah meyakini dengan pasti kebenaran setiap hal yang diberitakan oleh Allah dalam kitab suci-Nya dan setiap hal yang diberitakan oleh Rasul-Nya mulai dari apa yang akan terjadi sesudah mati, fitnah kubur, adzab dan nikmat kubur, dan apa yang terjadi sesudah itu seperti kebangkitan dari kubur, tempat berkumpul di akhirat (mahsyar), catatan amal (shuhuf), perhitungan (hisab), timbangan (mizan), telaga (haudh), titian (shirath), pertolongan (syafa‘ah), syurga dan neraka serta apa-apa yang dijanjikan Allah bagi para penghuninya.

Dail-dalil tentang kewajiban beriman terhadap hal-hal tersebut banyak sekali. Ada yang bersifat umum tentang beriman kepada perkara-perkara akhirat sebagai pujian atas orang-orang mukmin yang mengimani adanya hari Akhir, atau sebagai perintah untuk mengimani hal tersebut. Ada juga yang bersifat khusus untuk sebahagian perkara akhirat, seperti adzab kubur dan kenikmatannya, kebangkitan (ba‘ts), pengumpulan (hasyr) dan lain-lain. Hal itu banyak sekali disebut di dalam al-Qur’an dan Sunnah yang suci.

Pertama: Dalil-dalil Umum

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah 2: 62)

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ ﴿١٧٧﴾

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam perang. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah 2: 177)

Sabda Rasulullah sebagai jawaban atas pertanyaan Jibril tentang iman,

“Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik mau pun yang buruk.” (HR. Muslim 1/36-37)

Kedua: Dalil-dalil Khusus tentang Sebagian Perkara Akhirat

a) Firman Allah tentang kebangkitan (ba‘ts),

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ ﴿١٦﴾

Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dan kuburmu) di Hari Kiamat.” (Al-Mu’minun: 16)

b) Firman Allah tentang Perhitungan (hisab),

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ ﴿٦﴾ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ﴿٧﴾ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ﴿٨﴾ وَيَنقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا ﴿٩﴾ وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ ﴿١٠﴾ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا ﴿١١﴾ وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا ﴿١٢﴾

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. Ada pun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Ada pun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, ‘Celakalah aku.’ Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Insyiqaq: 6-12)

Ayat-ayat di atas menunjukkan balasan atas amal kebaikan, hisab (perhitungan) yang mudah, pemberian catatan amal (shuhuf) bagi para ahli kebaikan dengan tangan kanan dan kesenangan sesudah itu, serta menunjukkan hisab yang sulit, pemberian shuhuf kepada orang-orang yang berbuat jahat dari belakang punggungnya dengan tangan kiri dan siksa neraka sesudah itu.

c) Firman Allah,

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾

Sesungguhnya Kami telah memberimu al-Kautsar.” (Al-Kautsar: 1)

Iaitu telaga yang diberikan kepada Rasulullah s.a.w., sebagai tempat minum umatnya, kecuali orang yang menyalahi sunnahnya.

II. MANHAJ (METODE) AL-QUR’AN DALAM MENETAPKAN BA‘TS

Sesungguhnya di antara ajaran Rasulullah yang ditentang oleh kebanyakan masyarakat Jahiliyah adalah tentang kebangkitan dari kubur. Mereka menganggap mustahil hidup kembali setelah tubuh hancur dan melebur dengan tanah. Allah mengisahkan hal ini dalam firman-Nya,

وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۗ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٥﴾

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu hairankan, maka yang patut menghairankan adalah ucapan mereka, ‘Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?’ Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Ar-Ra’d: 5)

Allah juga berfirman,

قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٨٢﴾ لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴿٨٣﴾

Mereka berkata, ‘Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan? Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang dahulu kala!” (Al-Mu’minun: 82-83)

Sebagaimana mereka juga mengucapkan,

أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَ‌ٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ ﴿٣﴾

Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.” (Qaf: 3)

Allah berfirman tentang mereka,

وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ ﴿١٠﴾

Dan mereka berkata, ‘Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhtinnya.” (As-Sajdah: 10)

Ayat-ayat yang disebutkan Allah tentang pengingkaran orang-orang musyrik terhadap hari kebangkitan lebih banyak dari yang kami kemukakan. Semuanya mengisahkan ketidak-percayaan mereka tentang apa yang dijanjikan Allah mengenai perkara kehidupan akhirat dan hisab amal perbuatan.

Al-Qur’an telah meyakinkan adanya ba’ts beserta sanggahan atas orang-orang yang mengingkarinya dengan kaedah yang hebat dan jitu, sehingga memaksa akal yang sihat untuk menerimanya dan tunduk kepadanya. Kebanyakan metode itu boleh disaksikan, dikesan dengan pancaindera serta difahami oleh akal secara nyata. Di antaranya terjadi pada keadaan-keadaan tertentu seperti-mana yang diberitakan oleh al-Qur’an.

Beberapa kaedah-kaedah tersebut ada empat macam, iaitu:

– Kaedah pertama:

Beristidlal dengan penciptaan langit dan bumi dan perkara-perkara yang agung yang menjadi saksi atas kesempumaan dan kecanggihan ciptaan Allah serta bukti atas kekuasaan Allah yang kukuht; suatu perkara yang mengharuskan kemaha-kuasaan Allah atas perkara yang lebih kecil dari itu. Allah menjelaskan hal ini:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُورًا ﴿٩٩﴾

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah berkuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.” (Al-Isra: 99)

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ ۚ بَلَىٰ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٣٣﴾

Masihkah mereka ingkar dan tidak mahu memikir serta mengetahui Bahawa Sesungguhnya Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi Dengan tidak mengalami kesukaran Dalam menciptakannya – berkuasa menghidupkan makhluk-makhluk Yang telah mati? sudah tentu berkuasa! Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (Al-Ahqaf: 33)

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٥٧﴾

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ghafir/al-Mukmin: 57)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini semuanya menjelaskan bahwa menciptakan manusia serta membangkitkan sesudah mati adalah lebih mudah dan lebih ringan daripada menciptakan makhluk-makhluk raksasa in Padahal semuanya itu kecil bagi Allah s.w.t.

– Kaedah kedua:

Beristidlal akan adanya ba‘ts dengan penciptaan manusia pertama kali, oleh karena siapa yang dapat menciptakan manusia pasti mampu mengembalikannya untuk kedua kalinya. Kepastian seperti ini banyak terdapat di dalam al-Quran, seperti firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ ﴿٥﴾

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dari yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) sampailah kamu kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.” (Al-Hajj: 5).

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٧﴾

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha-tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ar-Rum: 27)

Tidakkah manusia itu melihat dan Mengetahui, Bahawa Kami telah menciptakan Dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati), serta ia mengemukakan satu misal perbandingan kepada Kami (tentang kekuasaan itu), dan ia pula lupakan keadaan Kami menciptakannya sambil ia bertanya: “Siapakah Yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur seperti debu?” Katakanlah: “Tulang-tulang yang hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang telah menciptakannya pada awal mula wujudnya; dan ia Maha mengetahui akan segala keadaan makhluk-makhluk (yang diciptakan-Nya);

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ ﴿١٥﴾

(setelah mereka melihat dan memerhatikan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan itu) maka adakah Kami telah lemah dengan ciptaan yang pertama itu (sehingga Kami tidak dapat mengadakannya semula? Tidak! Dan merekapun tidak mengingkari kekuasaan Kami). bahkan mereka berada dalam keadaan keliru dan ragu-ragu tentang ciptaan makhluk-makhluk (hidup semula) dalam bentuk Yang baharu. (Qaaf: 15)

Pada ayat-ayat yang kami kemukakan di atas juga pada ayat-ayat lain yang serupa terdapat teguran yang menggugat orang-orang yang ingkar agar mahu melihat dan merenungi dirinya sendin; dari mana pertama kali ia diciptakan, juga agar merenungi masa-masa yang telah mereka lalui setiap tahapan yang selalu herbeda dengan yang sebelumnya. Maka, yang mampu mengadakan manusia dari tidak ada niscaya Dia tiada berkesulitan mengembalikannya sekali lagi, sebaliknya hal itu lebih mudah dari menciptakannya pertama kali. Perbezaan itu kalau diukur dengan akal dan kebiasaan manusia. Sedangkan menurut Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih mudah dari yang lain, semuanya mudah bagi-Nya.

– Kaedah ketiga:

Allah menegakkan dalil adanya hari kebangkitan sesudah mati dengan menghidupkan bumi sesudah matinya, seperti yang terdapat dalam ayat, antara lain:

وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ ﴿٥﴾

Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَ‌ٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٥٧﴾

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu telah membawa awan, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan, seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (Al-A’raf: 57)

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَ‌ٰلِكَ تُخْرَجُونَ ﴿١١﴾

Dan yang menurunkan air dan langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Az-Zukhruf: 11)

Dalam ayat-ayat terdahulu dan yang sejenisnya Allah menjelaskan bahawasanya menghidupkan sesudah mati adalah sangat mungkin bagi Tuhan Yang Maha Mengatur semua urusan. Bukti kongkritnya selalu dapat anda amati, iaitu dengan melihat tanah yang kering, gersang dan tandus tidak berkehidupan, maka Allah mendatangkan air hujan, sesudah itu ia menjadi hijau dan subur, pepohonan, bunga-bunga serta buah-buahan bertebaran di mana-mana. Maka Yang Maha-kuasa menghidupkan ini akan berkuasa pula menghidupkan kembali jasad-jasad yang telah musnah tak berbekas dan Dia Maha Mengetahui segala ciptaan-Nya.

– Kaedah Keempat:

Metode ini adalah apa yang dikhabarkan dalam al-Qur’an bahawa Allah telah menghidupkan sebahagian orang yang sudah mati di dunia. Ini sudah pasti merupakan tanda kekuasan-Nya yang memaksa orang-orang yang mengingkari untuk kembali mengakui dan membenarkan agama para rasul dan ia akan menambah iman orang-orang mukmin. Di antaranya, Allah berfirman,

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ ﴿٧٢﴾ فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَ‌ٰلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ﴿٧٣﴾

Dan ingatlah, ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, ‘Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!’ Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.” (Al-Baqarah: 72-73)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ ﴿٢٤٣﴾

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (al-Baqarah: 243)

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَـٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٥٩﴾ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَـٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٢٦٠﴾

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al-Baqarah: 259-260)

Kaedah ini juga yang terjadi melalui tangan Nabi Isa sebagai mukjizat baginya, iaitu menghidupkan orang mati dengan seizin Allah. Tidak diragukan lagi, bahawa dalil-dalil tersebut di atas dengan pasti telah membuktikan akan adanya hari Kebangkitan, karena Yang dapat menghidupkan kembali satu jiwa sesudah matinya pasti Dia mampu menghidupkan semua jiwa. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah,

مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ ﴿٢٨﴾

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Luqman: 28)

Oleh karena pentingnya keimanan kepada hari Kebangkitan terhadap kehidupan duniawi demi tercapainya hikmah ilahiyah serta adanya orang yang mengingkarinya, maka dalil-dalilnya di dalam al-Quran dijelaskan dengan metode yang bermacam-macam. Apabila keperluan kepada sesuatu sangat diperlukan maka dalilnya lebih ditegaskan sebagai rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

III. APA YANG ADA SESUDAH KEMATIAN?

Yang ada sesudah kematian adalah pertanyaan dua malaikat, nikmat kubur dan azab kubur. Al-Qabru adalah kata tunggal dan al-qubur, artinya mengubur mayat. Khabar dari Rasulullah telah sampai secara mutawatir tentang adanya pertanyaan dua malaikat, nikmat kubur dan azabnya. Kerana itu mengimaninya adalah wajib.

Nikmat dan siksa tersebut adalah berlaku untuk ruh dan jasad sesuai dengan hubungan ruh terhadap jasad dalam kehidupan barzakhiyah dan hubungan ini berbeza dengan hubungan ruh terhadap jasad ketika ada dalam kehidupan dunia. Jadi hukum-hukum kehidupan barzakh ini berlaku untuk ruh, sedangkan jasad mengikutinya, berbeza dengan kehidupan dunia. Berdasarkan hal ini dapat difahami bahawa nikmat dan azab kubur berlaku bagi orang yang berhak menerimanya, baik itu dikubur mahupun tidak, dimakan binatang buas atau terbakar hingga menjadi abu atau tenggelam di laut ataupun yang lainnya. Sedang dalil-dalil untuk itu sangatlah banyak, antara lain:

a) Firman Allah,

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim: 27)

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari al-Bara’ Ibn ‘Azib dari Nabi, beliau bersabda tentang ayat di atas:

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh,” Ayat ini turun menjelaskan tentang adzab kubur; maka ditanyakan kepadanya, ‘Siapakah Rabbmu?’ Dia menjawab, ‘Rabb saya adalah Allah, dan nabi saya adalah Muhammad s.a.w. Maka itulah (makna) firman Allah, ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat’.” (HR. Muslim 4/2201)

Jadi penafsiran ayat oleh hadis tersebut menunjukkan adanya pertanyaan di dalam kubur. Hal ini dijelaskan oleh dalil-dalil berikutnya.

b) Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata, Nabi Allah s.a.w. bersabda,

Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggal pergi oleh pengantarnya, sesungguhnya dia itu mendengar suara ketukan sandalnya’. Beliau bersabda, ‘Datang kepadanya dua malaikat, lalu mereka mendudukkannya dan menanyainya, ‘Apa yang engkau katakan tentang orang ini?’ Beliau bersabda, ‘Ada pun orang mukmin maka dia akan menjawab, ‘Saya bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan rasul-Nya.’ Beliau bersabda, ‘Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempat dudukmu dari neraka, Allah telah menggantinya untukmu ternpat duduk dari syurga.’ Nabi Allah bersabda, ‘Maka ia melihat keduanya.’ Qatadah berkata, ‘Diberitakan kepada kami bahawa di dalarn kuburnya akan diperluas untuknya 70 hasta dan dipenuhi atasnya kenikmatan yang segar sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (Hadis Riwayat Muslim 4/2200, lihat Shahih al-Bukhari 11/ 123).

c) Imam al-Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dan Ibnu Abbas r.a, ia berkata,

Rasulullah s.a.w. berjalan melewati dua kuburan, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan tidaklah mereka disiksa karena perkara besar,’ kemudian beliau bersabda, ‘Benar, adapun yang satu maka ia telah melakukan adu domba, adapun yang lainnya kerana dia tidak bersembunyi semasa membuang air kecil dan tidak membersihkan diri dari percikan-percikan kencingnya dengan betul.’ Ibnu Abbas berkata, ‘Kemudian beliau mengambil batang kayu segar dan dibelah menjadi dua, kemudian rnenancapkan masing-masing di atas kuburan tadi kemudian bersabda, ‘Mudah-mudahan keduanya diringankan (azabnya) selama (dua batang kayu tadi) tidak kering’.” (Hadis Riwayat al-Bukhari 11/134)

d) Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, ‘Rasulullah berdoa,

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dan adzab kubur, dan adzab neraka, dan danifitnah kehidu pan dan kematian, serta dan fitnah Dajjal.” (Hadis Riwayat al-Bukhari 11/24, dan lihat Muslim 4/2200)

Dalil-dalil ini dan yang seumpamanya menunjukkan, orang yang mati akan diuji di dalam kubumya, maka barangsiapa yang ditetapkan imannya oleh Allah dan menjawab dengan benar maka diluaskan baginya di dalam kubumya serta diberi sebagian dari kenikmatan akhirat. Dan siapa yang menyimpang dari kebenaran dan sesat di dalam hidupnya, maka dia tidak akan boleh/mampu menjawab dengan benar pertanyaan kedua malaikat tersebut, sehingga ia dipukuli dengan palu dan besi dan dihimpit di dalam kubumya serta menerima siksaan sesuai dengan dosa-dosanya sampai datang Hari Kiamat atau sampai pada waktu tertentu (terbatas).

Jadi adzab kubur itu ada dua macam:

Pertama:

Terus menerus sampai Hari Kiamat iaitu untuk orang kafir dan munafik dan sebagian ahli maksiat, seperti pemberitaan Allah tentang keluarga Firaun:

لنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ ﴿٤٦﴾

Kepada mereka ditampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat dikatakan kepada malaikat, ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras’.” (Ghafir/al-Mukmin 40: 46)

Kedua:

Sementara, berlaku untuk waktu yang terbatas kemudian berhenti. Iaitu siksaan untuk sebagian ahli maksiat yang ringan kejahatannya. Ia disiksa sesuai dengan kejahatannya kemudian diringankan siksaan atasnya atau dihentikan sama sekali kerana maksiatnya tidak berhak menerima azab kecuali sebatas itu, atau kerana adanya sebagian yang boleh melebur dosa sesudah kematiannya seperti doa anaknya yang soleh atau sedekah jariyah yang ditinggalkannya di dunia atau ilmunya yang dimarifaatkan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

IV. KIAMAT DAN TANDA-TANDANYA

Kiamat adalah tibanya saat yang disebutkan dalam firman Allah s.w.t. seperti:

Dan pada hari terjadinya Kiamat.” (Ghafir 40: 46 dan al-Jatsiyah: 27)

Kiamat disebutkan dalam al-Qur’an dengan beberapa nama, antara lain: Al-Qari’ah, al-Ghasyiyah, ath-Thammah, al-Waqi’ah, al-Haqqah, ash-Shakhkhah, Yaumul-Hisab dan Yaumud Din.

Dalil-dalil kepastian datangnya banyak sekali, antara lain:

a) Firman Allah,

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ ﴿٧﴾

Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahawasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj 22: 7)

b) Firman Allah,

إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٥٩﴾

Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (Ghafir/Mukmin 40: 59)

c) Firman Allah,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ ﴿١﴾

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)

d) Sabda Rasulullah s.a.w.,

Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat seperti ini’, beliau membandingkan antara jari telunjuk dan jari tengah.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari 6/206, Muslim 11/592)

Sekalipun ada kepastian akan terjadinya dan kewajiban mengimaninya, tetapi Allah merahsiakan bila Kiamat terjadi dan tidak seorang pun mengetahui waktunya, akan tetapi Allah memberitahukan tanda-tandanya yang menunjukkan dekatnya kejadian Kiamat.

Dalil-dalil yang menunjukkan hanya Allah saja yang mengetahui Hari Kiamat sangat banyak, di antaranya ialah:

a) Firman Allah,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿١٨٧﴾

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (al-A’raaf 7: 187)

Pertama: Dalil-dalil tentang Kekhususan Ilmu Allah Mengenai Kiamat

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Kiamat” (Luqman 31: 34)

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ﴿٦٣﴾

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya” (al-Ahzaab 33: 63)

Kedua: Tanda-tanda Kiamat

Ketika hikmah Allah menghendaki untuk menyembunyikan waktu terjadinya, Dia memberitahukan kepada Nabi-Nya s.a.w, tanda-tanda kedatangannya, kemudian beliau memberitahukan kepada kita tanda-tanda yang banyak sekali yang munculnya merupakan pertanda dekatnya Hari Kiamat. Tanda-tanda itu ada dua: alamat (tanda) shughra menunjukkan dekatnya Kiamat, sedangkan alamat Kubra menunjukkan bahwa ia sudah di ambang pintu.

Di antara tanda-tanda shughra (kecil) yaitu:

a) Malaikat Jibril ketika bertanya bila Hari Kiamat, beliau menjawab,

Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya, tetapi saya akan memberitahukanmu tentang tanda-tandanya, jika budak wanita telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta berlumba-lumba dalam mendirikan bangunan.” (Hadis Riwayat al-Bukhari 1/20 dan lihat Muslim 1/39)

b) Berperangnya orang muslim melawan orang Yahudi dan kemenangan orang-orang muslim atas mereka. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahawasanya Rasulullah bersabda,

Tidak akan terjadi Kiamat sebelum orang Islam memerangi orang Yahudi. Maka orang Islam membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon; maka batu dan pohon itu berkata, ‘Ya Muslim, wahai hamba Allah, inilah orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah,’ kecuali pohon gharqad, kerana sesungguhnya ia adalah pohon Yahudi.” (Hadis Riwayat Muslim 4/2239, dan lihat al-Bukhari IV/51).

Tanda-tanda shughra (kecil) yang diberitakan oleh Rasulullah s.a.w., sangat panjang pembahasannya berikut dalil-dalilnya, seperti pendeknya waktu, berkurangnya amal, munculnya berbagai fitnah, banyaknya pembunuhan, pelacuran, kefasikan dan lain-lain.

Tanda-tanda kubra (besar)

a) Keluarnya Dajjal. Rasulullah s.a.w., telah memberitahukan kemunculannya dengan hadis yang banyak jumlahnya sehingga mencapai mutawatir. Para nabi telah memperingatkan umat dan kaumnya daripadanya. Sedangkan Rasulullah s.a.w., menyebutnya sebagai fitnah terbesar yang terjadi semenjak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kiamat. Dan di antara doa beliau adalah meminta perlindungan-Nya dari fitnah Dajjal dan memerintahkan umatnya untuk berdoa seperti itu.

Di antara hadits-hadits yang memperingatkan darinya ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a., bahwasanya Rasulullah bersabda,

Tidak ada seorang nabi pun yang diutus melainkan ia memperingatkan umatnya dari yang buta sebelah dan pendusta. Ingatlah, dia itu buta sebelah matanya. Dan sesungguhnya Rabbmu (Allah) tidak buta sebelah mata-Nya. Dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’.” (Hadis Riwayat al-Bukhari 9/75-76, lihat Muslim 4/2248)

b) Turunnya Nabi Isa di atas menara putih di sebelah timur Damaskus, kemudian beliau membunuh Dajjal dan mengajak kepada Islam serta memberlakukan hukum Islam, menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapuskan jizyah.

Dalil-dalil tentang hal ini banyak sekali, di antaranya ialah hadits al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda,

Tidak terjadi Kiamat sebelum turun di tengah-tengah kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil, dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah dan melimpahlah harta sampai tidak seorang pun yang mahu menerima.” (Hadis Riwayat al-Bukhari 3/178, dan lihat Muslim 1/136).

c) Munculnya matahari dari barat. Ini adalah pertanda sangat dekatnya Hari Kiamat dan permulaan bergolaknya hukum alam yang normal, kerana dahsyatnya pengaruh pertanda ini dan telah putusnya harapan sehingga ketika orang-orang melihat tanda ini mereka merasa takut dan resah kemudian semuanya beriman, akan tetapi imannya tidak ada ertinya lagi kerana tidak diterima, kerana sebelumnya mereka tidak mahu beriman. Sebagaimana firman Allah,

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انتَظِرُوا إِنَّا مُنتَظِرُونَ ﴿١٥٨﴾

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula).” (al-An’am 6: 158)

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahawa Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda,

Tidak terjadi Kiamat sebelum matahari terbit dar barat; jika sudah terbit dari barat maka manusia semuanya beriman. Pada hari itu imannya orang yang sebelumnya tidak beriman atau tidak berbuat baik dalam masa imannya, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya.” (HR. Muslim 1/137, dan lihat alBukhari 8/ 132)

Dan masih banyak lagi tanda-tanda yang tidak kami sebutkan, seperti munculnya al-Mahdi, binatang ajaib (Dabbah), asap dan api di negeri Hijaz dan sebagainya. Kejadian-kejadian ini saling berdekatan dan berakhir dengan hancurnya dunia serta matinya semua makhluk. Allah berfirman,

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ ﴿٦٨﴾

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (az-Zumar 39: 68)

Rasulullah s.a.w. ditanya tentang shur, maka beliau menjawab iaitu tanduk yang ditiup (lihat Musnad Imam Ahmad 11/ 162 dan 192). Yang meniup adalah Israfil lalu matilah makhluk yang ada di langit dan di bumi kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah.

Wallahu a’lam.

GAMBARAN TENTANG HARI KIAMAT


Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD ALBAKRI

ٱلْقَارِعَةُ ﴿١﴾ مَا ٱلْقَارِعَةُ ﴿٢﴾ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ ﴿٣﴾ يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ ﴿٤﴾ وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ ﴿٥﴾ فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَ‌ٰزِينُهُۥ ﴿٦﴾ فَهُوَ فِى عِيشَةٍۢ رَّاضِيَةٍۢ ﴿٧﴾ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَ‌ٰزِينُهُۥ ﴿٨﴾ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ ﴿٩﴾ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠﴾ نَارٌ حَامِيَةٌۢ ﴿١١﴾

1. Hari Kiamat, 2. Apakah hari Kiamat itu? 3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, 5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. 8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. 10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? 11. (Iaitu) api yang sangat panas.

 
Api yang kita lihat di dunia ini tidak dapat menyamai kepanasan api neraka yang dikhaskan untuk golongan kafir dan yang mengingkari perintah Allah. – Gambar hiasan

SURAH al-Qari’ah mengandungi 11 ayat. Ia termasuk dalam kategori surah Makiyyah yang diturunkan selepas surah Quraisy. Hubungan surah ini dengan surah al-Adiyat adalah pada akhir Surah al-Adiyat diterangkan tentang hari kiamat, manakala keseluruhan ayat dalam surah al-Qari’ah diterangkan huru-hara hari kiamat.

Firman Allah SWT: Hari kiamat.

Sayid Qutub berkata: Ia disebut menunggal tanpa sebarang penerangan kerana kata-kata itu sendiri sudah cukup menyampaikan saranan yang mengerikan. Kemudian disusuli pertanyaan yang menggerunkan.

Firman Allah SWT: Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

Al-Mawardi berkata: Apakah hari kiamat itu mempunyai dua maksud:

  1. Hari kiamat sendiri yang ditafsirkan selepas itu.
  2. Azab yang menakutkan semua hati manusia.

Dinamakannya qari’ah bagi setiap yang sukar dan pedih. Pengulangan qari’ah sebagai tanda membesarkannya.

Firman Allah SWT: Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran.

Berkenaan dengan perkataan firash sebagai perumpamaan mempunyai dua maksud:

  1. Segala benda yang berterbangan seperti nyamuk dan lainnya termasuk juga belalang. Inilah pendapat al-Farra’.
  2. Burung yang jatuh ke dalam api bukan semata-mata nyamuk dan juga lalat. Inilah pendapat Abu Ubaidah dan Qatadah.

Firman Allah SWT: Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Al-Sawi berkata: Allah SWT menyamakan manusia dengan keadaan gunung-ganang, dengan tujuan memberikan peringatan bahawa kegemparan dan kegoncangan yang berlaku yang meliputi semua makhluk termasuk gunung bagai bulu yang berterbangan tanpa haluan.

Demikian juga keadaannya dengan manusia. Mereka menjadi bingung serta panik disebabkan keadaan itu dan kemudian, amalan mereka dihisab lalu amalan mereka diberikan balasan.

Sayid Qutub berkata: Inilah pemandangan pertama bagi hari kiamat yang menggemparkan setiap pemandangan yang menggoncangkan hati dan menggigilkan segenap sendi.

Setiap pendengar merasa segala sesuatu yang tercacak kukuh di bumi hancur lebur menjadi debu-debu yang berterbangan. Kemudian tibalah babak akhir seluruh manusia di hari itu.

Firman Allah SWT: Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

Sayid Qutub berkata: Makna asalnya ibu. Ibu adalah tempat kanak-kanak mencari perlindungan sedangkan ibu tempat kembali bagi orang-orang yang ringan timbangan amalnya dan mencari perlindungan pada hari itu ialah neraka Hawiyah.

Pengungkapan sangat indah dan memberi imbangan makna yang khusus. Ia merupakan kenyataan yang tidak jelas sebagai persediaan untuk diiringi dengan penjelasan yang menjadikan kesannya bertambah mendalam lagi.

Firman Allah SWT: Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

Ia merupakan nama daripada nama-nama neraka. Dinamakan demikina kerana jauh dasarnya. Ada riwayat menyebut ahli neraka sampai ke bawah jatuh akan mengambil masa 70 tahun.

Firman Allah SWT: (Iaitu) api yang sangat panas.

Sayid Qutub berkata: Itulah ibu tempat kembalinya orang-orang yang ringan timbangan amalnya. Biasanya, pada ibulah terdapat keamanan dan ketenangan, tetapi malangnya orang ini mendapat neraka yang amat panas. Ini suatu ungkapan yang menimbulkan rasa terkejut yang membayangkan hakikat kejam.

Penutup

Sayid Qutub dalam Fi Zilal al-Quran berkata: Berat ringan timbangan amalan itu menyarankan adanya amalan-amalan yang bernilai dan dihargai Allah SWT. Dan adanya amalan yang tidak bernilai tidak dihargai Allah SWT.

Inilah keseluruhan yang dapat difahami dari ungkapan ayat ini. Inilah yang dimaksudkan Allah dengan firman-Nya itu.

Percubaan menceburkan diri dalam perdebatan aqliyah dan lafziyah mengenai maksud-maksud ungkapan ayat itu merupakan perbuatan biadap terhadap al-Quran, di samping usaha sia-sia didorong kekosongan hidup yang menghalangi seseorang memberi perhatian yang sebenar terhadap al-Quran dan Islam.

Semoga kita menjadi golongan yang mendapat kurniaan Allah SWT, Amin.

Sumber: Utusan Malaysia.

IMAM MAHDI DAN KHILAFAH


Soal:
Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkan Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?

Jawab:
1- Kalaupun ada hadits yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan, maka hadits tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Karena berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslimin, sebagaimana hadits Nabi:

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat dengan tanpa mempunyai hujah. Dan, siapa saja yang mati sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Hr. Muslim)[1]

Manthuq hadits di atas menyatakan, bahwa “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada bai’at, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.

2- Memang banyak hadits yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satupun hadits-hadits tersebut menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadits-hadits tersebut hanya menyatakan, bahwa Imam Mahdi adalah seorang Khalifah yang saleh, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Dari Abi Sa’id al-Hudhri ra. berkata, dari Nabi saw. bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (Hr. Ibn Hibban)[2]

Dalam riwayat lain, dari Abdullah, dari Nabi Rasulullah saw. beliau bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (Hr. Ibn Hibban)[3]

3- Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah melarikan diri ke kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu, mereka membai’atnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dengan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya, hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membai’atnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, hingga Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, hingga al-Mahdi merebut kembali daerah Syam dari tangan mereka. Itulah suatu hari bagi suku Kalb yang mengalami kekalahan, yaitu bagi orang yang tidak mendapatkan ghanimah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh atau, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim. Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun. ” (Hr. At-Thabrani)

Hadits di atas, dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir Khalifah baru setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam lafadz:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (Hr. At-Thabrani)

Dengan demikian, pandangan yang menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan, bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.

Jadi jelas sekali, bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi. Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliyah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allah Akbar.


[1] Lihat, Muslim, Sahih Muslim, juz , hal.
[2] Lihat, Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban, Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cetakan II, 1993, juz XV, hal. 236.
[3] Lihat, Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban, Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cetakan II, 1993, juz XV, hal. 236.

%d bloggers like this: