ALAM RUH MANUSIA DALAM AL QURAN


n-DEATH-628x314
Pada pembahasan materi keislaman berikutnya, saya ingin mencantumkan, menelaah, dan memberitahukan kabar dari Al-Qur’an yang telah Allah Swt mukjizatkan kepada Rasulullah Saw dengan menitik beratkan pembahasan pada subjudul “Perjalanan Setiap Manusia.”
 
Setiap orang tentunya harus mengetahui, bahwa perjalanan manusia itu telah terperinci, telah diskenario, dan telah dibimbing dalam Al-Qur’an. Semua awal kehidupan manusia adalah sama yaitu di mulai dari Alam ruh dan berakhir di Surga atau Neraka. Untuk lebih detailnya mari ikuti pembelajaran ini, mudah-mudahan bisa sangat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
 
Dan perlu diketahui dari awal bahwa saya membahas materi ini dengan merujuk pada Al-Quran, Al- Hadis, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Mishbah dan Ensiklopedia Islam serta berbagai buku lain yang bersangkutan dengan pembahasan materi ini. Sehingga materi ini dengan izin Allah Swt mudah-mudahan dijauhkan dari kekeliruan, walaupun manusia adalah tempatnya salah dan keliru, namun manusia bisa berusaha untuk menjadi lebih baik dan mengurangi setiap kekeliruan. Dan bahwa materi ini tidak akan selesai sampai akhir dalam satu bagian, materi ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian agar bisa membahasnya secara terperinci mengingat materi ini sangat penting bagi kehidupan manusia, dunia dan akhirat.
Maka dengan menyebut Bismillahirrahmanirrohim dan asma Allah materi ini dimulai untuk dibahas.
 
Seperti yang telah diberitahukan di awal bahwa setiap kehidupan manusia itu pertamanya ada di Alam Ruh, Apa yang dimaksud alam ruh itu? Alam ruh adalah suatu tempat yang dimana manusia itu semuanya dalam keadaan suci, alam gaib yang hanya Allah Swt yang tahu dan Allah yang menciptakan, tak ada makhluk Allah yang dapat menciptakan ruh ini. Firman Allah Swt dalam Al-Quran surah Al- A’raaf ayat 172:
 
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”
 
Inilah Ayat yang menjelaskan tentang pertanyaan Allah kepada manusia saat manusia berada di alam ruh, Allah bertanya pada manusia yang masih dalam keadaan ruh itu atau lebih jelasnya yaitu meminta pengakuan manusia melalui potensi yang dianugerahi Allah Swt yaitu akal.
Allah Berfirman “Bukankah aku tuhan pemelihara kamu dan yang selalu berbuat baik kepadamu?” Ketika mereka ada di alam ruh mereka menjawab, ”Betul! Kami menyaksikan bahwa Engkau adalah Tuhan kami dan menyaksikan pula bahwa Engkau Maha Esa” (M. Quraish Shihab).
 
Jika ditelaah maka manusia pada waktu itu (saat dalam keadaan Ruh/di alam ruh) semuanya dalam keadaan beriman dan bertakwa kepada Allah tanpa satupun dari mereka itu berkhianat kepada Allah. mengapa? Karena pada saat di alam ruh, manusia itu sesungguhnya masih dalam keadaan suci, sepertinya bayi yang dilahirkan oleh manusia, mereka dalam keadaan suci.
 
 
Juga firman Allah dalam surah Al- Hadid, ayat 8:
 
“ Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah Padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. dan Sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”
 
Yang dimaksud dengan perjanjianmu ialah Perjanjian ruh Bani Adam sebelum dilahirkan ke dunia bahwa Dia mengakui (naik saksi), bahwa Tuhan-nya ialah Allah, seperti tersebut dalam ayat 172 surat Al A´raaf.
 
Perjanjian yang dimaksud tiada lain adalah kesaksian dari Ruh manusia bahwa Allah adalah Tuhan manusia dan Allah adalah yang Maha Esa.
Al- Insan Ayat 1:
 
”Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.”
 
Surah ini mengingatkan manusia tentang kehadirannya di pentas bumi ini sekaligus menjelaskan tujuan penciptaanya. Allah berfirman, Bukankah yakni sungguh telah datang atas mereka satu waktu dari masa yakni sebelum ia diciptakan, sedang ia pada waktu itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Ketika itu ia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada. Kemudian kami menciptakannya. (M. Quraish Shihab). 

KEUTAMAAN MEMBACA AL QURAN


alquran-adalah-kitab-suci-yang-meliputi-semua-hal-yang-_140728203802-477

Al-quran adalah kitab umat Islam yang sungguh mulia dan agung. Didalamnya terdapat banyak sekali perkara-perkara kehidupan manusia, mulai dari Ilmu, hukum, etika, sejarah, dan masih banyak lagi.

Dengan membacanya, maka Allah akan memberikan banyak pahala serta kesejahteraan rohani dalam diri kita. Mungkin kita tidak menyadari, setiap lantunan ayat Al-quran yang keluar dari mulut yang membaca al-qur’an, maka malaikat berdoa kepada Allah agar mengampuni dosanya.

Di dalam Ensiklopedia Britanica disebutkan, bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang paling luas untuk dibaca di atas bumi ini. Berangkat dari sinilah datang berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasul yang memerintahkan membaca dan menganjurkannya, telah disiapkan pahala yang melimpah dan agung karenanya. Membacanya dinilai Allah sebagai ibadah. Pahala yang dihitung bukan perkata atau perayat, namun perhuruf.Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka dia mendapatkan satu pahala, dan satu kebaikan itu berlipat sepuluh kebaikan yang serupa. Aku tidak mengatakan, ‘Alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf,”(Diriwayatkan At-Tirmidzy)

Jamaah yang dirahmati Allah swt…

Beberapa keutamaan membaca Al-qur’an adalah

  1. Manusia yang terbaik.

Dari `Utsman bin `Affan, dari Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.

  1. Dikumpulkan bersama para Malaikat.

Dari `Aisyah r.a. berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi.

  1. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.

Dari Abu Umamah Al Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda :

 “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.

  1. Kenikmatan tiada tara

Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.

  1. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga

Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.

Jamaah yang dirahmati Allah swt…

Sedangkan  beberapa hikmah dan keajaiban ketika Kita membaca Al-quran, yaitu:

  1. Al-quran dapat membuat hati menjadi lebih sejuk. Allah swt. menurunkan Kitab-Nya yang abadi agar ia dibaca lisan, didengarkan telinga, dipikirkan akal dan agar hati menjadi tenang karenanya. Beban kehidupan serta aktivitas yang padat yang terus mengikat pikiran seakan lepas dan hilang begitu saja. Kehidupanpun menjadi lebih mantap dan terarah karena Al-quran mengajarkan Hikmah dan Ukhuwah.
  2. Al-quran obat hati yang paling mujarab.Ketika kita depresi, pikiran selalu terarah pada hutang-hutang yang menumpuk, deadline yang selalu menjempit waktu, atau kita stress sekalipun, dengan membaca Al-quran perlahan air sejuk sirami hati kita yang gundah. Aliran darah di otak kita seakan tanpa hambatan, bebas mengalir sehingga pikiran kita menjadi lebih jernih.
  3. Al-quran penyehat jasmani.Sebagian besar muslim tak menyadari bahkan terkesan acuh terhadap manfaat al-quran bagi kesehatan tubuh. Ketika mata kita menatap baris-baris ayat Al-quran, saat itu pula kinerja pupil dan retina menjadi ekstra lebih kuat dan tajam. Apalagi jika kita sangat menghayati dan menangis ketika membaca Al-quran, mata kita menjadi lebih segar dan bersih karena kotoran yang menempel pada kelopak ikut tersapu oleh air mata. Tak heran, orang yang sering baca Al-quran matanya lebih sehat ketimbang orang yang sering baca buku.

Ada beberapa penelitian yang mendukung keajaiban bacaan Al-qur’an ini:

  1. Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
  2. Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
  3. Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran juga bisa mempengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman.

Source :

http://pinkqu.blogspot.co.id/2013/12/ceramah-keutamaan-membaca-al-quran.html

http://www.wajibbaca.com/2017/03/efek-baca-al-quran-rumah-wangi-dan.html

ALQURAN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT


Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya
kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W
memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.

Gambar-Al-Quran-8
Telah bersabda Rasulullah S.A.W :” Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di
akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang
sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah
kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab :
“Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan
juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di
waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu
Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui orang yang pernah membaca
mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan
kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula, yang muslim diberi perhiasan yang tidak
dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya
bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami
tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari
Al-Qur’an.”

PELUK ISLAM MELALUI IKLAN


Gain Peace, sebuah organisasi dakwah di Chicago yang berdakwah dengan menggunakan papan iklan seperti berdakwah dengan cara memasang iklan di badan bas. Kegiatan yang mereka lakukan ternyata membuahkan hasil, bukan hanya mampu meluaskan pandangan masyarakat Barat yang bersifat negatif kepada Islam tapi setelah melihat iklan di badan bas tersebut, 17 orang yang menyatakan ingin memeluk agama Islam.

Salah satu darinya adalah Leslie C. Toole, seorang guru di Chicago yang sudah sepuluh tahun mempunyai niat masuk Islam. Tekadnya menjadi seorang Muslim akhirnya terlaksana setelah ia melihat iklan GainPeace di badan bas.

“Saya tidak pernah sungguh-sungguh. Tapi ketika saya melihat iklan itu, saya sedar bahawa itulah akhir dari petanda dimana saya harus melengkapi niat saya, ” kata Toole.

Toole mengaku pertama kali mengenal Islam secara tak sengaja. Sepuluh tahun lalu, seorang lelaki memberinya sekeping brochure dan mengatakan ia akan mendapatkan pencerahan dari brochure itu. “Saya pun membacanya, berulang kali dan memastikan saya memahami apa yang sedang saya baca,” Toole menceritakan.

“Bagaimana menjadi seorang Muslim, itulah yang menjadi pertanyaan utama saya,” sambung Toole sehingg akhirnya, ia melihat iklan tentang Islam di bas-bas Chicago Transit Authority (CTA) bertuliskan “Got Questions? Get Answers ” dan terus menghubungi nombor telefon yang ada di bas tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dan berbincang dengan pihak GainPeace, Toole telah mengucap syahadat. Kisah Toole masuk Islam hampir serupa kisah 16 Muslim Chicago lainnya yang memilih masuk Islam setelah melihat iklan GainPeace di bas-bas CTA.

Menurut Toole, iklan layanan masyarakat GainPeace yang dipasang di bas-bas merupakan idea yang bijak untuk menarik perhatian masyarakat. Setelah masuk Islam, Toole yang memilih nama Ilyas sebagai nama Islamnya juga mendapatkan bimbingan seorang mentor dari GainPeace.

“Saya sangat berterima kasih dengan mentor saya yang sudah sangat membantu. Beliau memberikan saya banyak buku agar saya dapat banyak belajar tentang Islam, “kata Toole.

GainPeace juga memberikan perkhidmatan belajar Islam online setiap seminggu sekali untuk para mualaf, dimana mereka boleh belajar apa saja mulai dari cara sembahyang, cara hidup seorang Muslim bahkan bahasa Arab.

GainPeace Bus and Train Campaign, Chicago 2010 - Flickr Yahoo Photo GainPeace.com

Toole atau Ilyas mengatakan, semakin banyak ia tahu tentang Islam, ia semakin percaya diri bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar. “Agama ini betul-betul sempurna bagi saya. Sulit untuk menjelaskannya ketika anda mengetahui sebuah kebenaran. Anda akan merasakan perasaan yang begitu mendalam di hati sanubari anda bahawa anda telah menemukan rumah yang benar, “tambah Toole.

Seperti diberitakan sebelum ini, GainPeace menggelar kempen dengan memasang iklan soal jawab tentang Islam di bas-bas CTA mendapatkan respon positif dari masyarakat Chicago.

Organisasi itu mengeluarkan dana sebesar $30,900 dollar AS sebagai kos pemasangan iklan 25 bas CTA yang melalui laluan di seluruh Chicago. Setelah iklan itu tampil, GainPeace menerima ribuan telefon dan lamannya dikunjungi lebih dari 300,000 orang. GainPeace juga memberikan al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggeris, majalah The Message on Prophet Muhammad serta brocure dan buku-buku Islam bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang Islam.

Photobucket

Pengarah GainPeace, Sabeel Muhammad mengatakan mesej dari iklan itu adalah untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap pelbagai maklumat tentang Islam, sehingga dapat membetulkan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam.

Selain GainPeace, kempen serupa juga dilakukan ICNA, organisasi Muslim yang berpusat di New York dan memiliki 22 cawangan di seluruh AS. Namun ICNA baru melakukan kempen itu di Seattle dan New York. Di New York, ICNA menempelkan lebih dari 1,000 iklan soal jawab tentang Islam di stesen-stesen kereta api bawah tanah.

Kerana kempen dengan cara itu berjaya, bandar-bandar lain di AS dan Canada meminta bantuan agar ICNA juga melakukan kempen yang sama di bandar-bandar tersebut.

Flickr PhotoGainPeace Bus and Train Campaign, Chicago 2010

Sumber : www.isuhangat.net

KEDATANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA


Koleksi Karya: Allahyarham Ustaz Wan Mohd. Shaghir Abdullah
_______________________________

Kedatangan Islam di Asia Tenggara telah banyak dibicarakan, terutama oleh para sarjana Islam. Walaupun sampai sekarang masih wujud perselisihan pendapat antara satu dengan yang lainnya, namun sebagai perkenalan diringkaskan di bawah ini:

Banyak pendapat mengatakan Islam tersebar di Asia Tenggara sejak abad 11, 12 dan 13 M. Ada berpendapat bahawa pengislaman negeri Kelantan datangnya dari negeri Patani. Sejak akhir abad ke- 2 Hijrah atau abad ke-7 Masihi telah datang pedagang Arab ke Patani yang kemudian terjadi asimilasi perkahwinan dengan orang-orang Melayu, dan dipercayai, sekali gus mereka menyebarkan Islam di pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu.

PERTEMUAN

Dikatakan seorang bangsa Arab bernama Sheikh Ali Abdullah yang dahulunya tinggal di Patani, mengislamkan raja Kelantan. Pengakuan Perdana Menteri Kelantan, Haji Nik Mahmud Nik Ismail tentang pertemuan mata wang tahun 577 Hijrah atau 1181 Masihi, tulisan dengan angka Arab, juga tertulis dengan huruf Arab sebelah menyebelah mata wang itu masing-masing dengan Al-Julusul Kalantan dan Al-Mutawakkal ‘alallah.

Sekitar tahun 1150 Masihi, datang seorang Sheikh dari Patani menyebarkan Islam di Kelantan. Diriwayatkan pula oleh ulama Patani secara bersambung bahawa Islam masuk ke Patani dibawa oleh Sheikh Abdur Razaq dari Tanah Arab. Sebelum ke Patani, beliau tinggal di Aceh hampir 40 tahun.

 

Penyebaran Islam dari Timur Tengah ke Asia Tenggara

Selain itu, tulisan Arab telah lama digunakan sekali gus bersama tulisan Melayu/Jawi. Hal ini dibuktikan dengan mata wang yang digunakan di Patani. Sebelah hadapannya tertulis dengan bahasa Melayu, “Ini pitis belanja di dalam negeri Patani”, manakala di sebelah belakangnya dengan bahasa Arab yang jika diterjemahkan ertinya seperti di atas, tetapi di sebelah bahasa Arabnya ditambah dengan kalimat Sanah 1305.

Mata wang itu dibesarkan tiga kali ganda dari aslinya, maka sebelah yang bahasa Melayunya tertulis, “Duit ini untuk perbelanjaan dalam negeri Patani”, manakala sebelah bahasa Arabnya tertulis kata-kata ‘tahun Masihi 1305’. Tulisan Arab bahasa Melayu pada mata wang Patani tersebut tidak berjauhan tempoh jaraknya dengan Batu Bersurat yang terdapat di Kuala Berang, Terengganu yang bertahun 702 Hijrah atau 1303 Masihi atau 786 Hijrah atau 1398 Masihi.

Dikatakan Kedah menerima agama Islam dibawa oleh seorang mubaligh bernama Sheikh Abdullah bin Syeikh Ahmad bin Sheikh Ja’far Qaumiri dari negeri Syahrir, Yaman. Beliau sampai di Kedah pada tahun 531 Hijrah. Beliau berhasil mengislamkan Sri Paduka Maharaja dan menteri-menterinya.

Aceh termasuk negeri yang pertama diketemui oleh para pedagang Islam yang datang ke wilayah Nusantara tersebut. Di antara penyebar Islam yang terkenal bernama Sheikh Abdullah Arif (di abad ke 12M). Salah satu karya tasawufnya dalam bahasa Arab berjudul, Bahrul Lahut.

Dalam karya klasik karangan Tun Sri Lanang, dalam Sejarah Melayunya yang terkenal itu, bahawa beliau menceritakan kedatangan Sheikh Ismail yang berhasil mengislamkan seorang yang akhirnya terkenal dengan nama Sultan Malikush Shaleh.

Islam di Aceh sampai ke puncak kejayaannya di zaman pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Melalui Aceh sehingga negeri Minangkabau menerima Islam, walaupun pada mulanya berjalan agak lambat lantaran pengaruh agama Hindu yang masih sangat menebal.

Pada tahun 1440 Masihi, Islam mulai bertapak di Palembang (Sumatera Selatan) yang disebarkan oleh Raden Rahmat. Di Leren Jawa diketemukan batu nisan seorang perempuan bernama Fathimah Maimun bertahun 495 Hijrah atau 1101 Masihi. Kira-kira tahun 1195 Masihi, Haji Purwa iaitu salah seorang putera Raja Pajajaran kembali dari pengembaraannya, lantas mengajak semua keluarga kerajaan supaya memeluk agama Islam. Namun usaha beliau itu gagal.

Para penyebar Islam di Pulau Jawa memuncak tinggi dengan sebutan Wali Songo/ Wali Sembilannya, yang terkenal di antara penyebar itu seumpama Maulana Malik Ibrahim yang makamnya di Gersik tahun 1419 Masihi.

Pada abad ke-15 Masihi Islam berkembang di Maluku dengan pantas, terkenal penyebarnya bernama Sheikh Manshur yang berhasil mengislamkan Raja Tidore serta rakyat di bawah pemerintahannya.

Adapun Sulawesi berdasarkan buku Hikayat Tanah-Tanah Besar Melayu, tanpa nama pengarang, yang diterbitkan oleh Printed at the Government Printing Office, Singapore, Straits Settlement, 1875 dikatakan bahawa yang terakhir menerima Islam ialah bangsa Bugis. Barangkali lebih kurang tahun 1620 Masihi.

Tahun 1620 Masihi boleh disejajarkan dengan tahun kedatangan mubaligh-mubaligh penyebar Islam yang datang dari Minangkabau. Dato’ Ri Bandang (Khathib Tunggal Abdul Makmur) telah mengislamkan Raja Tallo I Malingkaan Daeng Manyore dan Raja Goa I Mangarangi Daeng Manrabia, yang memeluk agama Islam pada hari Jumaat 9 Jamadilawal 1015 Hijrah bersamaan 22 September 1605 Masihi.

Dato’ Ri Bandang dibantu oleh Raja Goa menyiarkan Islam di Wajo. Beliau meninggal dunia di Patimang negeri Luwu (Indonesia), maka terkenallah beliau dengan sebutan Dato’ Patimang. Penyiar Islam yang seorang lagi bernama Dato’ Ri Tiro.

Barangkali Islam masuk di Sulawesi lebih awal dari tahun tersebut di atas. Pada tahun 1412 Masihi, seorang ulama Patani pernah mengembara hingga ke Pulau Buton dengan tujuan menyiarkan agama Islam ke bahagian Timur. Raja Mulae i-Goa menyambut kedatangan ulama itu dengan berlapang dada.

Pada tahun 1564 Masihi, disusul oleh Sheikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman yang lama menetap di Johor lalu melanjutkan perjalanannya ke Pulau Buton. Walaupun beliau berasal dari Patani tetapi dikatakan masyarakat bahawa beliau adalah ulama Johor.

Seorang bangsa Portugis bernama Pinto pernah datang ke Sulawesi Selatan dalam tahun 1544 Masihi, beliau melaporkan bahawa di Sulawesi Selatan telah banyak pedagang Islam yang datangnya dari Johor, Patani dan Pahang.

Selanjutnya terjadi perkahwinan para pedagang yang beragama Islam itu dengan penduduk asli sehingga ramai rakyat memeluk agama Islam.

Pada tahun 1565-1590 Masihi, Raja Goa Tunijallo mendirikan sebuah masjid untuk pedagang Islam itu di sebuah kampong bernama Mangallekana berdekatan kota Makasar/Ujung Pandang (Indonesia).

Di dalam Hadiqatul Azhar, Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain bin Musthafa Al-Fathani menyebut Islam masuk ke Sulawesi pada tahun 800 Hijrah, dan raja yang pertama Islam bernama Lamadasilah (La Meddusala).

Kalimantan (Indonesia) dikatakan menerima Islam pada abad ke 16M, Raja Banjar yang pertama memeluk agama Islam ialah Raden Samudera yang menukar namanya kepada Sultan Surian Syah selepas memeluk Islam dan akhir pemerintahannya ialah pada tahun 1550 Masihi.

Dikatakan sebagai penolong kanannya dalam pemerintahan ialah bernama Masih. Beliau mengambil tempat di pinggir Bandar. Dari perkataan Bandar, lalu dikenali dengan nama ‘Kerajaan Banjar’ dan lama kelamaan menjadi ‘Bandar Masih’ kerana mengambil sempena nama ‘Masih’ dan kini terkenal dengan nama ‘Banjarmasin’. Tetapi huruf ‘h’ ditukar dengan huruf ‘n’.

Di antara ulama Banjarmasin yang paling terkenal ialah Sheikh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari, penyusun kitab Sabilul Muhtadin dan Sheikh Muhammad nafis bin Idris Al-Banjari, penyusun kitab Ad-Durrun Nafis.

Sukadana menerima agama Islam yang dibawa oleh dua mubaligh bernama Sheikh Syamsuddin dan Sheikh Baraun, mubaligh yang membawa surat dari Mekah untuk memberi gelaran Raja Sukadana itu dengan Sultan Aliuddin atau juga digelar dengan nama Sultan Shafiuddin.

Sambas didatangi oleh mubaligh-mubaligh Islam yang paling ramai setelah Portugis menakluk Melaka dan setelah Aceh menakluk Johor. Di antara mubaligh yang sampai sekarang sebagai keramat (disebut keramat Lumbang) bernama Sheikh Abdul Jalil berasal dari Patani.

Ada juga mubaligh berasal dari Filipina, salah seorang keturunannya sebagai ulama besar, iaitu Sheikh Nuruddin kuburnya di Tekarang, Kecamatan Tebas, Sambas (meninggal dunia tahun 1311 Hijrah), Indonesia.

Pengislaman Sulu dilakukan dengan aman, yang datang ke sana adalah seorang mubaligh yang berpengalaman sejak dari Mekah, dan beliau sampai di Sulu pada tahun 1380 Masihi. Nama beliau ialah Syarif Karim Al-Makhdum.

Selepas Syarif Karim Makhdum datang pula Syarif Abu Bakar pada tahun 1450 Masihi. Beliau juga dipercayai seorang mubaligh yang banyak pengalaman dan aktiviti dakwahnya dilakukan sejak dari Melaka, Palembang dan Brunei.

Selain itu yang agung juga namanya dalam pengislaman di Filipina ialah Syarif Kebungsuan. Nama asalnya ialah Syarif Muhammad bin Zainal Abidin yang datang dari negeri Johor. Adapun Syarif Zainal Abidin itu diketahui adalah keturunan Rasulullah yang menyebarkan Islam di Johor.

PERKARA-PERKARA YANG MEMBATALKAN DUA KALIMAH SYAHADAH


Sumber : Abu Nur al-Dununiy

FASAL PERTAMA: PENGENALAN

Barangsiapa yang berlaku kepadanya perkara yang membatalkan Dua Kalimah Syahadah, maka dia telah murtad iaitu keluar dari agama Islam atau putus dari ikatan agama Islam. Murtad termasuk dosa kufur yang merupakan dosa paling besar di sisi Allah taala dan tidak ada lagi dosa yang lebih besar dari dosa kufur.

Bagi menyelesaikan masalah murtad tidak dapat tidak kita mesti mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan murtad. Oleh itu, seseorang yang mukallaf itu wajib mempelajari perkara yang boleh membatalkan Dua Kalimah Syahadah supaya dia tidak terjerumus ke dalam kancah murtad dan supaya dapat mengislamkan kembali mereka yang telah murtad. Ini kerana orang yang tidak mengetahui sesuatu kemudaratan tidak dapat menyelamatkan dirinya dan orang lain dari kemudaratan tersebut.

FASAL KEDUA: SEBAB-SEBAB MURTAD

Tiga perkara yang boleh menyebabkan seseorang itu murtad seperti yang telah diterangkan oleh para ulama di kalangan empat mazhab, iaitu: kufur i’tiqadiyy, kufur fi’liyy, kufur qawliyy.

Kufur I’tiqadiyy

Kufur i’tiqadiyy ialah kekufuran dengan sebab niat, pegangan, kepercayaan atau keyakinan dalam hati. Antara contoh kufur i’tiqadiyy ialah:

  1. Ragu-ragu atau syak terhadap Allah dan rasul-Nya atau al-Quran atau hari Akhirat atau syurga atau neraka atau ganjaran-Nya atau balasan-Nya atau hukum-Nya atau syiar-Nya atau perkara yang telah diijmakkan (disepakati) oleh para ulama mujtahidin.
  2. Kepercayaan bahawa alam ini azali pada jisim dan unsurnya atau unsurnya sahaja.
  3. Menafikan salah satu sifat dari sifat-sifat Allah yang telah diijmakkan seperti sifat Maha Mengetahui segalanya.
  4. Mensifatkan Allah dengan suatu sifat yang tidak layak bagi-Nya seperti mensifatkan-Nya mempunyai jasad, bertempat, berakal dan seumpamanya.
  5. Menghalalkan perkara yang diketahui di kalangan umat Islam sebagai halal dengan ijmak seperti zina, liwat, membunuh, mencuri, merompak, menyamun, arak, pergaulan bebas, pendedahan aurat dan seumpamanya.
  6. Mengharamkan perkara yang diketahui di kalangan umat Islam sebagai halal dengan ijmak seperti berjual beli, nikah dan seumpamanya.
  7. Menafikan kefarduan pada perkara yang diketahui di kalangan umat Islam sebagai wajib atau fardu hukumnya dengan ijmak seperti solat fardu atau salah satu daripada rukun-rukun solat (seperti sujud), zakat, puasa, haji, wuduk, menutup aurat dan seumpamanya.
  8. Berniat atau berazam mahu menganut agama bukan Islam pada masa akan datang.

Perhatian: Lintasan hati tidak menyebabkan murtad kerana ia muncul di dalam hati tanpa kehendak seseorang.

Kufur Fi’liyy
Kufur fi’liyy ialah kekufuran dengan sebab perbuatan yang zahir meskipun tanpa niat untuk murtad, atau tanpa pegangan kufur di dalam hati. Antara contoh kufur fi’liyy ialah:

  1. Sujud kepada berhala atau matahari atau bulan atau sesuatu selain Allah yang dianggap sebagai tuhan.
  2. Sujud kepada manusia dengan tujuan menyembahnya.
  3. Perbuatan menghina hukum atau syiar Islam seperti melempar mushaf al-Quran, kitab atau helaian yang mengandungi ayat al-Quran, hadis atau hukum-hukum agama Islam ke tempat yang jijik atau kotor.
  4. Memakai syiar agama bukan Islam dengan tujuan berbangga atau kagum dengan agama bukan Islam tersebut seperti memakai rantai salib dan baju yang ada salib.

Kufur Qawliyy
Kufur qawliyy ialah kekufuran dengan sebab perkataan kufur yang diugkap dengan sengaja meskipun tanpa niat untuk murtad, atau tanpa pegangan kufur di dalam hati. Antara contoh kufur qawliyy ialah:

  1. Memanggil seorang muslim yang lain: “Wahai kafir!” atau “Wahai Yahudi!” atau “Wahai Kristian!” atau “Wahai orang yang tiada agama” dengan maksud agama Islam yang dianut oleh muslim itu sebagai agama yang bersifat kufur, atau sebagai agama Yahudi, atau sebagai agama Kristian, atau sebagai bukan agama. Jika panggilan tersebut dengan maksud untuk menyamakan perbuatan jahat muslim tersebut dengan perbuatan orang kafir, atau orang Yahudi, atau orang Kristian, atau orang yang tiada agama, maka itu bukan suatu kekufuran.
  2. Menghina, memperlekeh, merendah-rendah atau mempersenda-sendakan salah satu daripada sifat-sifat, nama-nama Allah, janji-Nya, ancaman-Nya, kitab-Nya, nabi-nabi-Nya, para malaikat-Nya, hukum-hukum-Nya, syiar-Nya dan seumpamanya.
  3. Menafikan salah satu daripada sifat-sifat wajib bagi Allah dan para nabi-Nya.
  4. Mensifatkan dengan sifat mustahil kepada Allah dan para nabi-Nya.

Perhatian: Lima keadaan perkataan kufur dikecualikan dari dihukumkan sebagai murtad, iaitu;

  1. Keadaan tersasul: iaitu perkataan yang terluncur di lidah tanpa sengaja atau tanpa kehendak.
  2. Keadaan hilang akal atau belum baligh. Namun, wajib ke atas kita menegah atau melarang orang yang hilang akal atau kanak-kanak tersebut dari mengungkapkan perkataan kufur.
  3. Keadaan dipaksa dengan ugutan bunuh atau seumpama bunuh, iaitu dengan syarat; orang yang dipaksa itu masih lagi beriman di dalam hatinya, tidak meredai dan tidak beriktikad dengan perkataan kufur tersebut.
  4. Keadaan menghikayatkan atau menceritakan perkataan kufur sama ada memulakan dengan menyatakan pihak yang berkata dengan perkataan kufur tersebut iaitu sebelum perkataan kufur, contohnya: “Golongan Wahhabi berkata: “Allah duduk di atas Arasy”, atau dengan menyatakan pihak yang berkata tersebut selepas perkataan kufur iaitu dengan berniat terlebih dahulu sebelum bercerita bahawa akan menyatakan pihak yang berkata itu selepas perkataan kufur tersebut, contohnya: “[Berniat bahawa akan menyatakan bahawa puak Wahhabi mengungkapkan perkataan kufur ini] Allah duduk di atas Arasy”. Kata puak Wahhabi”.
  5. Keadaan seseorang yang mentakwil dengan ijtihadnya dalam memahami hukum syarak dalam perkara yang bukan qat’iyy. Contohnya golongan yang enggan membayar zakat pada zaman pemerintahan Sayyidina Abu Bakr dengan takwilan mereka bahawa zakat wajib dibayar pada zaman hayat Nabi Muhammad sallaLlahu ^alayhi wa-sallam kerana doa keampunan baginda buat mereka ketika membayar zakat adalah suatu ketenangan dan penyucian dari dosa buat mereka berdasarkan ayat 103 surah al-Tawbah.

Kaedah: Setiap pegangan, perbuatan atau perkataan yang menunjukkan penghinaan terhadap Allah, kitab-kitab-Nya, para nabi-Nya, para malaikat-Nya, hukum-Nya, syiar-Nya, janji-Nya atau ancaman-Nya adalah suatu kekufuran.

CATATAN HIKMAH : RASULULLAH DAN PENGEMIS BUTA


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahawa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yan g tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”. Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”. Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”. Abu Bakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

%d bloggers like this: