SUJUD SAJADAH ATAU SUJUD TILAWAH


Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” [Ali ‘Imran: 102]

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa’: 1]

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar.” [Al-Ahzaab: 70-71]

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur-an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

sujud sajadahSujud Sajadah/Tilawah, Tilawah artinya bacaan, dan Sujud Sajadah atau sujud Tilawah itu ialah perbuatan sujud apabila seseorang itu bertemu ayat sajadah dalam bacaan Al-Qur’an sama ada di dalam solat ataupun di luar solat.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
Apabila anak Adam membaca ayat Sajadah, lalu dia sujud; maka syaitan jatuh sambil menangis. Katanya, “Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat syurga. Aku disuruh sujud, tetapi aku menolak maka untukku neraka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hukum sujud sajadah adalah sunat mu’akad, atau sunat yang amat digalakkan.

Dari Umar r.a.: Pada suatu hari Jumaat, dia (Rasulullah) membaca surah al-Nahl di atas mimbar, maka ketika sampai pada ayat sajadah, dia lalu turun dan sujud. Dan para hadirin juga turut melakukan sujud. Pada hari Jumaat berikutnya, dibacanya surah berkenaan, lalu apabila sampai pada ayat sajdah dia berkata: “Wahai manusia, sebenarnya kita tidak diperintahkan (diwajibkan) sujud tilawah. Tetapi barangsiapa bersujud, dia telah melakukan yang benar. Dan barangsiapa yang tidak melakukannya, maka dia tidak mendapat dosa.” (HR Bukhari)

Ayat-ayat sujud sajadah ialah:

1. Surah Al A’raf  7:206

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud. (Al A’raf 7:2006)

2. Surah  Ar Ra’du 13:15

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

3. Surah An Nahl 16:50

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

4. Surah Al Israa’ 17:109

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.

5. Surah Maryam 19:58

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

6. Surah Al Hajj 22:18

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

7. Surah Al Hajj 22: 77

Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

8. Surah Al Furqaan 25:60

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

9. Surah  An Naml 27:26

Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ´Arsy yang besar”.

10. Surah As Sajdah 32:15

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

11. Surah Shaad 38:24

Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

12. Surah Al Fushilat 41:38

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

13. Surah An Najm 53:62

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

14. Surah  Al Insyiqaq 84:21

dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

15. Surah Al ‘Alaq 96:19

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Nota: Perlu dinyatakan bahawa bacaan Surah 38 (Shaad) Ayat 24 menurut Syafi’iyah dan Hanbaliyah tidak termasuk ayat sajadah, tapi ayat yang disunatkan untuk sujud syukur (keterangan sujud syukur akan menyusul selanjutnya). Bacaan surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77 pula menurut madzhab Syafi’iyah dan Hanbaliyah dimasukkan sebagai ayat sajadah.

Untuk mengenali ayat-ayat sajadah itu di dalam al-Qur’an, kebiasaannya pada ayat-ayat itu ada ditandakan garis atau simbol dengan tertulis perkataan sajadah.

Cara melakukan sujud sajadah di dalam solat ialah terus bersujud (tanpa niat, dan tanpa mengangkat tangan) sebaik sahaja selepas membaca ayat sajadah, kemudian membaca doa sujud sajadah di dalam sujud, lalu kembali berdiri dan meneruskan bacaan selanjutnya. Sekiranya bacaan surah itu telahpun tamat (ayat sajadah di pengakhir surah), apabila bangun dari sujud sajadah maka teruslah rukuk selepas berdiri sebentar .

Adalah sunat bertakbir “Allah-Akbar” sebelum turun dari qiam untuk melakukan sujud sajadah. Disunatkan juga agar bertakbir apabila naik dari sujud. Adalah tidak perlu mengangkat tangan ketika naik dari sujud.

Di dalam solat berjemaah, makmum wajib mengikuti imam sama ada imam itu melakukan sujud sajadah ataupun tidak. Bercanggah dari mengikuti imam akan menyebabkan solat makmum itu batal. Akan tetapi, adalah sunat hukumnya bagi makmum melakukan sujud tilawah selepas selesai salam dengan syarat jarak di antara sujud dan salam itu tidak lama.

Bagi sembahyang yang dibaca dengan suara perlahan, umpamanya solat Zuhur, sujud tilawah itu sunat dibuat oleh imam setelah dia selesai menunaikan sembahyang supaya tidak menimbulkan kekeliruan di kalangan makmum.

Rukun sujud sajadah di luar solat ialah:
1. Niat – iaitu “Sahaja aku sujud sajadah kerana Allah Ta’ala”
2. Takbiratul-ihram
3. Sujud
4. Salam.

Sujud sajadah di luar solat adalah disunatkan kepada pembaca dan juga pendengar bacaan ayat sajadah, dan sujud si pendengar itu tidak tergantung sama ada pembaca (qari) itu turut sujud atau tidak.

Syarat sah sujud sajadah di luar solat adalah sama seperti syarat solat (suci dari hadas besar dan kecil, mengadap kiblat, menutup aurat, dan sebagainya), dan tidak berjangka waktu yang lama antara bacaan ayat sajadah dan perbuatan sujud.

Sekiranya seseorang itu mendengar bacaan ayat sajadah dan tidak berupaya untuk sujud sajadah (umpamanya sedang memandu), maka bolehlah ditangguhkan sujud sajadah itu hingga ketika dia boleh, asalkan tidak terlampau lama masa yang terluput di antaranya.

Tidak perlu berwuduk untuk sujud sajadah ketika di luar solat, namun berwuduk itu adalah lebih afdal.

Apabila hendak sujud sajadah di luar solat, disunatkan bertakbir “Allahu-Akbar” (selepas daripada Takbiratul-ihram) dan disunatkan juga bertakbir apabila bangun dari sujud sebelum salam.

Adalah tidak perlu untuk seseorang itu bangun untuk berdiri (qiam) apabila hendak melakukan sujud sajadah di luar solat. Namun begitu, apabila seseorang itu sedang berdiri, maka perlulah dia bertakbiratul-ihram di kala qiam, kemudian sujud, duduk, dan salam.

Nota sampingan:
Sujud Syukur, Sujud Syukur adalah perbuatan sujud ketika seseorang mendapat limpahan rahmat daripada Allah, atau terhindar daripada malapetaka.

Hukum sujud syukur adalah sunat, dan hanya dilakukan di luar solat. Sekiranya seseorang itu melakukan sujud syukur di dalam solat, maka batallah solatnya.  Cara sujud syukur dan syarat sujud syukur adalah sama seperti sujud sajadah di luar solat.  Di samping melaksanakan sujud syukur, disunatkan juga bersedekah dan melakukan sembahyang sunat syukur.

Sumber: Diperolehi dari beberapa sumber.

SOLAT JENAZAH


solat-jenazah

MUKADIMAH

Setiap yang bernyawa di dunia ini pastinya akan mati, begitu juga dengan manusia sepertimana firman Allah S.W.T dalam Surah Ali-‘Imran ayat 185 :

1

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati .”

2

Oleh itu, apabila datang kematian kepada seseorang hamba Allah ,maka orang lain yang hidup adalah kewajipan untuk menguruskan jenazah tersebut sebagai amalan yang dituntut dalam Islam .Hukum menyelenggarakan jenazah adalah fardu kifayah iaitu amalan yang tidak diwajibkan ke atas setiap individu muslim bahkan memadai dilakukan oleh sebahagian daripada mereka.

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud :

“Sembahyanglah kamu ke atas orang-orang yang telah mati.”
(Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Terdapat beberapa perkara yang harus dilakukan oleh manusia lain dalam menguruskan jenazah seperti memandikan ,mengkhafankan,menyembahyangkan dan seterusnya mengebumikan .

Di dalam buku risalah kecil ini, akan diterangkan cara-cara menyembahyangkan jenazah dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.

ORANG YANG HAMPIR MATI

Orang yang sakit ,yang hampir menghembuskan nafasnya yang akhir ,hendaklah dihadapkan ke kiblat,dibaringkan di atas lambungan yang kanan,muka dan dadanya dihadapkan ke kiblat ,kalau tidak boleh hendaklah ditelentangkan dan dua tapak kakinya dihalakan ke kiblat
Hendaklah diajar mengucap kalimah tauhid (dengan tidak bertubi-tubi), tetapi jika ia berkata dengan kalimah (perkataan) yang lain, hendaklah diajar balik dengan kalimah tauhid.
Dibacakan Surah Yaasiin() dan surah Ar-Ra’du ().
PERKARA YANG DILAKUKAN SESUDAH MATI

Apabila telah mati (yakin matinya) , hendaklah ditutup matanya , diikat dagunya supaya jangan terbuka mulutnya ,dilembutkan sendi-sendinya dengan minyak,ditutup seluruh badanya dengan kain dan diletakkan ditempat yang tinggi ,umpamanya diatas katil ,dan diletakkan diatas perutnya benda-benda yang berat ( lebih kurang 1 paun).
Ahli-ahli keluarga mayat itu hendaklah berikhitar membayar hutangnya daripada harta peninggalannyaatau daripada pertolongan ahli-ahli keluarga mayat itu atau seseorang waris atau orang lain membut pengakuan (berikrar) membayar akan hutangnya .
Hendaklah disebutnya membayar akan hutangnya.
Hendaklah disebutkan kebaikkan dan medoakan keampunan baginya.
KEWAJIPAN-KEWAJIPAN YANG
BERHUBUNG DENGAN MAYAT

Apabila mati seseorang Islam , maka wajiblah di atas orang-orang yang hidup sebagai fardu kifayah menyelenggarakan empat perkara ke atasnya (mayat):

Memandikan
Mengkhafankan
Menyembahyangkan
Mengkebumikan
Peringatan :

Semua perbelanjaan mengururskan mayat ini ialah daripada harta peninggalannya (si mati) kecuali isteri, maka wajib atas suaminya,anak kecil wajib atas bapanya ,sekiranya tidak ada ,maka tertanggunglah ke atas orang islam yang kaya .

TUJUAN MENYEMBAHYANGKAN JENAZAH

Sembahyang jenazah diadakan antara lain adalah untuk memohon keampunan serta limpahan rahmat Allah S.W.T bagi si mati dan mengharapkan suci dari dosa.

Manusia sebagaimana diketahui memang tidak sunyi dari melakukan kesilapan dan kesalahan .Allah sentiasa memberikan peluang kepada hamba-hambanya untuk bertaubat. Dengan mengadakan sembahyang jenazah orang yang hidup diberi peluang untuk memohon keampunan dan kerahmatan daripada Allah untuk si mati. Sembahyang jenazah juga adalah sebagai satu cara memberi penghormatan yang sopan kepada mayat.

Hukum mendirikan solat jenazah adalah fardu kifayah.Justeru itu,Islam menganjurkan supaya didirikan sembahyang jenazah dengan jumlah yang ramai itu lebih baik dan afdhal.

RUKUN SEMBAHYANG JENAZAH

Niat
Berdiri jika berkuasa
Takbir empat kali termasuk takbiiratul ihram
Membaca surah al-Fatihah
Membaca selawat ke atas nabi
Mendoakan mayat
Memberi salam
Nota :

Boleh membaca mana-mana selawat,seelok-eloknya membaca selawat Ibrahimiah.
Doa bagi mayat boleh dibaca mana-mana satu doa dengan syarat ditakhsiskan (ditentukan) bagi mayat lelaki,perempuan atau kanak-kanak.
SYARAT-SYARAT SEMBAHYANG JENAZAH

Suci daripada hadas besar dan hadas kecil
Menutup aurat dan menghadap kiblat
Mayat sudah dimandikan dan dikafankan
Mayat diletakkan di hadapan kecuali mayat ghaib
Mayat diletakkan dekat dengan orang sembahyang lebih kurang tiga kaki
Mayat hendaklah muslim
Matinya tidak kerana perang fisabilillah5
PERKARA-PERKARA SUNAT BAGI SEMBAHYANG JENAZAH

Mengangkat kedua tangan semasa mengucapkan empat takbir
Merendahkan suara dalam sembahyang
Membaca

Berjamaah sekurang-kurangnya tiga saf,setiap satu saf sekurang-kurangnya dua orang.
Nota:

Yang lebih utama menyembahyangkan jenazah itu ialah walinya,iaitu bapanya kemudian datuknya dan ke atas kemudian anaknya,cucu-cucunya dan seterusnya ke bawah, kemudian saudara lelakinya seibu sebapa ,kemudian saudara lelaki sebapa.Kemudian anak saudara seibu sebapa ,kemudian Asabah mengikut tertib, pusakanya dan kemudian zawil arham,jika didapati sama keadaan martabat mereka maka didahulukan yang lebih tua .Dan jika tidak terdapat kerabat-kerabat yang di atas maka didahulukan orang yang lebih faqih dan tua.

CARA -CARA SEMBAHYANG JENAZAH

Letakkan mayat di hadapan imam
Mayat hendaklah diletakkan melintang kiblat
Mayat lelaki bahagian kepala sebelah kiri imam dan imam berdiri setentang di antara kepala dengan badan ke arah kiblat
Mayat perempuan bahagian kepala jenazah di sebelah kanan imam bahagian badan menghala ke kiri. Imam berdiri menghala arah kiblat
Mayat di dalam keranda apabila hendaklah disembahyangkan hendaklah dibuka tudungnya
PANDUAN SEMBAHYANG JENAZAH

Berdiri (Bagi yang berupaya)
Niat
Takbiratu Ihram
Selepas Takbir Pertama :
Membaca Al-Fatihah

3
Selepas Takbir Kedua :
Membaca Selawat Atas Nabi

4
Selepas Takbir Ketiga :
Membaca Doa

5

Jika jenazah kanak-kanak, bacakan doa ini:

6
Selepas Takbir Keempat :
Memberi Salam

7
LAFAZ-LAFAZ NIAT, SELAWAT DAN DOA-DOA

LAFAZ-LAFAZ NIAT
i) Lafaz Niat : Jenazah lelaki dewasa (hadir)
8
(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

ii) Lafaz Niat : Jenazah perempuan dewasa (hadir)
8

(Sahaja aku sembahyang ke atas perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana allah Ta’ala)

iii) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak lelaki (hadir)
10

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak lelaki ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

iv) Lafaz Niat : Jenazah kanak-kanak perempuan (hadir)
11

(Sahaja aku sembahyang ke atas mayat kanak-kanak perempuan ini empat kali takbir imaman/makmuman kerana Allah Ta’ala)

 

PEMBESAR MELALAIKAN SOLAT


Hadith :

Dari Abu Dzar r.a katanya: ”Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku: ”Bakal terjadi sesudahku, di mana para pembesar melalaikan solat. Kerana itu solatlah kamu tepat pada waktunya. Jika kamu solat kembali bersama mereka, maka itu adalah suatu keuntungan (sunat) bagimu. Jika tidak maka sesungguhnya kamu sudah menjaga solatmu.”

(Riwayat Muslim)

Huraian :

  • Bagi orang Islam yang hatinya tidak khusyuk dalam beribadat, mereka akan merasa berat dan terbeban dengan solat. Orang begini tidak akan menunggu waktu solat. Malah jika mengerjakan solat sekalipun, ada perkara lain yang diagung-agungkan yang menjadikan fikiran dan jiwanya tidak tertumpu kepada Allah S.W.T.
  • Contohnya orang yang merasa sayang untuk meninggalkan kerja-kerjanya. Orang begini tentu berat dan susah mengerjakan solat kerana terlalu sibuk hingga mereka menjadi lalai. Bahkan dalam masa mengerjakan solat sekalipun ia tidak dilakukan dengan hati yang ikhlas dan khusyuk tetapi dalam keadaan terpaksa dan terseksa. Apa yang diingatinya ialah perkara yang dijiwainya dan yang diutamakannya. Oleh itu solatnya dilakukan dengan cepat sekali demi menyelesaikan tugasannya itu.
  • Maka terasalah olehnya akan kepenatan dan kejemuan dalam mengerjakan solat hingga sampai kepada tahap sanggup meninggalkan solat. Orang seperti ini sebenarnya tidak sabar dalam mengerjakan solat dan mendirikan solat tanpa roh lantaran kegagalan mereka menghayati atau memahami setiap ungkapan yang dibacanya di dalam solat.
  • Sesungguhnya sembahyang 5 waktu secara lahirnya tidak berat kerana bacaannya tidaklah panjang dan tidak juga memakan masa yang lama. Hanya sekitar 10 – 15 minit sahaja. Bahkan ia boleh dilakukan di mana-mana. Ia juga tidak menyusahkan dan tidak memenatkan. Bahkan merupakan satu latihan jasmani yang baik untuk tubuh badan.
  • Namun begitu mengapa Allah menyebut solat itu besar dan berat melainkan pada orang-orang yang khusyuk?
  • Jawapannya, khusyuk yang dimaksudkan di sini ialah orang mukmin yang jiwa tauhidnya mendalam dan rasa kehambaannya kuat. Rasa cinta dan takutnya dengan Tuhan menguasai jiwa. Mereka mudah mengerjakan solat bahkan rindu serta seronok mengerjakannya kerana mereka dapat melepaskan perasaan rindu pada Tuhan.
  • Waktu solat sentiasa ditunggu-tunggu dan tidak cukup dengan mengerjakan solat yang wajib, mereka mendirikan pula solat sunat.

Sumber : Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

DUNIA HANYA PERSINGGAHAN SEMENTARA


Syukur padaNya masih dapat merasai pelbagai bentuk nikmat yang sementara ini. Mudah-mudahan ianya tak melalaikan dari tujuan hidup di muka BumiNya.

Hari ini kita semua menyedari & meyakini akan pastinya saat kematian itu & benarnya terdapat Azab & Nikmat disana. Dan Kita jua akan mengadap Tuhan yang telah memberi nikmat akal, kesihatan, pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, serta nikmat-nikmat lainnya. Justeru itu perlunya kita manfaatkan sebaiknya nikmat pinjaman yang masih berbaki ini.

Renungilah akan pesanan Nabi Muhammad SAW : Rebut 5 perkara sebelum datang 5 perkara :

  1. Masa sihat sebelum sakit.
  2. Kaya sebelum miskin.
  3. Lapang sebelum sibuk.
  4. Muda sebelum tua.
  5. Hidup sebelum mati.

(HR al-Hakim & al-Baihaqi)

Andainya kita tahu bila ajal itu akan datang, bila kiamat itu akan terjadi, sudah tentu kita semua akan berlumba-lumba mengerjakan kebaikan & meninggalkan kemungkaran disaat hampirnya waktu tersebut. Namun segalanya hanya Allah swt yang mengetahuinya. Justeru itu perlunya untuk kita menyaksikan sama Hari-hari hidup kita tentang mana Halal Haramnya, mana Perintah & LarangaNya.

(Sihat sebelum Sakit) Nikmat yang paling besar dikurniakan ialah Kesihatan. (Jika ditimpa kesakitan segalanya terganggu, segalanya terbatas. Disaat itulah mula hadirnya perasaan untuk mengerjakan kebaikan, namun bila kesakitan sudah pulih. Segalanya sudah dilupai) Inilah tabiat manusia. Justeru itu sama-sama kita memanfaatkannya. Berlumba-lumba dalam mengerjakan kebaikan, fadhilat yang telah dihidangkan. Segalanya untuk ke Akhirat yang Kekal.

(Kaya sebelum miskin) Segala rezeki dari Allah swt. Dia berkuasa bila-bila masa sahaja untuk mengambilnya. (Berlakunya kecurian, kebakaran & pelbagai cara boleh terjadi). Justeru itu perlunya kita sentiasa bersyukur atas segala pemberiannya, bersedekah menolong saudara kita yang berhajat memerlukannya.

(Lapang sebelum sibuk)
Lazimilah waktu lapang dengan sentiasa berzikir padaNya, membaca Al-Quran, mentadabur maknanya dan perkara-perkara yang menambahkan lagi keimanan padaNya. Agar hari-hari hidup kita hadir rahmat & berkat dariNya. (Ketika di pejabat, waktu pembelajaran & dalam keadaan apapun).

(Muda sebelum tua) Masa yang semua ingin dicubainya, masa yang semua orang ingin jika dapat kembali semula. Masa yang melalaikan sebahagian besar masyarakat hari ini. Bila ditanya soal kelalaian mereka, akan dijawab (Umur masih muda lagi, dihari tua nantilah baru buat amal). Begitulah keadaannya. Lihatlah dimasjid-masjid, yang kelihatan hanya orang tua sahaja. (Ajal itu tak diketahui, ada yang masih dipanjangkan lagi umurnya, ada yang mati muda kemalangan, ditimpa penyakit dan ada yang terus leka). Justeru itu manfaatkanlah masa Muda kita dengan bersungguh-sungguh melaksanakan suruhanNya, manfaatkan tenaga, menafkahkan diri berkhidmat untuk Islam. Sebelum datangnya hari Tua. Hari yang sudah tidak mempunyai kekuatan. Selepas kematian nanti tak dapat lagi untuk kita beramal.

(Hidup sebelum Mati) Kemuncaknya adalah ajal, saat yang ditakuti setiap orang. Ia tak mengenal Usia. Bila, dimana & bagaimana keadaannya hanya Allah swt yang tahu.

Marilah sama-sama kita menukar sikap hidup yang merugikan. Pandulah segalanya pada Al-Quran & SunnahNya. Pelajarilah Ilmu Agama. Tak salah nak mencari kenikmatan dunia selagi mana ianya tidak melalaikan dari tujuan Hidup. Cuba kita renungi ungkapan Abdullah bin Umar ra : (Beramallah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari, dan beramallah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya). Dunia itu jambatan Akhirat, keduanya saling memerlukan.

Firman Allah swt :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi & berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashash 77)

Perlunya kita sentiasa memohon pada Allah swt agar ditetapkan hati dalam mntaatiNya. Menjauhi sifat riak & ujub pada diri. Seterusnya bersyukur masih dibukakan pintu hati untuk menerima peringatan & hidayah dariNya.

Sedarkah kita akan sebahagian besar saudara-saudara Muslim yang masih : (Meninggalkan solat, tidak menyempurnakan aurat, derhaka pada orang tua, bebas pergaulannya, berlakunya zina, buang anak, rogol, bunuh, judi, arak, rompak, samun, riba, rasuah, dadah, pil ectasy, video2 lucah, kelab2 malam, konsert, menyokong golongan yang membelakangkan perintah Allah & berbagai bentuk kemungkaran lagi.

Sudah banyak kisah pengajaran umat Nabi terdahulu telah jelas diceritakan dalam Al-Quran. Tidak lain hanya ungkapan ini yang keluar dari mulut mereka tatkala melihat azab Allah swt :

Alangkah baiknya kalau aku menjadi tanah (supaya aku tidak dibangkitkan untuk dihitung amalku dan menerima balasan)”. (An-Naba’ 40)

Saat ini masih sempat merubah segalanya. Cubalah Tunduk akan segala kesombongan, keangkuhan, keterlaluan mempersoalkan Perintah Allah & Rasulnya serta pelbagai bentuk alasan lagi. Baliklah padaNya.

Firman Allah swt :

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’d 11)

Buat diri & teman-temanku sekalian. Sama-sama kita berusaha mengajak diri, keluarga, sanak-saudara, teman2, serta masyarakat amnya megikut kemampuan yang ada untuk memanfaatkan saki baki umur ini kearah mencapai keredhaanNya. Pintu kemaksiatan jelas terbuka hari ini, begitu juga Pintu kebaikan jelas terbuka. Kekuatan Iman & Taqwa penentunya.

“ Nikmat mengerjakan laranganNya, tapi ianya hanya sementara sahaja, tak terbayang bagaimana sakitnya siksa Neraka yang menanti kelak. Perit menahan nafsu dari mengerjakan laranganNya, namun keperitan yang sementara itu akan dibalas dengan kenikmatan, kesenangan yang kekal disana, apa yang dihajati nafsu segalanya diberi. Besar kebahagiaannya. Renungilah… ”

” Ya Allah! Jauhkanlah kami dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu “
” Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia & kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka “

————————————————————

%d bloggers like this: